SATUJABAR, BANDUNG–Taufik Hidayat, pelaku penyekapan dan penganiyaan terhadap kekasihnya, YT, wanita berusia 29 tahun, asal Kabupaten Bandung, memperagakan 26 adegan dalam rekonstruksi yang digelar di Markas Polda (Mapolda) Jawa Barat. Taufik Hidayat memperagakan adegan penyelakapan dan penganiayaan ringan hingga berat di enam tempat kejadian perkara (TKP), yang mengakibatkan korban YT mengalami luka serius hingga kedua penghilatannya rusak.
Sadis! Begitulah gambaran aksi penyekapan dan penganiyaan yang dilakukan Taufik Hidayat, pelaku penyekapan dan penganiyaan terhadap kekasihnya, YT, wanita berusia 29 tahun, asal Kabupaten Bandung. Gambaran tersebut diperlihatkan Taufik Hidayat saat memperagakan adegan demi adegan dalam rekonstruksi di enam tempat kejadian perkara (TKP), yang digelar di Markas Polda (Mapolda) Jawa Barat, Kamis (02/07/2026).
Menurut Direktur Reserse PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak)-PPO (Pemberantasan Perdagangan Orang) Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Rumi Untari, seluruh rangkaian rekonstruksi berjalan lancar tanpa kendala. Tersangka Taufik Hidayat bersikap kooperatif dalam memperagakan adegan demi adegan saat terjadinya aksi penyekapan dan penganiayaan terhadap korban YT.
“Tadi rekonstruksi berjalan dengan baik dan lancar. Alhamdulillah tidak ada penolakan dari tersangka (Taufik Hidayat), bersikap kooperatif dan mengakui semua perbuatannya,” ujar Rumi kepada wartawan, usai pelaksanaan rekonstruksi.
Rumi mengatakan, rekonstruksi saat terjadinya aksi penyekapan dan penganiayaan terhadap korban di enam tempat kejadian perkara (TKP) digelar di Markas Polda (Mapolda) Jawa Barat, karena alasan keamanan. Meski ada enam TKP, penyidik lebih memfokuskan rekonstruksi di tiga titik yang dinilai paling krusial dalam perkara tersebut
“Dari enam TKP yang kami rekonstruksikan, kita sudah sepakati bersama, di TKP tiga, lima, dan enam. Tiga TKP itulah yang menjadi central point penting, terjadinya penyekapan dan penganiayaan dan penyekapan. Sementara di TKP satu, belum terjadi, dan TKP dua, terjadinya penganiayaan ringan, tampar-tampar gitu,” kata Rumi.
Rumi menjelaskan, aksi penganiayaan berat baru terjadi di TKP tiga, lima, dan enam. Aksi penganiayaan berat mulai dilakukan Taufik Hidayat, termasuk penyekapan terhadap korban YT, diawali sejak berada di TKP ketiga.
“Di TKP 3, mulai terjadi penganiayaan berat. Tindakan penyekapan sampai TKP terakhir di TKP 6,” jelas Rumim
Keenam TKP sebagai tempat terjadinya aksi penyekapan dan penganiayaan Taufik Hidyat terhadap kekasihnya, berlokasi di wilayah Kota dan Kabupaten Bandung. Lokasi kejadian tersebar di wilayah dari kawasan Cicaheum, Cilengkrang, dan Cileunyi.
Taufik Hidayat memperagakan sebanyak 26 adegan hingga rekonstruksi berakhir. Rekontruksi berlangsung selama hampir tiga jam.
Taufik Hidayat memperagakan bagaimana saat menghantamkan golok, helm, hingga botol, ke arah wajah kekasihnya, YT. Aksi sadis dilakukan pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap korban dilakukan Taufik Hidayat secara berulang dan berlangsung dalam jangka waktu lama.
Saat di TKP kelima, Taufik Hidayat memperagakan aksi sadisnya terhadap YT tanpa memandang korban asalah kekasihnya dan seorang wanita. Kepala dan wajah korban dihantam menggunakan golok tanpa gagang.
Di TKP keenam, Taufik Hidayat berkali-kali menghantam wajah korban menggunakan helm. Pada TKP sebelumnya, Taufik Hidayat juga sempat memukulkan botol ke mata korban, yang mengakibatkan luka serius hingga penglihatannya rusak.









