• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 9 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Hilirisasi Nikel Temui Kendala Tren Global

Editor
Kamis, 25 Juni 2026 - 04:53
Pertambangan di Indonesia,hilirisasi timah,mineral kritis,mineral strategis

Pertambangan di Indonesia.(FOTO: Humas Kementerian ESDM)

SATUJABAR, JAKARTA – Ambisi Indonesia menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) global menghadapi tantangan baru seiring pesatnya perkembangan teknologi baterai. Di tengah upaya membangun ekosistem industri EV berbasis nikel melalui hilirisasi, pasar global justru mulai mengadopsi berbagai teknologi baterai alternatif yang tidak sepenuhnya bergantung pada nikel.

“Dari beberapa kali diskusi dengan para narasumber, banyak sekali teknologi baru yang muncul. Jangan sampai kebijakan kita terlambat beradaptasi dengan teknologi yang baru,” ujar Peneliti Pusat Riset Ekonomi Industri, Jasa, dan Perdagangan (PREIJP) BRIN, Sigit Setiawan, dalam Webinar Science to Policy Dialogue Seri ke-2 bertajuk “Tantangan Industri EV di Indonesia: Menavigasi Peluang, Inovasi, dan Daya Saing”, Rabu (24/6) seperti dikabarkan Humas BRIN.

RelatedPosts

Bendera 500 Meter di Festival Merah Putih Kota Bogor

BRIN Ungkap Ribuan Jenis Bahan Pangan Lokal

Kejadian Bencana dan Penanganan Oleh BNPB Minggu 9 Agustus 2026

Sigit menjelaskan, hasil kajian yang dilakukan BRIN menunjukkan bahwa industri kendaraan listrik tidak bergerak menuju satu teknologi baterai tunggal. Sebaliknya, berbagai teknologi terus berkembang dan bersaing sesuai kebutuhan pasar serta keunggulan masing-masing.

Kondisi tersebut menimbulkan paradoks bagi Indonesia. Di satu sisi, pemerintah telah mendorong investasi besar untuk membangun rantai pasok kendaraan listrik berbasis nikel. Namun di sisi lain, pasar kendaraan listrik global mulai mengarah pada penggunaan teknologi baterai alternatif.

“Indonesia membangun ekosistem industri EV berbasis nikel melalui hilirisasi, sementara pasar EV global dan domestik secara bersamaan mulai beralih ke teknologi baterai lain,” katanya.

Salah satu teknologi yang mendapat perhatian adalah sodium-ion battery. Baterai ini memanfaatkan sodium yang lebih melimpah dan berpotensi menawarkan biaya produksi lebih rendah dibanding beberapa teknologi baterai berbasis nikel. Jika mampu berkembang dan menguasai segmen pasar tertentu, teknologi ini berpotensi menekan permintaan nikel untuk aplikasi kendaraan listrik.

Selain itu, perkembangan baterai solid-state, Lithium Iron Phosphate (LFP), dan Lithium Manganese Iron Phosphate (LMFP) juga menunjukkan pergeseran arah industri baterai global. Menurut Sigit, teknologi LFP semakin banyak digunakan karena biaya produksinya lebih rendah, memiliki umur pakai yang panjang, serta tidak memerlukan nikel sebagai bahan utama.

“Dominasi LFP dan perkembangan LMFP di segmen kendaraan listrik utama serta penyimpanan energi secara langsung dapat mengurangi permintaan nikel,” ujarnya.

Perubahan lanskap teknologi tersebut membawa sejumlah risiko bagi investasi yang telah diarahkan pada industri berbasis nikel. Risiko tersebut mencakup potensi kelebihan kapasitas produksi, tekanan terhadap harga nikel, hingga kemungkinan menurunnya nilai aset industri apabila teknologi global berkembang ke arah yang berbeda.

“Masalahnya bukan hanya bagaimana memperbesar produksi satu jenis material, tetapi bagaimana membangun ekosistem yang mampu mengikuti perubahan teknologi,” tegasnya.

