• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 25 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
Advertisement
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Hilirisasi Atsiri Melalui Pengembangan Pusat Flavor and Fragrance di Bali

Editor
Senin, 11 Mei 2026 - 01:07
Hilirisasi Atsiri Melalui Pengembangan Pusat Flavor and Fragrance di Bali.(Foto: Kemenperin)

Hilirisasi Atsiri Melalui Pengembangan Pusat Flavor and Fragrance di Bali.(Foto: Kemenperin)

SATUJABAR, JAKARTA – Hilirisasi atsiri berujung dengan penguatan Pusat Flavor and Fragrance (PFF) Bali sebagai pusat inovasi, pelatihan, dan inkubasi bisnis produk berbasis minyak atsiri. Hal itu ditegaskan oleh Kementerian Perindustrian yang terus berkomitmen untuk memperkuat pengembangan industri berbasis sumber daya alam melalui percepatan hilirisasi minyak atsiri nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri flavor, fragrance, dan wellness berbasis bahan alam karena didukung kekayaan biodiversitas serta ketersediaan komoditas minyak atsiri yang melimpah.

RelatedPosts

Program Jaga Desa di Sumedang, Ini Tujuannya

Bangbara Siap Usir Stress Warga Kota Bandung

Hilirisasi Nikel Temui Kendala Tren Global

“Pengembangan Pusat Flavor and Fragrance Bali menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat hilirisasi minyak atsiri nasional agar tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi seperti parfum, aromaterapi, produk spa, kosmetik, hingga produk rumah tangga berbasis bahan alam,” ujar Menteri Perindustrian dalam keterangannya di Jakarta 11 Mei 2026.

Menurut Menperin, Bali memiliki peluang pasar yang sangat besar untuk pengembangan industri hilir minyak atsiri karena didukung tingginya aktivitas pariwisata serta berkembangnya industri spa dan wellness. Tren gaya hidup sehat dan wellness tourism turut meningkatkan kebutuhan produk aromaterapi, minyak spa, parfum, lilin aromaterapi, dan produk perawatan tubuh berbahan alami.

Sebelumnya, jajaran Direktorat Jenderal Industri Agro bersama media melakukan kunjungan kerja ke Bali untuk melihat perkembangan PFF Bali sekaligus melihat potensi pengembangan industri hilir minyak atsiri yang dikembangkan bersama pelaku industri lokal, termasuk PT Spa Factory Bali.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika menyampaikan, pengembangan PFF Bali diarahkan untuk memperkuat ekosistem industri flavor dan fragrance nasional melalui peningkatan kompetensi SDM, pengembangan inovasi produk, serta penguatan jejaring industri.

“PFF Bali tidak hanya menjadi pusat pelatihan, tetapi juga diharapkan mampu menjadi katalis pengembangan industri flavor dan fragrance nasional berbasis minyak atsiri Indonesia. Melalui fasilitas ini, kami mengupayakan lahirnya produk-produk inovatif yang memiliki daya saing di pasar domestik maupun global,” kata Putu Juli Ardika.

Sejak dikembangkan, PFF Bali telah melaksanakan berbagai kegiatan pengembangan kapasitas dan pelatihan berbasis minyak atsiri. Salah satu program strategis yang telah dilaksanakan adalah pelatihan sertifikasi peracikan minyak spa berbasis minyak atsiri bagi 40 pekerja migran Indonesia bekerja sama dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) sebagai bagian dari penguatan kompetensi tenaga kerja sektor spa dan wellness internasional, termasuk untuk penempatan kerja ke Maldives.

Selain itu, PFF Bali juga telah menyelenggarakan pelatihan nonsertifikasi peracikan aromaterapi atsiri bagi internal BDI Denpasar dan masyarakat umum, mini class “Create Your Scent” bersama Spa Factory Bali, serta penyusunan kurikulum peracikan parfum berbahan minyak atsiri untuk mendukung pengembangan SDM industri flavor dan fragrance nasional.

Pada tahun 2026, pengembangan PFF Bali terus diperkuat melalui berbagai program pelatihan berbasis praktik yang mendukung pengembangan industri hilir minyak atsiri dan ekonomi kreatif masyarakat. Pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi produk sabun hasil kerja sama BDI Denpasar dan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana telah dilaksanakan pada 13 Maret 2026 dengan jumlah peserta sebanyak 22 orang.

Selanjutnya, PFF Bali akan melaksanakan Pelatihan Peracikan Parfum pada 29 Mei 2026 sebagai bagian dari pengembangan kompetensi industri fragrance berbasis minyak atsiri. Selain itu, akan diselenggarakan Pelatihan Pembuatan Sabun dan Lilin Aromaterapi pada 29 Juni 2026 guna mengembangkan produk wellness berbasis bahan alam. Pada 7 Agustus 2026, PFF Bali juga direncanakan menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Dupa Aromaterapi untuk mendukung diversifikasi produk hilir minyak atsiri bernilai tambah.

Putu menambahkan, pengembangan industri flavor dan fragrance nasional memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, akademisi, asosiasi, dan pelaku usaha agar tercipta rantai nilai industri yang berkelanjutan.

“Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan produk flavor, fragrance, dan wellness berbasis bahan alam di tingkat global. Karena itu, penguatan hilirisasi dan pengembangan SDM industri harus terus dipercepat,” pungkasnya.

Keberadaan PFF Bali diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri wellness dan spa nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas minyak atsiri Indonesia melalui pengembangan produk-produk inovatif dan berdaya saing.

Tags: Agus Gumiwang KartasasmitabaliHilirisasikemenperinPusat Flavor and Fragrance

Related Posts

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir jelaskan program Jaga Desa.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Program Jaga Desa di Sumedang, Ini Tujuannya

Editor
25 Juni 2026

SATUJABAR, SUMEDANG - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menghadiri kegiatan Optimalisasi Jaksa Garda Desa dalam Mendukung Program Prioritas Nasional (Jaga...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di peluncuran Bangbara.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Bangbara Siap Usir Stress Warga Kota Bandung

Editor
25 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat layanan kesehatan mental bagi masyarakat. Salah satunya melalui peluncuran Bangbara, layanan...

Pertambangan di Indonesia,hilirisasi timah,mineral kritis,mineral strategis

Hilirisasi Nikel Temui Kendala Tren Global

Editor
25 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Ambisi Indonesia menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) global menghadapi tantangan baru seiring pesatnya...

Pertamina.(Foto: Dok. Pertamina)

Pertamina Bukukan Pendapatan Tahun 2025 Sebesar Rp1.167,99 Triliun

Editor
25 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) membukukan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025. Di tengah dinamika industri energi global dan...

Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menyambut jemaah haji di Aula Asrama Haji Antara Provinsi Jambi, Rabu malam (24/6/2026).(Foto: Kemenhaj)

Menhaj Sambut Jemaah Haji di Jambi

Editor
25 Juni 2026

SATUJABAR, JAMBI - Sebanyak 444 jemaah haji BTH-20 asal Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi tiba kembali di Tanah Air...

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan.(Foto:Istimewa).

Polda Jabar Buka Call Center, Dugaan Korban Lain Taufik Hidayat Buat Melapor

Editor
25 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Penyidik Polda Jawa Barat masih mendalami kemungkinan ada korban Taufik Hidayat lainnya dalam kasus penyekapan dan penganiayaan, selain YT,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.