• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 12 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kenapa Industri Antariksa Global Geser Eksplorasi ke Bulan? Ini Penjelasan BRIN

Editor
Jumat, 15 Mei 2026 - 04:38
Proses gerhana bulan.(Image: BMKG).Eksplorasi bulan

Proses gerhana bulan.(Image: BMKG)

SATUJABAR, BOGOR – Kajian mengenai perkembangan industri antariksa menunjukkan bahwa arah riset dan inovasi teknologi sangat dipengaruhi oleh pola investasi global. Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Teknologi Satelit (PRTS) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Eriko Nasemudin Nasser mengatakan bahwa strategi misi antariksa kini menempatkan Bulan sebagai tahap awal pembangunan infrastruktur sebelum menuju Mars.

“Bulan lebih realistis untuk dieksplorasi dan dikembangkan karena memiliki berbagai sumber daya, seperti oksigen, aluminium, silikon, ilmenit, dan unsur tanah jarang, yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan dasar misi jangka panjang, termasuk air, oksigen, dan bahan bakar roket,” terang Eriko dalam Kolokium Series 5 bertema Penerapan Model Based System Engineering (MBSE) pada Proyek Ruang Angkasa, yang digelar secara hibrida di Kawasan Sains Ibnoe Soebroto, Rancabungur, Bogor, Selasa 12 Mei 2026, seperti dilansir laman BRIN Kamis 14 Mei 2026.

RelatedPosts

Kasus Bulying di Asrama Kampus Telkom University Bandung, Pelaku di ‘DO’ Rektor Minta Maaf

Serangan ke Bandara Arab Saudi, Kemenhaj Imbau WNI Waspada

Menhub Dudy: Aturan Ojol Masuk dalam Revisi UU LLAJ

Eriko menyebutkan pentingnya systems engineering untuk mengintegrasikan komponen misi serta menyeimbangkan performa, risiko, jadwal, dan anggaran. Ia mencontohkan rover penambang di Bulan yang dirancang dari berbagai subsistem seperti roda, navigasi, komunikasi, serta perlindungan terhadap suhu ekstrem dan radiasi,  agar seluruh komponen kompatibel dan bekerja optimal.

Di sisi lain, menurut Eriko, ada beberapa alasan eksplorasi bulan lebih realistis dalam melakukan riset antariksa lainnya, seperti eksplorasi asteroid. Dikatakannya, eksplorasi asteroid menghadapi tantangan teknologi, biaya, dan paparan radiasi di luar perlindungan medan magnet Bumi, sehingga wahana memerlukan komponen elektronik dengan ketahanan radiasi tinggi.

“Komponen elektronik umum hanya mampu bertahan pada 5 hingga 20 kilorad, sedangkan misi antariksa memerlukan ketahanan yang jauh lebih tinggi,” jelasnya.

BACA JUGA: Harga Emas Kamis 14/5/2026 Antam Rp 2.839.000 Per Gram

Selain radiasi, biaya misi menjadi kendala utama. Eriko mencontohkan misi OSIRIS-REx milik NASA yang menelan biaya sekitar 1,1 miliar dolar Amerika Serikat untuk pengambilan sampel asteroid Bennu. Perusahaan rintisan asteroid mining berhenti sejak 2018, sehingga fokus bergeser ke pemanfaatan sumber daya di Bulan.

Di sisi lain, Eriko menjelaskan bahwa salah satu pendekatan untuk membaca perkembangan teknologi adalah melalui konsep hype cycle. Konsep ini menggambarkan tahapan perkembangan mulai dari kemunculan, peningkatan popularitas teknologi hingga mencapai fase produktif, dan dapat digunakan untuk melihat perkembangan berbagai teknologi, tidak hanya di industri antariksa.

“Dasarnya adalah ke mana investor menginvestasikan dananya. Ketika investasi bergerak, arah riset ikut mengikuti,” ujarnya.

BACA JUGA: Kandang Kambing Kebakaran di Lembang, 30 Ekor Buat Hewan Kurban Mati Terpanggang

Ia menjelaskan, sejumlah teknologi antariksa masih berada pada tahap awal pengembangan, seperti space elevator, in-space recycling, dan in-space construction. Sementara itu, teknologi observasi bumi, seperti optical observation dan synthetic aperture radar (SAR), diperkirakan akan mencapai fase produktif dalam dua hingga lima tahun ke depan.

“Jika dilihat dari kurva hype cycle, beberapa teknologi observasi bumi sudah mendekati fase produktif,” kata Eriko.

Berbeda dengan teknologi observasi bumi, asteroid mining dinilai mengalami penurunan minat sebelum berkembang optimal. Eriko menyebut teknologi ini sempat menarik perhatian karena potensi ekonominya besar, bahkan sejumlah perusahaan rintisan menyusun basis data asteroid beserta estimasi nilai berdasarkan ukuran dan kandungan materialnya.

“Setiap asteroid diberi valuasi, mulai dari miliaran hingga triliunan dolar Amerika Serikat, tergantung pada komposisi materialnya, seperti air, hidrogen, logam, besi, dan nikel,” ungkapnya.

Salah satu asteroid yang banyak dikaji adalah Ryugu melalui misi Hayabusa2 milik badan antariksa Jepang (JAXA). Eriko menjelaskan, misi yang berlangsung 2014–2020 itu hanya melakukan pengambilan sampel dalam hitungan detik.

SIMAK: Follow TikTok Satujabar.com

Tags: BRINeksplorasi bulaneksplorasi mars

Related Posts

Stop Bullying, atau Perundungan.(Foto:Istimewa).

Kasus Bulying di Asrama Kampus Telkom University Bandung, Pelaku di ‘DO’ Rektor Minta Maaf

Editor
12 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Telkom University Bandung, Jawa Barat, menjatuhkan sanksi tegas, melakukan pemecatan, atau drop-out (DO) terhadap mahasiswa Fakultas Rekayasa Industri, setelah...

Jemaah haji Indonesia turun dari pesawat.(Foto: Humas Kemenhaj)

Serangan ke Bandara Arab Saudi, Kemenhaj Imbau WNI Waspada

Editor
12 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi, termasuk jemaah...

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Jakarta, Minggu (11/10). Menurut Menhub Dudy, pengaturan dalam UU LLAJ menjadi salah satu upaya untuk menyesuaikan regulasi dengan perkembangan layanan transportasi berbasis aplikasi yang masif digunakan masyarakat saat ini. Aturan yang tengah dibahas adalah melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Ketiga atas UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ.(Foto: Kemenhub)

Menhub Dudy: Aturan Ojol Masuk dalam Revisi UU LLAJ

Editor
12 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Perhubungan tengah menyiapkan peraturan terkait layanan transportasi berbasis aplikasi, termasuk ojek online (ojol), revisi dalam Undang-Undang tentang...

Wakil Menteri Kesehatan Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono.(Foto: Humas Kemenkes)

Tingkatkan Kualitas SDM, Kemenkes Tegaskan Kesehatan Jiwa Sangat Penting

Editor
12 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa kesehatan jiwa merupakan aspek penting dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Kesehatan...

(Foto: Istimewa)

Hadapi Pekerjaan Kritikal di Tengah Laut, Manajemen Pertamina Patra Niata Kilang Balongan Tegas Ingatkan Aspek Safety

Editor
12 Oktober 2026

INDRAMAYU - Kilang Pertamina Balongan tengah bersiap melaksanakan pekerjaan krusial yang berlokasi di tengah laut, yakni pekerjaan Change Over SPM...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Senin 12/10/2026 Antam Rp 2.594.000 Per Gram

Editor
12 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Senin 12/10/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.594.000 per gram...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.