Di samping tantangan teknologi, Indonesia juga perlu meningkatkan daya saing industrinya. Produksi baterai membutuhkan energi dalam jumlah besar, standar manufaktur yang ketat, serta efisiensi biaya yang tinggi. Kondisi iklim tropis yang menuntut pengendalian suhu dan kelembapan dalam fasilitas produksi turut menambah biaya operasional. Sementara itu, pasar global semakin menuntut penggunaan energi rendah karbon dalam proses manufaktur.

Sigit juga menyoroti dominasi negara-negara lain dalam rantai pasok baterai global. Karena itu, Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan keunggulan sumber daya mineral, tetapi juga perlu memperkuat kapasitas teknologi, manufaktur, riset, serta pengembangan komponen pendukung kendaraan listrik, termasuk perangkat lunak dan sistem manajemen baterai.

Untuk menghadapi dinamika tersebut, ia mendorong agar strategi industri nasional lebih fleksibel dan tidak terkunci pada satu jenis teknologi. Indonesia perlu mengembangkan berbagai opsi teknologi baterai, mulai dari baterai berbasis nikel, LFP, hingga sodium-ion dan teknologi baru lainnya. Pengembangan bahan baku alternatif seperti mangan serta penguatan kapasitas inovasi nasional juga dinilai penting untuk menjaga daya saing industri di masa depan.

“Yang dibutuhkan bukan hanya memperkuat satu komoditas, tetapi membangun ekosistem industri yang inovatif dan fleksibel,” ujarnya.

Menurut Sigit, masa depan industri kendaraan listrik tidak hanya ditentukan oleh kepemilikan sumber daya alam, tetapi juga oleh kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi. Indonesia masih memiliki peluang besar untuk menjadi pemain penting dalam industri EV global, namun keberhasilannya akan sangat bergantung pada kemampuan membaca arah perkembangan teknologi dan menyiapkan strategi yang lebih beragam.

“Jangan sampai kita hanya membangun industri untuk teknologi yang sudah mulai berubah. Yang harus dibangun adalah ekosistem yang mampu mengikuti perkembangan teknologi,” pungkasnya.

Tags: EVhilirisasi nikelKendaraan EV

Related Posts

Bendera merah putih sepanjang 500 meter di Festival Merah Putih Kota Bogor.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Bendera 500 Meter di Festival Merah Putih Kota Bogor

Editor
9 Agustus 2026

SATUJABAR, BOGOR – Bendera merah putih dengan panjang 500 meter serta ribuan warga Kota Bogor yang tumpah ruah, menyemarakkan rangkaian...

sumber bahan pangan jagung.(Image: Pixabay)

BRIN Ungkap Ribuan Jenis Bahan Pangan Lokal

Editor
9 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Ekologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Wawan Sujarwo mengungkapkan bahwa...

Tim gabungan sedang memadamkan api yang membakar lahan di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur pada Sabtu (8/8). (Foto: BPBD Kabupaten Ponorogo)

Kejadian Bencana dan Penanganan Oleh BNPB Minggu 9 Agustus 2026

Editor
9 Agustus 2026

JAKARTA –Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Laporan kejadian bencana yang dihimpun...

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso.(Foto:Istimewa).

Bareskim Polri Bongkar Sindikat Produksi ‘Vape Narkoba’, 3 Pelaku Ditangkap

Editor
9 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA--Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri membongkar sindikat memproduksi vape etomidate. Vape narkoba tersebut, diproduksi di tempat kos di...

Wisata Bali yang terus menggeliat mendorong kinerja pariwisata Indonesia.(Foto: Humas Kemenpar)

Kinerja Pariwisata Indonesia Semester I-2026 Tumbuh Positif

Editor
9 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kinerja Pariwisata Indonesia semester I 2026, dari sisi berbagai indikator utama mencatatkan pertumbuhan positif, mulai dari kunjungan...

Tangkapan layar rekaman CCTV pelaku pemalakan di SPBU di Kabupaten Bandung, yang berhasil ditangkap polisi.(Foto:Istimewa).

‘Bang Jago’ Anggota Ormas Palak Warga di SPBU di Bandung Diringkus

Editor
9 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Viral di media sosial, seorang pemuda melakukan pemerasan terhadap pengendara di lokasi SPBU di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Identitas...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat