• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 30 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Embun Upas Dieng Bisa Muncul, Ini Penjelasan BRIN

Editor
Selasa, 14 Juli 2026 - 01:55
Candi Arjuno di kawasan wisata Dieng.(Dok. Kemenpar)

Candi Arjuno di kawasan wisata Dieng.(Dok. Kemenpar)

SATUJABAR, JAKARTA – Frost di Dataran Tinggi Dieng yang dikenal sebagai embun upas atau embun es terjadi karena posisi geografis dan topografinya berada pada ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut. Sehingga, wilayah Dieng memiliki tekanan dan kerapatan udara yang lebih tipis.

Bukan itu saja, menurut Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Aris Pramudia, banyak faktor penyebab sehingga embun upas ini terjadi.

RelatedPosts

Kemkomdigi: Operator Dilarang Hapus Sisa Kuota Internet!

Kejadian Bencana Terdata BNPB Per Sabtu 29 Agustus 2026

Desa Wisata Bogor, Gunung Malang & Tugu Utara Unggulan Jabar

“Selain karena tiupan angin pada puncak musim kemarau yang membawa udara dingin, langit cerah atau clear sky tanpa tutupan awan juga menjadi penyebabnya. Bentuk wilayah yang cekung juga menyebabkan udara mengendap dan terjebak di dasar cekungan, sehingga tidak dapat mengalir keluar dari cekungan,” jelasnya, dalam Webinar Series ORKM bertajuk “Urgensi Mempertahankan Salju Dieng-Cartenz sebagai Indikator Ekosistem & Lingkungan”, Kamis (9/7) seperti dikabarkan Humas BRIN.

Aris mengemukakan penyebab lainnya, seperti adanya kondisi angin tenang pada dini hari dan terjadinya penurunan suhu ekstrem hingga mencapai titik beku. Frost di dataran tinggi Dieng ini telah mengakibatkan kerusakan pada tanaman pertanian setempat, terutama tanaman kentang dan tanaman sayuran lainnya.

Untuk itu, Aris memberikan pemahaman tentang pentingnya antisipasi dalam penanganan frost. Mulai dari water sprinkling, yaitu dengan menyemprotkan air ke pertanaman, lalu pemanasan langsung pada tanaman dalam skala luas tertentu, mengaduk udara atau meniupkan angin buatan untuk menciptakan sirkulasi udara, memberi naungan pada tanaman, memilih tempat yang aman untuk menanam, hingga pemberian mulsa atau material penutup permukaan tanah yang digunakan untuk menjaga kelembapan, mencegah gulma (tanaman liar), dan menjaga suhu tanah.

“Di dataran tinggi Dieng, tanaman existing adalah tanaman pertanian hortikultura atau perkebunan dataran tinggi, seperti kentang, sayuran, teh, dan lainnya. Sehingga, disarankan untuk tetap mengembangkan tanaman existing tersebut dengan adanya antisipasi terhadap munculnya frost pada waktu-waktu tertentu,” ungkap Aris.

Lebih lanjut, dalam hal pertanian potensial dan teknologi modifikasi cuaca (TMC), Aris menyampaikan temuannya di Cartenz, Papua Tengah. Cartenz tidak memiliki potensi untuk pertanian. Namun, tidak menutup kemungkinan ke depannya ada pengembangan teknologi yang tepat.

Di Cartenz, tanaman yang tumbuh hanya lumut saja. Sehingga, teknologi pengembangan pertanian di lokasi ini menunggu hasil penerapan pada lokasi yang sering terjadi fenomena embun upas seperti di dataran tinggi Dieng.

Menurutnya, pembuatan salju melalui TMC di Cartenz sangat diperlukan untuk pelestarian salju abadi yang kondisinya saat ini terus menyusut. Sebaliknya, TMC salju di dataran tinggi Dieng, bukan untuk menambah volume saljunya, melainkan untuk mengantisipasi terjadinya salju.

“Teknologi dari modifikasi cuaca di Dieng bukan untuk menambah volume salju, tapi menjadi pembelajaran teknologi dalam hal mengantisipasi terjadinya salju. Dan yang menjadi perhatian bersama adalah terdapat konflik kebutuhan adanya frost di Dieng antara sektor pertanian dan sektor pariwisata,” pungkas Aris.

Tags: embun upas dieng

Related Posts

Menkomdigi Meutya Hafid memberikan keterangan pers kepada awak media terkait Putusan MK tentang Kuota Internet di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Sabtu (29/08/2026). Foto: Pey HS/Komdigi

Kemkomdigi: Operator Dilarang Hapus Sisa Kuota Internet!

Editor
29 Agustus 2026

JAKARTA - Pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan bagi operator menghilangkan sisa kuota internet pelanggan yang telah dibayarkan. Hal tersebut tertuang dalam...

Si jago merah yang membakar wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur (27/8) (Foto: BPBD Kabupaten Lumajang.

Kejadian Bencana Terdata BNPB Per Sabtu 29 Agustus 2026

Editor
29 Agustus 2026

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya memastikan...

Desa Wisata di Kabupaten Bogor.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Desa Wisata Bogor, Gunung Malang & Tugu Utara Unggulan Jabar

Editor
29 Agustus 2026

Desa Wisata Bogor yakbi Gunung Malang dan Desa Wisata Tugu Utara masuk Top 15 Desa/Kampung Wisata Terbaik Jawa Barat 2026....

- Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri menggelar jumpa pers usai pertemuan dengan Pemerintah Daerah Manggarai Barat serta pelaku industri dan asosiasi pariwisata di Labuan Bajo untuk membahas langkah pemulihan pariwisata Flores pascagempa bumi M7,7,sekaligus berbagai isu strategis pengembangan pariwisata Labuan Bajo.(Foto: Humas Kemenpar)

Menpar Widiyanti Temui Ekosistem Pariwisata Labuan Bajo

Editor
29 Agustus 2026

LABUAN BAJO - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri menggelar pertemuan dengan Pemerintah Daerah Manggarai Barat serta pelaku industri dan asosiasi...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Sabtu 29/8/2026 Antam Rp 2.670.000 Per Gram

Editor
29 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Sabtu 29/8/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.670.000 per gram...

Kabupaten Kuningan berhasil meraih Anugerah Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Jawa-Bali Batch II Tahun 2026 kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah Tingkat Kabupaten Terbaik II yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Kabupaten Kuningan Raih Penghargaan Perumahan

Editor
29 Agustus 2026

KUNINGAN – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam mendukung penyediaan hunian layak bagi masyarakat mendapat apresiasi di tingkat nasional. Kabupaten Kuningan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.