Buah mangga (Mangifera indica L) sebagai bahan aktif pencerah kulit, serta temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) untuk pengembangan bahan aktif anti jerawat.
SATUJABAR, TANGERANG SELATAN – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat langkah hilirisasi riset melalui kolaborasi dengan PT Cosmax Indonesia dalam pengembangan bahan baku aktif kosmetik berbasis alam. Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan ekstrak kaya senyawa bioaktif (bioactive-rich extract) yang berpotensi menjadi bahan unggulan industri kosmetika nasional.
Kepala Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional (PRBBOT) BRIN, Sofa Fajriah, menegaskan bahwa tren riset kosmetik berbasis bahan alam terus meningkat seiring pertumbuhan industri kosmetik nasional. Menurutnya, kolaborasi riset dengan industri menjadi kunci untuk mempercepat inovasi teknologi sekaligus mendorong hilirisasi produk.
“Kolaborasi ini merupakan langkah nyata untuk mempercepat pengembangan inovasi dan pemanfaatan hasil riset di bidang kosmetika berbasis bahan alam,” ujar Sofa dalam penandatanganan Perjanjian Kerja Sama di Gedung Graha Widya Bhakti, Kawasan Sains dan Teknologi B.J. Habibie, Serpong, pada Rabu (29/4/2026) seperti dikabarkan Humas BRIN.
Dalam kerja sama ini, kata Sofa, dua komoditas unggulan Indonesia menjadi fokus utama riset, yakni mangga (Mangifera indica L) sebagai bahan aktif pencerah kulit, serta temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) untuk pengembangan bahan aktif anti jerawat. Riset mencakup proses ekstraksi dengan berbagai metode, pengujian bioaktivitas melalui bioassay in vitro, hingga pendekatan in silico untuk memastikan efektivitas senyawa yang dihasilkan.
Selain menghasilkan publikasi ilmiah dan paten bersama, menurutnya, kolaborasi ini juga diarahkan untuk menghasilkan prototipe hingga tahap pilot project yang siap dikembangkan dalam skala industri. Pemanfaatan fasilitas riset kedua pihak menjadi bagian penting untuk mempercepat seluruh tahapan penelitian.

Sofa menambahkan bahwa sinergi ini diharapkan memperkuat ekosistem inovasi melalui kolaborasi ABG (Academia, Business, Government), sekaligus mendorong daya saing industri kosmetika berbasis bahan alam di tingkat nasional maupun global.
Dari sisi industri, Research & Innovation Skincare Manager PT Cosmax Indonesia, Youngkwan Cho, menyampaikan komitmen perusahaan dalam mengembangkan berbagai produk kosmetik berbasis bahan alami Indonesia. Ia menilai kolaborasi dengan BRIN akan memberikan nilai tambah signifikan, baik dari sisi ilmiah maupun perspektif industri.
“Kerja sama ini membuka peluang pertukaran pengetahuan yang saling memperkaya antara peneliti PRBBOT BRIN dan tim kami di industri,” ujar Cho.
Sementara itu, Ketua Tim Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Industri IV – Direktorat Pemanfaatan Riset dan Inovasi Pada Industri BRIN, Eko Purwito Hidayat, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara kedua pihak. Ia menjelaskan bahwa hasil riset akan diarahkan pada pembentukan kekayaan intelektual bersama sebagai dasar hilirisasi dan komersialisasi.
“Melalui Kekayaan Intelektual (KI) Bersama yang dihasilkan akan dilakukan hilirisasi dan komersialisasi sesuai dengan kebutuhan pasar, membuat formulasi sehingga siap untuk di-scale up dan diadopsi secara nyata oleh industri,” pungkas Eko.
Melalui kolaborasi ini, BRIN dan PT Cosmax Indonesia optimistis dapat menghadirkan inovasi kosmetik berbasis bahan alam yang tidak hanya bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai sumber bahan baku alami unggulan di kancah global.







