• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 16 Mei 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Beda Fatwa Dam Haji, Musyrif Dini: Piliha Yang Tenangkan Hati

Editor
Sabtu, 16 Mei 2026 - 05:55
Jemaah haji Indonesia di musim haji 2026.(Foto: Humas Kemenhaj)

Jemaah haji Indonesia di musim haji 2026.(Foto: Humas Kemenhaj)

Beda fatwa dam, MUI menyatakan penyembelihan hewan Dam di luar Tanah Suci (Arab Saudi) tidak sah. Di sisi lain, terdapat ormas bolehkan penyembelihan di Tanah Air (Indonesia).

SATUJABAR, MAKKAH – Anggota Musyrif Dini (Konsultan Ibadah) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Buya Gusrizal, menanggapi munculnya perbedaan pandangan terkait lokasi penyembelihan hewan Dam haji. Ia menegaskan bahwa perbedaan tersebut merupakan khazanah fikih dan meminta umat untuk tetap tenang dalam menjalankan ibadah.

RelatedPosts

Gregoria Mariska Tunjung Mundur dari Pelatnas PBSI

Kloter Jemaah Haji Madinah Terakhir Bergerak ke Makkah

Polres Karawang Siaga Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus

Hal ini disampaikan Buya Gusrizal menanggapi rilis terbaru Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan penyembelihan hewan Dam di luar Tanah Suci (Arab Saudi) tidak sah. Di sisi lain, terdapat lembaga keumatan lain yang membolehkan penyembelihan dilakukan di Tanah Air (Indonesia).

“Ada dua pendapat yang berkembang di Tanah Air, dan keduanya berkedudukan sama-sama fatwa. Belum ada satu pun dari fatwa itu yang dijadikan regulasi dengan kekuatan hukum mengikat. Karena itu, masalahnya bukan pada esensi fatwa, melainkan pada bagaimana fatwa itu disosialisasikan kepada umat,” ujar Buya Gusrizal saat diwawancarai di Kantor Daerah Kerja Makkah, Jumat 15 Mei 2026 dilansir laman Kemenhaj.

Buya Gusrizal yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Bidang Fatwa Metodologi ini menjelaskan bahwa secara hakikat, umat tidak bisa dipaksa untuk mengambil satu fatwa tertentu. Ia menekankan pentingnya bagi jemaah untuk memilih pandangan yang memberikan ketenangan batin sesuai tuntunan guru atau lembaga yang mereka ikuti.

“Manapun fatwa yang mereka pilih, itu adalah pilihan hati mereka, mana yang membuat mereka tenang dan damai. Sikap kita sebagai musyrif dini adalah melihat umat harus menjalankan ibadah dengan tenang,” tambahnya.

Ia menguraikan bahwa sebenarnya kedua fatwa tersebut memiliki titik temu. Fatwa yang membolehkan penyembelihan di luar Tanah Haram sifatnya tidak mengharuskan, sementara fatwa MUI mengharuskan di Tanah Haram. Artinya, jika disembelih di Tanah Haram, maka kedua fatwa tersebut sama-sama sepakat akan keabsahannya.

Namun, Buya menyayangkan jika narasi perbedaan ini disampaikan secara kaku di tengah masa pelaksanaan haji yang singkat sehingga berpotensi membingungkan jemaah.

“Ijtihad tidak bisa dibatalkan dengan ijtihad yang sama. Risiko yang akan terjadi kalau ini diperhadapkan adalah mendatangkan kebingungan kepada umat. Padahal, beban fatwa itu berada di pundak mufti (pemberi fatwa), bukan pada pundak mustafti (jemaah yang mengikuti),” tegasnya.

Terkait tugas PPIH, Buya Gusrizal memastikan para Musyrif Dini berkomitmen untuk mengawal pelaksanaan penyembelihan Dam di Tanah Haram agar tetap sesuai dengan ketentuan syariat dan regulasi pemerintah setempat.

“Tugas teknis kita adalah di Tanah Haram. Jadi, jemaah yang mengikuti fatwa MUI bahwa Dam harus di Tanah Haram, kita kawal agar penyembelihannya dilakukan melalui lembaga resmi yang telah ditunjuk, yaitu Adahi. MUI tidak membolehkan penyembelihan asal-asalan; ketentuan syariat harus tetap diterapkan,” jelasnya.

Bagi jemaah yang memilih fatwa penyembelihan di Tanah Air, Buya mengimbau agar dilaksanakan melalui lembaga yang akuntabel, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan laporannya kepada pihak penyelenggara haji.

Menutup keterangannya, Buya Gusrizal berencana akan mempertemukan berbagai lembaga pemberi fatwa setelah musim haji usai untuk mencari titik temu.

“Saat ini, yang mendesak adalah kita kawal pelaksanaan ibadah umat sampai selesai dengan tenang dan nyaman. Majelis Ulama akan tetap menjadi tenda besar dan pengayom bagi seluruh umat dengan berbagai perbedaan pandangannya,” pungkasnya.

Tags: Beda fatwa damkemenhajkementerian haji

Related Posts

Gregoria Mariska Tunjung.(Foto: Dok. Humas PBSI)

Gregoria Mariska Tunjung Mundur dari Pelatnas PBSI

Editor
16 Mei 2026

Gregoria Mariska Tunjung telah berkontribusi banyak bagi Pelatnas termasuk Medali Perunggu Olimpiade Paris 2024, Juara Spain Masters 2023, Kumamoto Masters...

Pergerakan kloter jemaah haji.(Foto: Humas Kemenhaj)

Kloter Jemaah Haji Madinah Terakhir Bergerak ke Makkah

Editor
16 Mei 2026

SATUJABAR, MADINAH – Kloter jemaah haji terakhir dari Madinah bergerak menuju Makkah pada Jum’at 15 Mei 2026, menandai berakhirnya operasional...

Kondisi arus lalu-lintas di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama saat arus balik Lebaran 2026.(Foto:Istimewa).

Polres Karawang Siaga Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus

Editor
16 Mei 2026

SATUJABAR, KARAWANG – Polres Karawang dari Jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) kerahkan 66 personel pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas...

Jalan Tol Jakarta-Cikampek.(Foto: Istimewa). Keluar Jabotabek

Kendaraan Keluar Jabotabek Hingga Hari H Kenaikan Yesus Kristus 2026 Capai 334 Ribu Kendaraan

Editor
16 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Kendaraan keluar Jabotabek dari H-1 hingga Hari H Kenaikan Yesus Kristus 2026 capai 334 ribu kendaraan, ungkap...

Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton menunjukan barang bukti dalam kasus pembunuhan pria terhadap mantan adik ipar.(Foto:Istimewa).

Pria Bunuh Mantan Adik Ipar di Bandung Sudah Direncanakan, Pelaku Sakit Hati dan Dendam

Editor
15 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Pria pembunuh wanita mantan adik iparnya di Kota Bandung, Jawa Barat, telah diamankan polisi. Polisi memastikan, tindakab sadis pelaku...

Tangkapan layar rekaman CCTV pelaku begal mahasiswi Unpad di kawasan Jatinangor, Sumedang.(Foto:Istimewa).

Mahasiswi Unpad Jadi Korban Begal, Kampus Berikan Pendampingan

Editor
15 Mei 2026

SATUJABAR, SUMEDANG--Mahasiswi Universitas Padjadjaran (Unpad) menjadi korban begal hingga sempat dilindas sepeda motor pelaku, di kawasan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.