• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 20 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Produk Pangan Indonesia Bidik Transaksi Rp89,5 Miliar di Taiwan

Editor
Kamis, 02 Juli 2026 - 10:09
Produk pangan Indonesia membukukan potensi transaksi sebesar USD 5 juta atau setara Rp89,5 miliar di Food Taipei Mega Show 2026.(Foto: Dok. Kemendag)

Produk pangan Indonesia membukukan potensi transaksi sebesar USD 5 juta atau setara Rp89,5 miliar di Food Taipei Mega Show 2026.(Foto: Dok. Kemendag)

SATUJABAR, TAIPEI – Produk pangan Indonesia membukukan potensi transaksi sebesar USD 5 juta atau setara Rp89,5 miliar melalui kehadiran Paviliun Indonesia pada ajang Food Taipei Mega Show 2026. Pameran makanan dan minuman internasional terbesar di Taiwan ini berlangsung pada 24–27 Juni 2026 di Taipei.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi, pada kesempatan terpisah menyampaikan, capaian tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan pasar Taiwan terhadap kualitas produk pangan Indonesia. Potensi transaksi itu juga merupakan hasil sinergi antara KDEI Taipei, Kemendag, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Akademi Mudah Ekspor (AME), para pelaku usaha Indonesia, serta berbagai mitra strategis di Taiwan.

RelatedPosts

Kota Bandung Bidik 24 Juta Wisatawan

RDG Bank Indonesia Tetapkan BI-Rate sebesar 5,75%

Viral! Tamu Hotel di Bandung Gondol 3 Unit Televisi di 3 Kamar

“Potensi transaksi sebesar USD 5 juta menunjukkan, produk pangan Indonesia memiliki kualitas, nilai tambah, dan daya saing yang semakin diakui di pasar Taiwan. Capaian ini menjadi bukti bahwa kolaborasi yang kuat dan strategi promosi yang tepat mampu membuka peluang perdagangan yang semakin luas bagi produk Indonesia,” jelas Puntodewi melalui keterangan resmi.

Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei Arif Sulistiyo menjelaskan, keikutsertaan Indonesia pada Food Taipei Mega Show merupakan bagian dari strategi berkelanjutan pemerintah untuk memperluas akses pasar ekspor, sekaligus mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan buyer potensial. Melalui pameran ini, Indonesia memperkenalkan beragam produk pangan unggulan yang berkualitas, inovatif, dan memiliki nilai tambah sehingga mampu bersaing di pasar global.

“Taiwan merupakan pasar yang strategis bagi Indonesia. Dengan jumlah penduduk sekitar 23 juta jiwa dan daya beli masyarakat tinggi, Taiwan menjadi tujuan ekspor potensial, sekaligus pintu masuk bagi produk Indonesia untuk memperluas penetrasi ke kawasan Asia Timur,” tambah Arif.

Food Taipei Mega Show 2026 digelar di Taipei World Trade Center (TWTC) Hall 1 serta Taipei Nangang Exhibition Center (TaiNEX) Hall 1 dan Hall 2. Mengusung tema “Smart Eating, Green Living”, ajang yang memasuki penyelenggaraan ke-36 ini merupakan salah satu pameran pangan terbesar di Asia. Tahun ini, sekitar 1.750 peserta dari 33 negara berpartisipasi dengan menghadirkan lebih dari 4.750 stan yang menampilkan beragam produk dan inovasi di sektor pangan, teknologi pengolahan makanan, bioteknologi, pengemasan, hingga peralatan perhotelan.

Paviliun Indonesia menghadirkan lebih dari 20 pelaku usaha dengan beragam produk unggulan yang mengusung konsep gaya hidup sehat dan berkelanjutan. Produk yang dipamerkan meliputi sarang burung walet, boga bahari (seafood), makanan ringan berbahan dasar buah, mi rendah kalori, madu, kopi, rempah-rempah, saus dan bumbu premium, gula kepala sagu, hingga berbagai produk olahan perikanan.

Paviliun Indonesia diresmikan oleh Kepala KDEI Taipei Arif Sulistiyo, didampingi Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan UKM GAPMMI Irwan S. Widjaja serta Pendiri AME Fernanda Reza Muhammad. Selama empat hari penyelenggaraan, tercatat sekitar 500 pengunjung mengunjungi Paviliun Indonesia. Pada ajang ini, Paviliun Indonesia memfasilitasi berbagai kegiatan promosi dan penjajakan bisnis (business matching) dengan para importir, distributor, retailer, pelaku industri makanan, hingga calon mitra bisnis dari Taiwan maupun negara lainnya.

