• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 30 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Meteor Besar di Pulau Jawa, Ini Penjelasan BRIN

Editor
Senin, 13 Juli 2026 - 05:49
Meteor besar di Pulau yang terlihat warga adalah meteor berukuran besar yang memasuki atmosfer Bumi yang kemudian terkikis di atmoster hingga terjadi sonic boom.(Image: BRIN)

Meteor besar di Pulau yang terlihat warga adalah meteor berukuran besar yang memasuki atmosfer Bumi yang kemudian terkikis di atmoster hingga terjadi sonic boom.(Image: BRIN)

Meteor besar di Pulau yang terlihat warga adalah meteor berukuran besar yang memasuki atmosfer Bumi yang kemudian terkikis di atmoster hingga terjadi sonic boom.

SATUJABAR, JAKARTA – Fenomena benda langit terang yang melintas dan terlihat di sejumlah wilayah Pulau Jawa pada Sabtu malam (11/07) menjadi perbincangan luas di media sosial. Banyak warga mengunggah video yang memperlihatkan objek bercahaya melesat di langit, bahkan sebagian melaporkan terdengarnya suara dentuman beberapa saat setelah objek tersebut melintas. Berdasarkan analisis ilmiah, Peneliti Ahli Utama Bidang Astronomi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa fenomena tersebut merupakan meteor berukuran besar yang memasuki atmosfer Bumi.

RelatedPosts

Kemkomdigi: Operator Dilarang Hapus Sisa Kuota Internet!

Kejadian Bencana Terdata BNPB Per Sabtu 29 Agustus 2026

Desa Wisata Bogor, Gunung Malang & Tugu Utara Unggulan Jabar

Menurut Thomas, seperti dikabarkan Humas BRIN, berdasarkan rangkaian laporan masyarakat dari berbagai daerah, meteor tersebut pertama kali terdeteksi melintas di atas Laut Jawa sebelum terlihat dari wilayah Bekasi sekitar pukul 21.22.35 WIB. Pada saat itu meteor masih berada pada ketinggian yang cukup tinggi sehingga tampak sebagai objek bercahaya putih berukuran relatif kecil.

“Meteor berasal dari batuan antariksa yang mengorbit Matahari. Ketika lintasannya berpapasan dengan orbit Bumi, batuan tersebut memasuki atmosfer dengan kecepatan sangat tinggi. Gesekan dengan atmosfer menyebabkan permukaannya memanas hingga berpijar sehingga tampak sebagai meteor,” jelas Thomas.

Ia menerangkan bahwa proses pijaran mulai terjadi ketika batuan antariksa memasuki atmosfer pada ketinggian sekitar 120 kilometer di atas permukaan Bumi. Pada fase tersebut, material batuan mulai mengalami ablasi atau pengikisan akibat suhu yang sangat tinggi sehingga menghasilkan cahaya terang yang dapat disaksikan dari permukaan Bumi.

Berdasarkan analisis lintasannya, meteor bergerak ke arah tenggara melintasi sebagian wilayah Pulau Jawa. Ketika memasuki atmosfer yang lebih rapat, objek tersebut semakin terang dan mulai memperlihatkan perubahan warna yang berbeda-beda di berbagai lokasi pengamatan.

Di wilayah Jawa Barat bagian timur, sejumlah warga Cirebon dan Kuningan melaporkan mendengar suara dentuman beberapa saat setelah meteor melintas. Thomas menjelaskan bahwa suara tersebut bukan berasal dari ledakan di permukaan, melainkan gelombang kejut (sonic boom) yang terbentuk ketika meteor melaju dengan kecepatan sangat tinggi di atmosfer bawah.

“Suara dentuman terjadi karena meteor bergerak jauh lebih cepat daripada kecepatan rambat suara. Gelombang kejut itu baru terdengar beberapa saat setelah meteor melintas karena suara memerlukan waktu untuk mencapai permukaan,” ujarnya.

Di Majalengka, meteor dilaporkan tampak berwarna biru. Selanjutnya objek yang sama terlihat di kawasan Nagreg sekitar pukul 21.23.37 WIB dan Tasikmalaya sebagai cahaya terang yang sesekali menerangi awan. Variasi warna tersebut merupakan fenomena yang umum terjadi pada meteor karena dipengaruhi oleh komposisi mineral penyusunnya serta kondisi atmosfer yang dilalui.

Ketika melintas di wilayah Yogyakarta sekitar pukul 21.23.57 WIB, sejumlah warga menyaksikan meteor memancarkan cahaya hijau yang sangat terang. Menurut Thomas, warna hijau tersebut berasal dari unsur magnesium yang terkandung dalam batuan antariksa dan memancarkan cahaya khas ketika terbakar pada suhu yang sangat tinggi akibat gesekan dengan atmosfer.

