• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 24 Mei 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kit Deteksi Dini DBD Karya BRIN, Hasil Keluar 3 Menit

Editor
Minggu, 24 Mei 2026 - 07:28
Kit deteksi dini DBD karya BRIN.(Image: Humas BRIN)

Kit deteksi dini DBD karya BRIN.(Image: Humas BRIN)

SATUJABAR, TANGERANG SELATAN – Kit deteksi dini DBD atau Demam Berdarah Dengue karya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mampu mengeluarkan hasil tes dalam 3 menit.

Seperti diketahui DBD masih menjadi ancaman serius di Indonesia yang masuk klaster daerah tropis. Penyakit yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus ini kerap tidak terdeteksi sejak dini sehingga penderita datang dalam kondisi trombosit sudah turun drastis. Gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, dan nyeri sendi sering dianggap sepele, padahal jika terlambat ditangani bisa berujung pada kematian. Untuk mengatasi masalah ini, para peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus berinovasi menemukan solusi yang cepat, tepat, dan mudah digunakan oleh masyarakat.

RelatedPosts

Program AKTIF Musik Kementerian Ekraf Menjangkau Ternate & Tidore

Wamen Ekraf Soroti Komunitas Dance dan Pop Culture

Iduladha 2026: Ragam Kuliner Olahan Daging

Peneliti Ahli Madya dari Pusat Riset Kimia Molekuler BRIN, Agustina Sus Andreani, mengembangkan kit pendeteksi DBD menggunakan nanopartikel emas. Dalam paparannya yang disampaikan dalam Webinar Jejak Kimia Molekuler #8, Jumat (22/5), ia mengatakan, metode ini diklaim jauh lebih praktis dibandingkan pemeriksaan konvensional seperti RT-PCR yang memerlukan alat rumit dan mahal serta tenaga ahli kompeten.

“Kami mengusulkan metode rapid test dengan nanopartikel emas sebagai biosensor karena sifatnya mudah disintesis, memiliki sifat optik unik, inert, dan biokompatibel,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa nanopartikel emas memiliki gelombang khas pada rentang 500–550 nanometer yang bisa berubah warna saat berinteraksi dengan virus,” Agustina seperti dikabarkan Humas BRIN.

BACA JUGA: Pak Firdaus Jemaah Haji yang Sempat Hilang Ditemukan Wafat

BACA JUGA: Dieng Caldera Race 2026 : Cara Mudah Dapatkan Slot Lewat bank bjb

Ia melanjutkan, yang membuat metode ini unggul adalah target deteksinya, yakni protein NS1 yang muncul sejak hari pertama hingga hari ketiga setelah seseorang terinfeksi virus dengue. NS1 ini cocok sekali untuk rapid test karena bisa mendeteksi sejak awal terkena virus, berbeda dengan metode IGm dan IgG yang baru bisa dilakukan 3-5 hari setelah infeksi.

Dengan deteksi dini, pasien bisa segera mendapatkan penanganan medis sehingga risiko kematian akibat DBD dapat ditekan secara signifikan. Peneliti BRIN pun membuat kit sensor dalam berbagai bentuk, mulai dari kit gel, kit kertas, kit film, hingga kit kain agar mudah digunakan di mana saja.

“Dari beberapa kit yang dikembangkan, sensor gel mencatatkan kinerja terbaik, bahkan lebih baik daripada sensor kertas. Sementara itu, sensor cair menjadi yang tercepat dalam hal waktu deteksi. Sensor gel itu saya buat seperti mencetak agar-agar menggunakan agarose, di mana nanopartikelnya berperan sebagai pelarut yang sudah dimodifikasi,” Agustina mengungkapkan.

Perubahan warna yang terjadi kemudian ditangkap menggunakan kamera smartphone dan diolah untuk mengetahui konsentrasi virus. Semakin tinggi konsentrasi NS1, berarti virus baru masuk ke tubuh, sebaliknya jika rendah artinya tubuh sudah mulai membentuk antibodi.

“Keunggulan lain dari kit ini adalah sifatnya yang point of care alias bisa dibawa ke mana-mana dan digunakan tanpa perlu tenaga ahli. Masyarakat cukup mengambil sampel darah, meneteskan ke kit, lalu mencocokkan perubahan warna dengan panduan yang ada di kemasan. Jika terjadi perubahan warna dari merah tua menjadi pink pudar, itu artinya positif DBD,” ujarnya.

Hasilnya kemudian dikonfirmasi melalui aplikasi di smartphone untuk mengetahui konsentrasinya secara pasti. Dengan cara ini, pasien yang hasilnya positif dapat segera datang ke dokter untuk cek darah lengkap dan mendapatkan pengobatan dini.

Agustina mengatakan, DBD masih kerap menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) di berbagai wilayah Indonesia. Dengan adanya kit ini, pasien yang mengalami gejala seperti demam dan pegal-pegal, dapat melakukan rapid test sendiri di rumah. Jika hasilnya positif, ia dapat segera menghubungi dokter sehingga angka kematian maupun keparahan gejala akut akibat DBD di tahap kedua bisa ditekan. Inovasi dari BRIN ini bermanfaat agar masyarakat Indonesia lebih waspada dan cepat bertindak dalam menghadapi ancaman demam berdarah.

Tags: Kit deteksi dini DBD

Related Posts

Pegiat kreatif di Maluku Utara saat menggarap program Aktif Musik Kementerian Ekraf.(Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf)

Program AKTIF Musik Kementerian Ekraf Menjangkau Ternate & Tidore

Editor
24 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Program Aktif Musik Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) kini mengangkat pegiat kreatif Maluku Utara. Melalui Deputi...

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menerima audiensi World Dance Crew Championships (WDCC) bersama Suwe Ora Jamu, Jakarta, Rabu (20/5/2026).(Foto: Humas Kemenekraf)

Wamen Ekraf Soroti Komunitas Dance dan Pop Culture

Editor
21 Mei 2026

Peluang kolaborasi pengembangan wellness berbasis budaya kreatif melalui kompetisi street dance internasional terbuka saat Wamen Ekraf menerima audiensi World Dance...

Sate klathak bisa dibuat dari bahan daging kurban Iduladha.(Foto: Kemenpar)

Iduladha 2026: Ragam Kuliner Olahan Daging

Editor
20 Mei 2026

Iduladha 2026 identik dengan limpahan daging kurban, baik sapi maupun kambing. Momen Hari Raya Iduladha selalu membawa kebahagiaan tersendiri, salah...

Sun In Pangandaran

Kesetiaan yang Tak Tergoyahkan: Cerita Pak Dedi, Warga Bandung yang Selalu “Pulang” ke Sun In Pangandaran

Editor
19 Mei 2026

Musim libur sekolah segera tiba, mendorong masyarakat mencari lokasi liburan yang aman, nyaman, dan tentunya berkesan. Tim Satujabar.com, mencoba mengangkat...

Wamen Ekraf Irene Umar menyampaikan gagasan tentang pengembangan IP lokal.(Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.)

IP Lokal Harus Berkibar Ke Tingkat Global, Kata Wamen Ekraf

Editor
17 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA – IP local harus tumbuh dan berkembang dengan dukungan semua elemen masyarakat Indonesia. Dengan demikian industri kreatif Indonesia...

Nyetir sambil main hape.(Image: pexels)

Main Hape Saat Nyetir, Bahaya Lho!

Editor
17 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Main hape saat nyetir benar-benar berbahaya. Kebiasaan yang sudah seharusnya tidak dilakukan sebab keselamatan di jalan raya...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.