• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 6 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kemenhut Luncurkan Aplikasi E-Ticketing : Ayo Ke Taman Nasional

Editor
Jumat, 05 Juni 2026 - 09:43
Kemenhut meluncurkan aplikasi e-ticketing: Ayo Ke Taman Nasional.(Foto: Humas Kemenhut)

Kemenhut meluncurkan aplikasi e-ticketing: Ayo Ke Taman Nasional.(Foto: Humas Kemenhut)

SATUJABAR, JAKARTA – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia resmi meluncurkan aplikasi e-ticketing “Ayo Ke Taman Nasional” (AKTN). Peluncuran ini dilakukan langsung oleh Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, pada pembukaan Indonesia Outdoor Festival (INDOFEST) 2026 di Jakarta International Convention Center, Kamis (4/6). Inovasi ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam mendigitalisasi layanan publik di sektor konservasi dan wisata alam secara menyeluruh.

Menhut Raja Juli Antoni, menegaskan bahwa kehadiran aplikasi ini adalah jawaban atas tingginya antusiasme masyarakat terhadap wisata petualangan di kawasan konservasi.

RelatedPosts

Wamenkes Ajak Masyarakat Kenali Tanda-Tanda Gangguan Jiwa Sejak Dini

Inovasi ParagonCorp, Kembangkan Produk dari Consumer Insight

Indonesia Tuan Rumah Radiodays Asia 2026

“Hari ini saya dengan senang hati akan melunching sebuah aplikasi yang kita kasih nama Ayo ke Taman Nasional. Sebuah aplikasi sekali lagi yang kita harapkan dapat menjadi sebuah platform, dimana teman-teman dapat melakukan pembelian tiket mencari informasi dengan cara yang lebih cepat dan lebih sederhana,” ujar Menteri Kehutanan melalui keterangan resmi.

Aplikasi AKTN dikembangkan oleh Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan (PJL), Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE). Platform ini beroperasi sebagai sistem tunggal dan terpadu untuk seluruh pelayanan pemesanan serta pembelian tiket wisata alam di bawah naungan Ditjen KSDAE, yang meliputi Taman Nasional (TN), Taman Wisata Alam (TWA), dan Suaka Margasatwa (SM).

 

Cara Mengakses Aplikasi E-Ticketing ini dapat dilaksanakan melalui beberapa akses berikut:

Pengguna Android dapat mengunduh aplikasi “Ayo ke Taman Nasional” melalui Google Play Store;

Pengguna iPhone dapat mengakses portal web resmi Kementerian Kehutanan pada tautan https://ayoketamannasional.kehutanan.go.id/id; serta

Pembelian di tempat (On the spot) langsung kios tiket digital yang tersedia di pintu-pintu masuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang beroperasi.

Fitur unggulan aplikasi “Ayo Ke Taman Nasional” ini dirancang untuk memudahkan masyarakat sekaligus memperkuat tata kelola wisata alam di kawasan konservasi. Melalui aplikasi ini, pengunjung dapat memesan dan membeli tiket masuk taman nasional secara mudah melalui ponsel, kapan saja dan dari mana saja. Kemudian, sistem pembayaran juga dibuat lebih praktis, aman, dan nontunai melalui berbagai pilihan kanal pembayaran, seperti QRIS, dan transfer bank.

Selain memberikan kemudahan bagi pengunjung, aplikasi ini juga mendukung pengelolaan kawasan secara lebih tertib dan terukur. Fitur pemantauan jumlah pengunjung secara real time memungkinkan pengelola mengetahui kondisi kunjungan di lapangan, sehingga potensi kepadatan berlebih dapat dicegah dan kenyamanan wisatawan tetap terjaga. Dengan demikian, pengaturan kunjungan tidak hanya berorientasi pada pelayanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga daya dukung dan daya tampung kunjungan wisata alam.

Dari sisi tata kelola penerimaan negara, setiap transaksi pembelian tiket melalui aplikasi akan tercatat secara transparan, dan akuntabel. Hal ini memastikan bahwa penerimaan dari tiket masuk dapat dikelola dengan lebih tertib sebagai bagian dari PNBP.

Aplikasi ini juga membantu pengelola TN & TWA dalam memahami karakteristik pengunjung melalui pencatatan data dasar, seperti kelompok usia dan asal daerah, dengan tetap memperhatikan prinsip perlindungan data pribadi. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai dasar dalam peningkatan kualitas layanan, peningkatan penyediaan fasilitas pengelolaan, pengaturan kunjungan, serta penyusunan strategi pengelolaan wisata alam yang lebih berkelanjutan.

Aplikasi E-Ticketing AKTN telah menyelesaikan uji coba operasional yang intensif sebagai langkah pemantapan sebelum peluncuran resmi. Pada uji coba, sistem e-ticketing ini sukses diterapkan untuk mendigitalisasi akses di berbagai destinasi wisata alam di bawah pengelolaan Ditjen KSDAE.

