SATUJABAR, BANDUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan nilai ekspor Indonesia Januari–Maret 2026 mencapai US$66,85 miliar atau naik 0,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas naik 0,98 persen menjadi US$63,60 miliar. Sementara pada Maret 2026, ekspor mencapai US$22,53 miliar, turun 3,10 persen dibanding Maret 2025. Demikian juga dengan ekspor nonmigas Maret 2026 turun 2,52 persen menjadi US$21,25 miliar.
Nilai impor Indonesia Januari–Maret 2026 mencapai US$61,30 miliar atau naik 10,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Sejalan dengan total impor, nilai impor nonmigas naik 12,16 persen menjadi US$52,97 miliar. Sementara pada Maret 2026, impor mencapai US$19,21 miliar, naik 1,51 persen dibandingkan Maret 2025. Demikian juga dengan impor nonmigas naik 1,54 persen menjadi US$16,04 miliar.
Neraca perdagangan Indonesia Januari–Maret 2026 mengalami surplus US$5,55 miliar yang berasal dari surplus sektor nonmigas US$10,63 miliar, sementara sektor migas defisit senilai US$5,08 miliar.







