• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 13 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

JP Morgan Sebut Indonesia Peringkat 2 Negara Tahan Krisis Energi

Editor
Jumat, 24 April 2026 - 04:42
Produksi migas minyak dan gas

Produksi migas.(FOTO: Humas Kementerian ESDM)

Indonesia mencatatkan insulation factor sebesar 77%, hanya terpaut tipis di bawah Afrika Selatan (79%) dan di atas Tiongkok (76%) serta Amerika Serikat (70%).

SATUJABAR, JAKARTA – Laporan terbaru Eye on the Market yang diterbitkan J.P. Morgan Asset Management bertajuk Pandora’s Bog: The Global Energy Shock of 2026 yang dirilis pada 21 Maret 2026, menempatkan Indonesia pada peringkat kedua dunia sebagai negara paling tahan terhadap guncangan energi global. Temuan tersebut mengafirmasi arah kebijakan ketahanan energi yang dijalankan Pemerintah secara konsisten di tengah dinamika geopolitik dan fluktuasi harga komoditas energi global.

RelatedPosts

MotoGP Mandalika Dekatkan Siswa SMK dengan Sports Industry

ISS Kemenpora 2026:  Potensi Investasi Capai Rp1,12 Triliun

Investasi Kabupaten Bogor Pertingkat Tiga di Jabar, Serap 55.438 Tenaga Kerja

Menurut siaran pers Kemenko Perekonomian, laporan tersebut menganalisis 52 negara yang mewakili sekitar 82% konsumsi energi dunia, dengan menggunakan indikator total insulation factor yakni ukuran komposit yang mengagregasi empat komponen utama sumber energi domestik yakni produksi gas domestik, produksi batu bara domestik, pembangkit nuklir, dan energi terbarukan, sebagai persentase dari useful final energy nasional. Indonesia mencatatkan insulation factor sebesar 77%, hanya terpaut tipis di bawah Afrika Selatan (79%) dan di atas Tiongkok (76%) serta Amerika Serikat (70%).

Kekuatan ketahanan energi Indonesia ditopang terutama oleh kontribusi signifikan produksi batu bara domestik yang memenuhi sekitar 48% konsumsi energi akhir nasional, gas bumi domestik 22%, serta energi terbarukan 7%. Dalam laporan tersebut, J.P. Morgan secara eksplisit mengelompokkan Indonesia bersama Tiongkok, India, Afrika Selatan, Vietnam, dan Filipina sebagai kelompok negara yang memperoleh manfaat substansial dari produksi batu bara domestik pada periode guncangan energi.

Indonesia juga dinilai memiliki tingkat eksposur langsung yang sangat rendah terhadap jalur distribusi energi global yang sedang menjadi sorotan. Impor minyak dan gas melalui Selat Hormuz hanya menyumbang sekitar 1% dari total konsumsi energi primer nasional, dimana jauh di bawah negara-negara Asia Timur seperti Korea Selatan (33%), Taiwan dan Thailand (27%), serta Singapura (26%). Sebaliknya, laporan tersebut menyoroti negara-negara maju seperti Italia, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Belanda sebagai yang paling rentan akibat tingginya ketergantungan terhadap impor minyak dan gas.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pengakuan dari J.P. Morgan ini merupakan cerminan dari kerja kolektif lintas Kementerian/Lembaga dalam menjaga ketahanan energi nasional.

“Hasil ini bukan sekadar apresiasi atas kondisi saat ini, melainkan validasi atas pilihan kebijakan jangka panjang Pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber energi domestik dan akselerasi transisi energi. Di tengah volatilitas harga energi global, posisi ini memberikan ruang fiskal yang lebih terkendali bagi APBN 2026 dan membantu melindungi daya beli masyarakat serta kelangsungan aktivitas dunia usaha,” ujar Menko Airlangga.

Lebih lanjut, Menko Airlangga menegaskan bahwa capaian ini tidak menjadikan Indonesia lengah terhadap risiko yang masih ada. Pemerintah terus memperkuat beberapa arah kebijakan, antara lain optimalisasi produksi migas domestik untuk menekan defisit neraca migas dan memperkuat penerimaan PNBP, percepatan transisi energi melalui pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) sesuai RUKN dan RUPTL, perluasan adopsi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) sebagai strategi struktural menurunkan ketergantungan pada minyak, serta diversifikasi sumber pasokan dan jalur logistik energi untuk memperkuat ketahanan terhadap risiko geopolitik.

Ke depan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian akan terus mengoordinasikan kebijakan energi dan fiskal secara terintegrasi guna menjaga momentum ketahanan tersebut, sekaligus memastikan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha.

Tags: JP Morgankrisis energi

Related Posts

Cita-cita menjadi bagian dari dunia motorsport kini terasa lebih dekat bagi 50 siswa dan 10 guru dari sekolah menengah kejuruan (SMK) bidang mekanik dan otomotif di Pulau Lombok. Melalui program MANDIRI Students Go to Paddock. (dok.itdc)

MotoGP Mandalika Dekatkan Siswa SMK dengan Sports Industry

Editor
13 Oktober 2026

MANDALIKA - Cita-cita menjadi bagian dari dunia motorsport kini terasa lebih dekat bagi 50 siswa dan 10 guru dari sekolah...

Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 mencatat perputaran ekonomi lebih dari Rp17 miliar dan penawaran investasi senilai Rp1,12 triliun. Capaian ini memperlihatkan potensi industri olahraga.(Dok.Kemenpora)

ISS Kemenpora 2026:  Potensi Investasi Capai Rp1,12 Triliun

Editor
13 Oktober 2026

JAKARTA - Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 mencatat perputaran ekonomi lebih dari Rp17 miliar dan penawaran investasi senilai Rp1,12 triliun....

investasi,ekonomi,

Investasi Kabupaten Bogor Pertingkat Tiga di Jabar, Serap 55.438 Tenaga Kerja

Editor
13 Oktober 2026

Investasi Kabupaten Bogor, ketiga tertinggi di Jabar setelah Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang. Investasi Kab.Bogor serap 55.438 tenaga kerja. CIBINONG...

Peserta Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) HIV/AIDS di Hotel Horison Ultima, Senin, 12 Oktober 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Pemkot Bandung Masifkan Sosialisasi dan Skrining HIV

Editor
13 Oktober 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung memperkuat upaya penanggulangan HIV/AIDS melalui sosialisasi skrining secara sukarela dan pemberdayaan masyarakat di tingkat kewilayahan....

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan bertemu dengan official dan orang tua pemain Elite Pro Academy (EPA) Persib di Pendopo Kota Bandung, Senin 12 Oktober 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Farhan Kecam Penyerangan Rombongan Persib Bandung U-18

Editor
13 Oktober 2026

BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengecam keras aksi penyerangan terhadap rombongan Persib Bandung U-18 di Rest Area KM...

BPA (33), supporter Persija Jakarta salah satu pelaku perusakan bus rombongan pemain Tim Elite Pro Akademi (EPA) Persib Bandung di Rest Area Kilometer 360 Tol Batang, Jawa Tengah.(Foto:Istimewa).

Supporter Persija Pelaku Perusakan Bus Rombongan Pemain EPA Persib Ditangkap

Editor
12 Oktober 2026

SATUJABAR, BATANG--Seorang pria asal Jakarta Barat, yang diduga terlibat dalam aksi perusakan bus rombongan pemain Tim Elite Pro Akademi (EPA)...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.