• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 12 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kampung Nelayan Merah Putih di Leato Didatangi Prabowo

Editor
Minggu, 10 Mei 2026 - 05:30
Presiden Prabowo Subianto hadir langsung meninjau Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan pada Sabtu (09/05/2026).(Foto: Setneg)

Presiden Prabowo Subianto hadir langsung meninjau Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan pada Sabtu (09/05/2026).(Foto: Setneg)

SATUJABAR, JAKARTA – Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, didatangi Presiden Prabowo Subianto.

Di sana denyut kehidupan nelayan kini mulai berubah. Di kawasan yang dahulu identik dengan keterbatasan fasilitas melaut, berdiri Kampung Nelayan Merah Putih yang membawa harapan baru bagi masyarakat pesisir. Bukan sekadar deretan bangunan dan fasilitas perikanan, kawasan ini menjadi simbol hadirnya negara dalam menjawab kebutuhan nyata nelayan mulai dari pembuatan es balok, penyimpanan ikan, hingga dukungan operasional melaut.

RelatedPosts

Kapolresta Bandung: Kasus Bulying di Telkom University Belum Terima Laporan, Bisa Diproses dan Ditindak

Kasus Bullying di Asrama Kampus Telkom University Bandung, Pelaku di ‘DO’ Rektor Minta Maaf

Serangan ke Bandara Arab Saudi, Kemenhaj Imbau WNI Waspada

Harapan itu terasa semakin kuat ketika Presiden Prabowo Subianto hadir langsung meninjau Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan pada Sabtu (09/05/2026). Kehadiran Kepala Negara di kawasan pesisir tersebut menjadi penanda bahwa pembangunan sektor kelautan dan kesejahteraan nelayan menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional.

Bagi Suhardi Darisse, tokoh nelayan Leato Selatan yang telah puluhan tahun menggantungkan hidup dari laut, perubahan itu terasa nyata bahkan sejak fasilitas mulai beroperasi. Nelayan yang telah melaut sejak remaja tersebut menuturkan bahwa kebutuhan dasar nelayan kini jauh lebih mudah dijangkau.

“Kami ini sudah merasa terbantu. Terutama es, yang kemarin membutuhkan es masih menggunakan transportasi biaya, ibu. Sekarang enggak, mobilnya di sini diantar dengan kendaraan. Kemudian harganya di bawah yang di kota ada 13 ribu (rupiah) per balok, di sini 6.500 (rupiah). Jadi baru di situ saja bu sudah terbantu kita nelayan,” ujar Suhardi.

Bagi nelayan jaring seperti dirinya, kebutuhan es menjadi sangat vital. Suhardi menjelaskan bahwa setiap malam kapal-kapal nelayan beroperasi dan membutuhkan puluhan balok es untuk menjaga kualitas hasil tangkapan.

“Kalau musim ikan bagus, satu unit usaha bisa membutuhkan sampai 50 balok es dalam semalam. Jadi kebutuhan es ini memang sangat besar,” ujarnya.

Optimisme pun tumbuh di tengah masyarakat pesisir Leato Selatan. Suhardi meyakini Kampung Nelayan Merah Putih akan membawa dampak besar, tidak hanya bagi nelayan di wilayahnya tetapi juga kawasan sekitar.

“Saya sangat optimistis kampung nelayan ini bisa membantu seluruh masyarakat nelayan, baik di Leato Selatan maupun sekitarnya,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih sekaligus Ketua Pengelola Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan, Abdul Rahman Lamusu. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan kawasan dilakukan langsung oleh koperasi kelurahan sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat pesisir.

“Ini memang program Bapak Presiden melalui Koperasi Kelurahan Merah Putih yang akan mengelola Kampung Nelayan Merah Putih tersebut,” kata Abdul Rahman.