“Setiap unsur kimia memiliki spektrum cahaya yang berbeda ketika dipanaskan. Warna hijau pada meteor umumnya berkaitan dengan kandungan magnesium atau nikel yang terbakar selama proses masuk ke atmosfer,” katanya.

Dari rangkaian pengamatan yang dihimpun, BRIN memperkirakan meteor terus bergerak ke arah tenggara hingga akhirnya kehilangan kecepatannya dan kemungkinan berakhir di Samudera Hindia, di selatan Jawa Timur atau Bali.

Thomas menjelaskan bahwa fenomena meteor seperti ini sebenarnya bukan sesuatu yang luar biasa dalam skala astronomi. Setiap hari Bumi menerima jutaan batuan dalam berbagai ukuran dari antariksa, tetapi sebagian besar berukuran sangat kecil sehingga habis terbakar di atmosfer dan hanya tampak sebagai “bintang jatuh”. Meteor berukuran besar seperti yang kali ini melintas jauh lebih jarang terjadi sehingga dapat disaksikan secara luas oleh masyarakat.

Ia menambahkan bahwa atmosfer Bumi berfungsi sebagai pelindung alami yang sangat efektif terhadap benda-benda antariksa. Sebagian besar meteoroid (batuan antariksa) habis terbakar sebelum mencapai permukaan, sehingga masyarakat tidak perlu panik apabila melihat fenomena serupa.

“Fenomena ini merupakan peristiwa alam yang menarik sekaligus menjadi pengingat bahwa Bumi terus berinteraksi dengan lingkungan antariksa. Selama meteor habis terbakar di atmosfer atau jatuh di wilayah yang tidak berpenghuni, masyarakat tidak perlu khawatir. Yang terpenting adalah memahami fenomenanya secara ilmiah agar tidak mudah terpengaruh berbagai informasi yang tidak benar,” pungkas Thomas.

Tags: BRINMeteor besarmeteor jawameteor terlihat di jawa

Related Posts

Menkomdigi Meutya Hafid memberikan keterangan pers kepada awak media terkait Putusan MK tentang Kuota Internet di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Sabtu (29/08/2026). Foto: Pey HS/Komdigi

Kemkomdigi: Operator Dilarang Hapus Sisa Kuota Internet!

Editor
29 Agustus 2026

JAKARTA - Pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan bagi operator menghilangkan sisa kuota internet pelanggan yang telah dibayarkan. Hal tersebut tertuang dalam...

Si jago merah yang membakar wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur (27/8) (Foto: BPBD Kabupaten Lumajang.

Kejadian Bencana Terdata BNPB Per Sabtu 29 Agustus 2026

Editor
29 Agustus 2026

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya memastikan...

Desa Wisata di Kabupaten Bogor.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Desa Wisata Bogor, Gunung Malang & Tugu Utara Unggulan Jabar

Editor
29 Agustus 2026

Desa Wisata Bogor yakbi Gunung Malang dan Desa Wisata Tugu Utara masuk Top 15 Desa/Kampung Wisata Terbaik Jawa Barat 2026....

- Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri menggelar jumpa pers usai pertemuan dengan Pemerintah Daerah Manggarai Barat serta pelaku industri dan asosiasi pariwisata di Labuan Bajo untuk membahas langkah pemulihan pariwisata Flores pascagempa bumi M7,7,sekaligus berbagai isu strategis pengembangan pariwisata Labuan Bajo.(Foto: Humas Kemenpar)

Menpar Widiyanti Temui Ekosistem Pariwisata Labuan Bajo

Editor
29 Agustus 2026

LABUAN BAJO - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri menggelar pertemuan dengan Pemerintah Daerah Manggarai Barat serta pelaku industri dan asosiasi...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Sabtu 29/8/2026 Antam Rp 2.670.000 Per Gram

Editor
29 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Sabtu 29/8/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.670.000 per gram...

Ajang Merdeka Run 2026 menjadi daya tarik bagi dua selebritis Indonesia, Fanny Ghassani dan Gisella Anastasia. Mereka datang langsung mengambil race pack di Wisma Serbaguna, Senayan, Jakarta, Jumat (28/8) sore. (foto:bagus/kemenpora.go.id)

Merdeka Run 2026: Ada Fanny Ghassani & Gisella

Editor
29 Agustus 2026

JAKARTA - Merdeka Run 2026 tampaknya menjadi daya tarik bagi dua selebritis Indonesia, Fanny Ghassani dan Gisella Anastasia. Mereka datang...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.