Arif menyebut, produk-produk seperti sarang burung walet, boga bahari, makanan ringan sehat, saus dan bumbu premium, rempah-rempah, mi instan sehat, serta gula kelapa sagu menjadi produk yang paling banyak diminati.

Sebagai tindak lanjut, KDEI Taipei akan terus memperkuat promosi perdagangan melalui penyelenggaraan business matching, misi dagang, serta pengembangan kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan di Taiwan. “Upaya tersebut diharapkan dapat membuka akses pasar yang semakin luas bagi pelaku usaha Indonesia, meningkatkan nilai ekspor nasional, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok produk pangan berkualitas di pasar global,” tambah Arif.

Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan UKM GAPMMI, Irwan S. Widjaja menilai, Taiwan merupakan salah satu pasar yang sangat menjanjikan bagi produk Indonesia. Para buyer yang hadir tidak hanya mencari informasi, tetapi juga menunjukkan keseriusan dalam membangun kerja sama bisnis jangka panjang dengan pelaku usaha Indonesia.

Optimisme yang sama disampaikan Nunik, pemilik Novio Indonesia, produsen bumbu dapur premium. Menurutnya, Taiwan dapat menjadi hub untuk memperluas produknya ke pasar global. “Saya tidak menyangka antusiasme calon buyer di Taiwan sebesar ini. Kami sangat puas dan senang. Taiwan bukan hanya pasar yang menjanjikan, tetapi juga dapat menjadi hub untuk memperluas jaringan bisnis ke pasar internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Pendiri AME, Fernanda Reza Muhammad menilai, Taiwan memiliki prospek yang sangat menjanjikan bagi produk Indonesia. Selain didukung sektor industri yang maju, keberadaan komunitas diaspora Indonesia yang besar turut membuka peluang pengembangan pasar, baik pada segmen business-to-business maupun pasar ritel.

 

Sekilas Perdagangan Indonesia-Taiwan

Pada Januari—April 2026, total perdagangan Indonesia dengan Taiwan tercatat sebesar USD 3,10 miliar. Nilai tersebut terdiri atas ekspor Indonesia ke Taiwan USD 1,59 miliar dan impor dari Taiwan USD 1,51 miliar. Dengan demikian, Indonesia mencatatkan surplus USD 80 juta.

Sementara itu, total perdagangan Indonesia dengan Taiwan pada 2025 tercatat sebesar USD 9,95 miliar. Ekspor Indonesia ke Taiwan tercatat sebesar USD 5,54 miliar dan impor Indonesia dari Taiwan USD 4,41 miliar. Oleh karena itu, Indonesia meraih surplus USD 1,13 miliar.

Tags: Food Taipei Mega Show 2026kemendagProduk pangan Indonesia

Related Posts

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Kota Bandung Bidik 24 Juta Wisatawan

Editor
19 Agustus 2026

BANDUNG – Kota Bandung membidik 24 juta kunjungan wisatawan seiring dengan kembali beroperasinya penerbangan jet di Bandara Internasional Husein Sastranegara...

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Agustus 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%.(Image: Bank Indonesia)

RDG Bank Indonesia Tetapkan BI-Rate sebesar 5,75%

Editor
19 Agustus 2026

JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Agustus 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%, suku bunga...

Tangkapan layar rekaman CCTV, pria tamu hotel di Kota Bandung, bawa kabur tiga unit televisi di tiga kamar yang disewa.(Foto:Istimewa).

Viral! Tamu Hotel di Bandung Gondol 3 Unit Televisi di 3 Kamar

Editor
19 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Viral di media sosial, seorang pria tamu hotel di Kota Bandung, Jawa Barat, membawa kabur tiga unit televisi sebagai...

Ilustrasi Pegawai Negeri Sipil (PNS).(Foto:Istimewa).

Siap-Siap! Kesempatan PPPK Guru Bisa Ikut Seleksi Jadi PNS 2027

Editor
19 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Kabar baik! Para guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), berpeluang bisa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pemerintah...

Penertiban parkir kendaraan di Kabupaten Bogor.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Tarif Parkir Resmi di Kabupaten Bogor

Editor
19 Agustus 2026

CIBINONG – Tarif parkir resmi diberlakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor di kawasan Tegar Beriman, salah...

Ilustrasi pelaku tindak pidana korupsi.(Foto:Istimewa).

Kaur Keuangan Desa di Sukabumi Korupsi Dana Desa Rp.574 Juta, Digunakan Bayar Utang dan Renovasi Rumah

Editor
19 Agustus 2026

SATUJABAR, SUKABUMI--Seorang Kepala Urusan (Kaur) Keuangan Desa di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi dana desa....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.