Ia menyebut, kawasan tersebut kini dilengkapi berbagai fasilitas penunjang aktivitas perikanan dan kebutuhan nelayan. Mulai dari kantor pengelola, bengkel nelayan, balai pertemuan, kios perbekalan, shelter cool box, pabrik es, gudang beku ikan, docking perahu, shelter pendaratan ikan, hingga tempat perbaikan jaring.

Menurut Abdul Rahman, seluruh anggota pun mulai memanfaatkan fasilitas yang tersedia, terutama pabrik es yang telah beroperasi selama dua bulan terakhir.

“Alhamdulillah nelayan sudah memanfaatkan fasilitas yang ada, terutama es balok untuk kebutuhan melaut,” ujarnya.

Lebih lanjut, Abdul Rahman menyebut sebelum adanya Kampung Nelayan Merah Putih, para nelayan harus menempuh jarak hingga 8 sampai 10 kilometer hanya untuk membeli es balok maupun bahan bakar.

“Kebetulan sekarang di kawasan ini sudah disediakan pabrik es untuk nelayan melaut,” lanjutnya.

Di tengah semilir angin laut Leato Selatan, Kampung Nelayan Merah Putih kini menjadi lebih dari sekadar pusat aktivitas perikanan. Kawasan ini menghadirkan keyakinan baru bahwa kesejahteraan nelayan dapat dibangun melalui fasilitas yang dekat, akses yang mudah, dan pengelolaan yang dilakukan langsung oleh masyarakat sendiri.

Tags: kampung nelayanKampung Nelayan Merah Putih

Related Posts

Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Tri Suhartanto.(Foto:Istimewa).

Kapolresta Bandung: Kasus Bulying di Telkom University Belum Terima Laporan, Bisa Diproses dan Ditindak

Editor
12 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Polresta Bandung, Jawa Barat, belum menerima laporan polisi (LP) terkait kasus perundungan, atau Bulying, sesama mahasiswa yang terjadi di...

Stop Bullying, atau Perundungan.(Foto:Istimewa).

Kasus Bullying di Asrama Kampus Telkom University Bandung, Pelaku di ‘DO’ Rektor Minta Maaf

Editor
12 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Telkom University Bandung, Jawa Barat, menjatuhkan sanksi tegas, melakukan pemecatan, atau drop-out (DO) terhadap mahasiswa Fakultas Rekayasa Industri, setelah...

Jemaah haji Indonesia turun dari pesawat.(Foto: Humas Kemenhaj)

Serangan ke Bandara Arab Saudi, Kemenhaj Imbau WNI Waspada

Editor
12 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi, termasuk jemaah...

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Jakarta, Minggu (11/10). Menurut Menhub Dudy, pengaturan dalam UU LLAJ menjadi salah satu upaya untuk menyesuaikan regulasi dengan perkembangan layanan transportasi berbasis aplikasi yang masif digunakan masyarakat saat ini. Aturan yang tengah dibahas adalah melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Ketiga atas UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ.(Foto: Kemenhub)

Menhub Dudy: Aturan Ojol Masuk dalam Revisi UU LLAJ

Editor
12 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Perhubungan tengah menyiapkan peraturan terkait layanan transportasi berbasis aplikasi, termasuk ojek online (ojol), revisi dalam Undang-Undang tentang...

Wakil Menteri Kesehatan Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono.(Foto: Humas Kemenkes)

Tingkatkan Kualitas SDM, Kemenkes Tegaskan Kesehatan Jiwa Sangat Penting

Editor
12 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa kesehatan jiwa merupakan aspek penting dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Kesehatan...

(Foto: Istimewa)

Hadapi Pekerjaan Kritikal di Tengah Laut, Manajemen Pertamina Patra Niata Kilang Balongan Tegas Ingatkan Aspek Safety

Editor
12 Oktober 2026

INDRAMAYU - Kilang Pertamina Balongan tengah bersiap melaksanakan pekerjaan krusial yang berlokasi di tengah laut, yakni pekerjaan Change Over SPM...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.