Transformasi layanan ini kini telah aktif memfasilitasi para pengunjung wisata alam di wilayah BKSDA Jawa Tengah (TWA Telogo Warno/Telogo Pangilon dan TWA Grojogan Sewu), Balai TN Gunung Merbabu, Balai TN Gunung Merapi, Balai TN Baluran, Balai TN Gunung Halimun Salak, hingga kawasan Balai Besar TN Kerinci Seblat. Jangkauan digitalisasi ini juga telah berjalan di Balai TN Bunaken, Balai TN Alas Purwo, Balai TN Wakatobi, dan Balai TN Kelimutu.

Menariknya, adopsi teknologi ini tidak terbatas pada petualangan darat, pesona surga bawah laut pun turut terintegrasi melalui sejumlah titik penyelaman (dive sites) eksotis di kawasan tersebut. Semakin melengkapi keberhasilan uji coba, sistem AKTN juga telah dapat diakses wisatawan di Balai Besar KSDA Jawa Timur (TWA Kawah Ijen) serta Balai Besar TN Betung Kerihun Danau Sentarum.

Hasil uji coba menunjukkan respons yang sangat positif. Proses transaksi terbukti lebih cepat, pencatatan kunjungan menjadi lebih cepat dan presisi. Merespons keberhasilan tersebut, Kementerian Kehutanan menargetkan ekspansi sistem e-ticketing ke seluruh kawasan konservasi di Indonesia pada akhir tahun 2026. Seluruh UPT Ditjen KSDAE diminta mempercepat transisi digital ini.

Pada fase pengembangan selanjutnya, Kemenhut akan meningkatkan kapasitas sistem, menambahkan fitur-fitur baru seperti pemandu wisata, reschedule, refund, dan gamification, memperluas ketersediaan aplikasi ke App Store, serta memperkuat keamanan siber untuk melindungi data masyarakat.

Kemenhut memilih INDOFEST 2026 sebagai ajang peluncuran guna merangkul langsung para pengguna utama kawasan konservasi, seperti pendaki, penyelam, dan pegiat alam bebas. Kemenhut memandang komunitas outdoor bukan sekadar wisatawan, melainkan mitra strategis dalam upaya konservasi.

Melalui aplikasi AKTN, hasil penjualan setiap tiket dari para petualang akan disetorkan secara transparan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Kontribusi ini menjadi wujud nyata implementasi prinsip wisata yang bertanggung jawab (Responsible Tourism) guna mendukung terwujudnya ekowisata yang berkualitas.

Tags: Kemenhut meluncurkan aplikasi e-ticketingMenteri KehutananRaja Juli Antoni

Related Posts

Depresi, sakit jiwa,gangguan jiwa

Wamenkes Ajak Masyarakat Kenali Tanda-Tanda Gangguan Jiwa Sejak Dini

Editor
6 September 2026

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan jiwa dengan mengenali tanda-tanda gangguan jiwa sejak...

Inovasi produk Paragoncorp.(Foto: Istimewa)

Inovasi ParagonCorp, Kembangkan Produk dari Consumer Insight

Editor
5 September 2026

Memahami kebutuhan, pengalaman, dan perubahan perilaku konsumen menjadi salah satu sumber insight bagi ParagonCorp dalam mengembangkan produk dan inovasi yang...

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, memberi sambutan pada acara Radiodays Asia 2026 di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (2/9/2026).(Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif)

Indonesia Tuan Rumah Radiodays Asia 2026

Editor
3 September 2026

JAKARTA - Indonesia kembali menjadi tuan rumah Radiodays Asia 2026 yang berlangsung pada 1–3 September 2026 di Hotel Aryaduta, Jakarta....

Tazkiah Seninman Nasirun.(Foto: Humas Kemenbud)

Ketika Fadli Zon Mengenang Seniman Nasirun

Editor
30 Agustus 2026

YOGYAKARTA - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, hadir dalam takziah yang diselenggarakan oleh keluarga maestro seniman seni rupa Indonesia, Nasirun,...

Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim mendukung penyelenggaraan ChocoRun 2026 by Chocolaspa sebagai bagian dari upaya membangun budaya hidup.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

ChocoRun 2026 Dorong Perempuan Aktif di Kota Bogor Jaga Kesehatan

Editor
25 Agustus 2026

BOGOR - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor, Yantie Rachim mendukung penyelenggaraan ChocoRun 2026 by...

Stage di Festival lalala fest 2026 di JIexpo Kemayoran, Jakarta, Minggu 23/08/2026.(Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf)

LaLaLa Fest 2026, Wamen Ekraf: Bukti IP Kreatif Mampu Mendunia

Editor
25 Agustus 2026

LaLaLa Fest 2026 berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (23/8). JAKARTA - Pemerintah mendukung penuh potensi...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.