SATUJABAR, BANDUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat menyebutkan nilai ekspor Jawa Barat Januari-Maret 2026 mencapai USD 9,13 miliar atau turun 2,05 persen dibanding periode yang sama tahun 2025. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas yang mencapai USD 9,06 miliar juga turun 2,06 persen.
Begitu pula ekspor migas yang mencapai USD 68,78 juta juga turun 1,62 persen. Nilai ekspor Jawa Barat Maret 2026 mencapai USD 2,68 miliar atau turun 13,46 persen dibanding ekspor Maret 2025. Ekspor nonmigas Maret 2026 mencapai USD 2,62 miliar atau turun 14,23 persen dibanding Maret 2025.
Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Januari-Maret 2026, komoditas yang mengalami peningkatan terbesar adalah Golongan Kendaraan dan Bagiannya sebesar USD 210,25 juta (11,10 persen). Sementara yang mengalami penurunan terbesar adalah Golongan Mesin dan Perlengkapan Elektrik sebesar USD 138,85 juta (9,25 persen).
Ekspor nonmigas Januari-Maret 2026 terbesar adalah ke Amerika Serikat yaitu USD 1,50 miliar, disusul Filipina sebesar USD 859,51 juta dan ke Jepang sebesar USD 675,97 juta dengan kontribusi ketiganya mencapai 33,52 persen. Sementara ekspor ke ASEAN sebesar USD 2,49 miliar dan ekspor ke Amerika dan Eropa sebesar USD 3,38 miliar.
Kinerja ekspor sektoral Januari-Maret 2026 dibanding periode yang sama tahun 2025 mengalami penurunan. Sektor Migas turun 1,62 persen, Sektor Pertanian turun 0,41 persen, Sektor Industri Pengolahan turun 2,07 persen; kemudian sektor Pertambangan dan Lainnya turun 2,79 persen.







