SATUJABAR, JAKARTA – Mobil maung produksi PT Pindad menjadi kendaraan yang mengantarkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat tiba Filipina. Tepatnya saat tiba di The Mactan Cebu International Airport Authority (MCIAA) General Aviation (Gen-AV) Terminal, Cebu, Filipina, pada Kamis (07/05/2026), pukul 13.45 waktu setempat (WS). Presiden Prabowo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang berlangsung pada 7-8 Mei 2026.
Saat tiba di Cebu, Penasihat Keamanan Nasional Republik Filipina Eduardo Oban menyambut Presiden Prabowo. Presiden Prabowo juga menerima penyambutan kehormatan berupa jajar pasukan kehormatan dan penampilan tari-tarian tradisional Filipina. Selain itu, Presiden juga turut menerima buket bunga dari pihak tuan rumah.
Ketibaan Presiden Prabowo di Filipina menjadi perhatian tersendiri. Kali pertama kunjungan luar negeri, Kepala Negara dijemput menggunakan mobil Maung. Kendaraan taktis ringan hasil pengembangan industri pertahanan nasional Indonesia, Pindad.
“Selama berada di Filipina, Bapak Presiden akan menggunakan kendaraan taktis ringan yang tangguh ini,” tulis Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, dalam keterangannya.
Menurut Seskab, kendaraan taktis tersebut tangguh. Beragam operasi telah menggunakan jasa kendaraan itu. Juga beragam kebutuhan nasional lainnya. Penggunaan Maung dalam agenda internasional Presiden ini sekaligus menunjukkan kemajuan industri pertahanan dalam negeri yang terus berkembang.
“Maung telah dikembangkan sejak Bapak Prabowo menjadi Menteri Pertahanan dan saat ini produksinya di Pindad telah mencapai 3.200 unit, dan telah digunakan dalam berbagai operasi dan kebutuhan dalam negeri. Presiden Prabowo pun telah menggunakan Maung, sejak dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024 lalu,” katanya.
Simbol Kemandirian
Lebih lanjut, Seskab menyampaikan bahwa penggunaan Maung pada KTT ASEAN ke-48 tidak sekadar sebagai alat transportasi, tetapi juga menjadi simbol kemandirian bangsa, kepercayaan diri nasional, dan kemajuan teknologi industri Indonesia.
“Penggunaan Maung di forum internasional ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi sebagai simbol kemandirian, kepercayaan diri bangsa, dan kemajuan industri nasional Indonesia. Maung menjadi sebuah simbol diplomasi,” lanjut Seskab.
“Dari dalam negeri, untuk Indonesia, hadir di panggung dunia,” tandasnya.
PT Krakatau Osaka Steel Akan Tutup Usaha Juni 2026, Ini Penjelasan Kemenperin








