SATUJABAR, BANDUNG – Badan Pusat Statistik Jawa Barat menyebutkan perekonomian Jawa Barat berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan I-2026 mencapai Rp 799,11 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 475,41 triliun.
Ekonomi Jawa Barat triwulan I-2026 terhadap triwulan I-2025 mengalami pertumbuhan sebesar 5,79 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 17,34 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 55,95 persen.
Ekonomi Jawa Barat triwulan I-2026 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 0,24 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,03 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Konsumsi Lembaga Nonprofit yang melayani Rumah Tangga (PKLNPRT) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 4,75 persen.
Sumber laju pertumbuhan (Source of Growth/SOG) secara (y-on-y) dari sisi lapangan usaha, dengan andil positif terbesar adalah Lapangan Usaha Industri Pengolahan yaitu sebesar 1,65 persen.
Adapun dari sisi pengeluaran, andil positif terbesar terhadap pertumbuhan adalah Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 3,27 persen.









