• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 2 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Omlet Masala, dari Sudut Jalan India ke Hidangan Pesawat First Class

Editor
Sabtu, 02 Mei 2026 - 07:33
Omlet Masala.(Wikipedia)

Omlet Masala.(Wikipedia)

SATUJABAR, BANDUNG – Penulis baru saja menyimak konten Sam Chui, vlogger penerbangan top dunia terkait penerbangan First Class The Emirates tahun 2024 lalu. Pada salah satu scene saat berada di Lounge, dia mengulas terkait hidangan breakfast yang disediakan di Lounge Emirates di Dubai Uni Emirat Arab tersebut. Dan dia mengatakan ‘Jangan lupa pesan omlet masala’ atau dalam Bahasa Inggris masala omelette.

Penulis penasaran dengan menu sarapan yang dibilang rekomended tersebut. Kemudian menelusurinya di Wikipedia. Begini ceritanya:

RelatedPosts

Jakarta Sneakers Day Blok M Festival 2026 Diapresiasi

Apresiasi Menteri Ekraf pada Pameran Poster Global di Universitas Paramadina

Festival Literasi Pages and Plates, Kolaborasi Pemkot Bandung dan Big Bad Wolf

Di sudut-sudut jalan India yang sibuk, aroma rempah yang menguar di udara pagi sering kali bermuara pada sebuah wajan datar yang mendesis. Di sanalah masala omelette lahir—sebuah mahakarya sederhana yang mengubah telur dadar biasa menjadi sebuah petualangan rasa yang kaya.

Kisah kelezatan ini dimulai dari mangkuk kecil tempat telur-telur segar dikocok hingga mengembang sempurna. Namun, ini bukan sekadar telur dadar. Masala omelette adalah cerminan dari keberagaman wilayah India itu sendiri. Di dalam kocokan telur itu, berpadu harmonis cabai hijau yang diiris halus, bawang merah yang renyah, daun ketumbar segar, serta sejumput garam dan jeera (jintan) yang menghangatkan.

Di beberapa daerah lain, para koki lokal menambahkan parutan kelapa segar, lada hitam, daun kari yang harum, hingga potongan tomat merah yang berair. Bahkan, untuk sentuhan yang lebih mewah, parutan keju yang meleleh sering kali ditaburkan di atasnya, atau diisi dengan udang dan daging ayam berbumbu kari yang menggugah selera.

 

Sentuhan Teknik yang Berbeda

Ada seni unik di balik pembuatannya. Berbeda dengan teknik memasak ala Barat yang membutuhkan wajan sangat panas, masala omelette dimasak dengan kesabaran.

Suhu Awal yang Rendah: Wajan biasanya tidak dipanaskan terlalu tinggi sebelum adonan telur dituangkan.

Proses Memasak Perlahan: Api kompor baru dinyalakan tepat saat telur menyentuh wajan, membiarkannya memadat perlahan dan menyerap seluruh sari dari rempah-rempah yang ada di dalamnya.

Keunikan dan kehangatan rasa inilah yang membuat George Frederick Scotson-Clark, penulis buku kuliner ternama Eating Without Fears, terpikat. Dalam catatannya, ia menggambarkan hidangan ini bukan sekadar menu sarapan, melainkan sebuah hidangan larut malam yang luar biasa (“an excellent late supper dish”).

Hingga kini, masala omelette terus bertahan—tidak hanya sebagai pengisi perut yang lapar di malam yang dingin, tetapi juga sebagai sebuah warisan kuliner yang merayakan kekayaan rempah dalam setiap gigitannya.

Tags: omlet masala

Related Posts

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya mencoba salah satu produk sepatu di Jakarta Sneakers Day (JSD) Blok M Festival 2026, Jakarta, Jumat (31/07/2026).(Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif)

Jakarta Sneakers Day Blok M Festival 2026 Diapresiasi

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi penyelenggaraan Jakarta Sneakers Day (JSD) Blok...

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menghadiri pembukaan Re:Rasa International Poster Biennale 2026 di Universitas Paramadina, Jakarta. (Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif.)

Apresiasi Menteri Ekraf pada Pameran Poster Global di Universitas Paramadina

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menghadiri pembukaan Re:Rasa International Poster Biennale 2026...

Festival Literasi Pages and Plates 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Festival Literasi Pages and Plates, Kolaborasi Pemkot Bandung dan Big Bad Wolf

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berkolaborasi dengan Big Bad Wolf Books Indonesia dengan menghadirkan Festival Literasi Pages and...

Gerbang Desa Hantu.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Desa Hantu Cicadas Kota Bandung: Warga Kreatif, Dongkrak UMKM

Editor
1 Agustus 2026

Suasana berbeda tampak di RT 05 RW 06, Kelurahan Cicadas, Kecamatan Cibeunying Kidul. Kawasan permukiman tersebut disulap menjadi Desa Hantu,...

Mall shopping

Indonesia Shopping Festival 2026 Digelar 7–23 Agustus 2026

Editor
31 Juli 2026

Indonesia Shopping Festival 2026 berlangsung pada 7–23 Agustus 2026 sekaligus merayakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI. ISF 2026....

GIIAS 2026

GIIAS 2026: Dibuka 30 Juli, Tiket Rp 50.000 – Rp 100.000

Editor
30 Juli 2026

SATUJABAR, TANGERAN - GIIAS 2026 secara resmi dibuka untuk seluruh masyarakat umum. Selama 11 hari penyelenggaraan hingga 9 Agustus 2026,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat