SATUJABAR, JAKARTA- Survei konsumen April 2026 oleh Bank Indonesia menunjukkan, rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) tercatat sebesar 72,1%.
Data itu relatif stabil dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 72,2%. Sementara itu, proporsi pembayaran cicilan/utang (debt installment to income ratio) sebesar 9,7%, lebih rendah dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 10,2%. Lebih lanjut, proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) sebesar 18,2%, lebih tinggi dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 17,6%.
Proporsi konsumsi terhadap pendapatan terindikasi menurun pada kelompok pengeluaran Rp1-2 juta (74,6%), Rp3,1-4 juta (70,0%), dan >Rp5 juta (69,9%), sedangkan kelompok pengeluaran lainnya terindikasi meningkat. Sementara itu, porsi pendapatan untuk pembayaran cicilan mengalami penurunan pada kelompok pengeluaran Rp2,1-3 juta (9,3%), Rp4,1-5 juta (10,3%), dan >Rp5 juta (10,9%).
Survei Konsumen April 2026: Yakin Ekonomi Tetap Kuat
Di sisi lain, Survei Konsumen April 2026 oleh Bank Indonesia mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat. Hal ini tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April 2026 yang berada pada level optimis sebesar 123,0, sedikit lebih tinggi dari IKK bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 122,9.
Optimisme konsumen tersebut ditopang oleh tetap kuatnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi kondisi ekonomi ke depan. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) masing-masing tercatat sebesar 116,5 dan 129,6.
Perkembangan Indeks Keyakinan Konsumen
Berdasarkan kelompok pengeluaran, keyakinan konsumen pada April 2026 tetap optimis pada seluruh kelompok pengeluaran, dengan peningkatan IKK tercatat pada responden kelompok Rp4,1-5 juta dan >Rp5 juta masing-masing menjadi sebesar 127,6 dan 128,2. Berdasarkan usia, IKK juga tetap di level optimis pada seluruh kelompok usia, dengan IKK tertinggi tercatat pada responden usia 20-30 tahun (130,4). Secara spasial, IKK mengalami peningkatan terbesar di Pontianak, Bandar Lampung, dan Surabaya, sementara penurunan IKK terjadi antara lain di Medan, Mataram, dan Banjarmasin.








