• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 15 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Burung Kareo Padi Kuliner Favorit di Siantar, Ini Alasannya?

Editor
Selasa, 12 Mei 2026 - 04:22
Burung kareo padi.(Foto: BRIN)

Burung kareo padi.(Foto: BRIN)

SATUJABAR, JAKARTA – Burung kareo padi telah menjadi santapan populer Warga Kota Siantar Sumatera Utara. Burung dengan nama latin Amaurornis Phoenicurus itu dikenal juga sebagai burung ruak-ruak memiliki nilai ekonomi, terutama di Kota Siantar, Sumatera Utara. Daging burung ini telah menjadi kuliner legendaris yang banyak diburu wisatawan dan masyarakat lokal.

Peneliti dari Pusat Riset Zoologi Terapan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Widya Pintaka Bayu Putra menyampaikan penelitiannya mengenai “Potensi Burung Kareo Padi (Amaurornis Phoenicurus) Untuk Produksi Daging Di Indonesia”. Ia menemukan bahwa kualitas dagingnya memiliki profil nutrisi yang menarik, salah satunya kandungan Glutamat yaitu asam amino yang menciptakan rasa gurih pada makanan.

RelatedPosts

Sejarah Kota Bandung Diungkap Bandung Heritage dalam Milestone Kota Bandung

Yuk! Jajaki Fun Offroad di Sumedang

Musiconic 2026: Panggung Musik Indie Kota Bandung

“Tingginya kandungan asam Glutamat dan asam lemak tertentu ini memberikan gambaran mengapa burung daging kareo padi memiliki cita rasa khas dan diminati secara luas sebagai bahan pangan fungsional maupun kuliner tradisional,” ungkap Bayu dalam sesi pemaparan ilmiah, dalam webinar Sharing Session Zoopedia Series #18 : Kelompok Riset Domestikasi dan Pemuliaan Hewan Tropis yang dilaksanakan secara hybrid di Kawasan Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno Cibinong, Kamis 7 Mei 2026 seperti dikabarkan Humas BRIN 12 Mei 2026.

BACA JUGA: Jemaah Haji Wafat Capai 24 Orang Per 11 Mei 2026

Lebih jauh, dijelaskan Bayu, dibandingkan dengan spesies avifauna lain seperti ayam, burung puyuh, pheasant, dan partridge, daging kareo padi memiliki komposisi asam lemak Palmitic dan Saturated Fatty Acid (SFA) yang paling tinggi. Selain itu, ditemukan juga kandungan Glutamat pada daging sebesar 0,48%.

“Berdasarkan uji sampel, terdeteksi 33 jenis asam lemak. Dimana komposisi asam lemak antara lain palmitic, stearic, elaidic, dan linoleic menunjukkan angka yang sangat tinggi,” terang pria peraih gelar Doktor Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan dari Institut Pertanian Bogor tersebut.

Tags: BRINBurung Kareo Padi

Related Posts

Bandung Heritage menghadirkan pameran Milestone Kota Bandung di Microlibrary Asia Afrika pada 5–18 Oktober 2026 untuk memperkenalkan jejak sejarah dan tonggak penting perkembangan Kota Bandung kepada masyarakat.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Sejarah Kota Bandung Diungkap Bandung Heritage dalam Milestone Kota Bandung

Editor
13 Oktober 2026

BANDUNG - Bandung Heritage menghadirkan pameran Milestone Kota Bandung di Microlibrary Asia Afrika pada 5–18 Oktober 2026 untuk memperkenalkan jejak...

Kabupaten Sumedang kini memiliki pilihan wisata baru melalui aktivitas jeep fun offroad yang menawarkan pengalaman menjelajahi keindahan alam dan destinasi wisata Sumedang.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Yuk! Jajaki Fun Offroad di Sumedang

Editor
12 Oktober 2026

Kabupaten Sumedang kini memiliki pilihan wisata baru melalui aktivitas jeep fun offroad yang menawarkan pengalaman menjelajahi keindahan alam dan destinasi...

Musiconic 2026 Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Musiconic 2026: Panggung Musik Indie Kota Bandung

Editor
11 Oktober 2026

BANDUNG - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung menyelenggarakan kegiatan Musiconic 2026 Bandung IndieMusic Appreciation (BIMA) di De Majestic,...

Depresi, sakit jiwa,gangguan jiwa

9 Dari 10 Orang Depresi Belum Terjangkau Layanan Kesehatan

Editor
10 Oktober 2026

Dari sekitar 3 juta orang dengan depresi, baru 12,7 persen yang mendapatkan pengobatan. Artinya, 9 dari 10 orang dengan depresi...

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif / Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar bersama Raphael Donny membahas dan menegaskan seni video mapping sebagai salah satu konten digital yang diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan baru ekonomi kreatif nasional. Jakarta, Rabu (7/10/2026).(Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.)

Wamen Ekraf Dorong Karya Video Mapping di WCCE 2026

Editor
9 Oktober 2026

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif / Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menegaskan seni video mapping sebagai...

Macklemore menyanyikan "Can't Hold Us" secara ‘LIVE’ (Sumber: Facebook/Macklemore)

Rilis Tahun 2011, Lagu Macklemore “Can’t Hold Us” Melejit di Tangga Lagu Global

Editor
9 Oktober 2026

BANDUNG - Lagu populer Can't Hold Us karya Macklemore yang dirilis lebih dari satu dekade lalu kini kembali mengalami lonjakan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.