Teh khas Iran (Chai) adalah minuman nasional Iran. Wilayah Lahijan di Provinsi Gilan (Iran Utara) merupakan pusat perkebunan teh resmi pertama di Iran yang dirintis oleh diplomat Mohammad Mirza Kashef al-Saltaneh pada tahun 1900.
- Chai Siah (Teh Hitam Iran): Ini adalah produk teh utama yang ditanam di pesisir Laut Kaspia. Karakteristik resminya memiliki warna merah kecokelatan yang pekat (vibrant) namun memiliki rasa yang halus (smooth) dan aroma floral alami tanpa tambahan esens kimia.
- Chai-e Zafran (Teh Saffron): Teh hitam berkualitas tinggi yang diberi helai saffron (crocus sativus), rempah emas kebanggaan Iran. Teh ini menghasilkan aroma mewah, warna kuning keemasan, dan biasa disajikan untuk tamu kehormatan.
- Chai-e Gol-e Mohammadi (Teh Mawar Damask): Seduhan teh hitam yang dicampur dengan kelopak kering mawar Damask (Gol-e Mohammadi). Di Iran, mawar ini diproduksi secara masif di kota Kashan dan minyak/kelopaknya diakui secara resmi dalam komoditas budaya mereka.
- Chai-e Hel (Teh Kapulaga): Teh hitam yang diseduh bersama biji kapulaga hijau yang dimemarkan, memberikan aroma hangat dan sensasi pedas-manis yang khas.
- Chai Sabz (Teh Hijau): Meski tidak sedominan teh hitam, wilayah utara Iran juga memproduksi teh hijau secara resmi untuk konsumsi lokal yang menyukai rasa herba yang lebih ringan.
Apa Saja Pendamping Teh Khas Iran
Tradisi Pendamping Resmi: Berdasarkan budaya setempat, teh tradisional disajikan di gelas kaca kecil (Estekan) di atas nampan perak, ditemani oleh Nabat (kristal gula batu kuning beraroma saffron) atau Ghand (gula kubus putih).
- Pemanis Langsung (Pengganti Gula Pasir)
Nabat (Gula Batu Saffron): Ini adalah pendamping paling ikonik. Nabat adalah kristal gula batu berwarna kuning keemasan karena diinfusi dengan saffron. Biasanya berbentuk stik kayu (Shakheh Nabat). Cara menikmatinya adalah dengan mencelupkan dan mengaduk stik Nabat ke dalam teh panas hingga tingkat kemanisan yang diinginkan tercapai.
Ghand (Gula Kubus Tradisional): Gula putih bertekstur keras yang dipotong berbentuk kubus kecil. Orang Iran melakukan tradisi Ghand-Pahlou: mengambil satu kubus ghand, menyisipkannya di antara gigi depan, lalu meminum teh pahit melaluinya.
Soohan (Permen Toffee Saffron): Camilan renyah khas kota Qom yang terbuat dari tunas gandum, saffron, mentega, kapulaga, dan taburan kacang pistachio. Rasa manis-gurihnya sangat serasi dengan pahitnya teh.
ermen Gaz (Nougat Iran): Berasal dari kota Isfahan, Gaz adalah nougat putih kenyal dan manis yang terbuat dari madu getah tanaman liar, putih telur, air mawar, dan diisi dengan kacang pistachio atau kenari yang melimpah.
- Kue dan Pastri Tradisional (Shirini)
Zoolbia va Bamieh: Dua jenis kue goreng yang direndam dalam sirup gula, air mawar, dan saffron. Zoolbia berbentuk jala renyah (mirip jalebi), sedangkan Bamieh berbentuk bulat lonjong (mirip churros mini). Rasa manisnya yang sangat pekat sangat cocok dinetralkan dengan secangkir Chai hangat.
Shirini Keshmeshi (Kue Kering Kismis): Kue mentega bertekstur lembut di tengah dan renyah di pinggiran, bertabur kismis hitam yang manis dan sedikit asam. Ini adalah camilan sore rumahan yang sangat umum.
Koloocheh (Kue Pai Tradisional): Kue panggang lembut dengan isian pasta manis di dalamnya. Isiannya bisa berupa campuran kayu manis, kapulaga, gula, dan kacang kenari tumbuk. Koloocheh dari wilayah Lahijan (pusat perkebunan teh Iran) adalah yang paling terkenal untuk dinikmati bersama teh setempat.
Shirini Berenji (Kue Tepung Beras): Kue kering legendaris dari Kermanshah yang terbuat dari tepung beras, minyak hewani berkualitas, air mawar, dan dihiasi biji poppy hitam di atasnya. Kue ini langsung meleleh di mulut begitu disesap bersama teh.
- Buah Kering dan Kacang-kacangan (Ajil)
Jika tidak ingin makanan yang terlalu manis atau bertepung, orang Iran sering menyajikan mangkuk kecil berisi buah kering dan kacang-kacangan di sebelah cangkir teh mereka:
Khorma (Kurma): Khususnya jenis Kurma Mazafati yang basah, lembut, dan manis seperti karamel.
Toot (Buah Murbei Kering): Murbei putih kering yang manis alami dan kenyal.
Anjeer (Buah Tin Kering): Buah tin yang dikeringkan, memberikan tekstur renyah dari biji-biji kecilnya.
Kacang Pistachio dan Kenari (Walnut): Sering dimakan bergantian dengan tegukan teh untuk memberikan rasa gurih (nutty).








