Para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral menyepakati Global Policy Agenda sebagai langkah bersama mengelola tekanan dan transformasi.
SATUJABAR, JAKARTA – Negara-negara anggota IMF mendorong langkah bersama untuk menghadapi ketidakpastian global, sekaligus memastikan transformasi ekonomi bermanfaat bagi pertumbuhan dunia. IMF memandang perekonomian global tetap resilien, meskipun dihadapkan pada ketidakpastian yang semakin kompleks, terutama akibat perang di Timur Tengah. Di sisi lain, perubahan besar di bidang teknologi, demografi, dan lingkungan turut menciptakan tantangan sekaligus peluang baru. Perubahan tersebut antara lain adalah artificial intelligence, yang berpotensi meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan, namun juga dapat menimbulkan disrupsi di berbagai sektor seiring pesatnya perkembangan teknologi tersebut. Demikian diskusi yang mengemuka pada Pertemuan Musim Semi International Monetary Fund dan World Bank (IMF–World Bank) yang dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dan Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, di Washington D.C., Amerika Serikat (16-17/4).
Dikutip dari laman Bank Indonesia, di tengah ketidakpastian yang semakin kompleks, Perry menegaskan komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Komitmen ini dilakukan melalui pengelolaan nilai tukar yang fleksibel namun terukur, penguatan instrumen moneter untuk menjaga daya tarik aset domestik, serta pengelolaan likuiditas yang hati-hati agar tetap mendukung pertumbuhan. Selain itu, sinergi erat dengan Pemerintah dilakukan dalam menjaga disiplin fiskal, termasuk komitmen mempertahankan defisit di bawah 3% dari PDB dan realokasi belanja ke sektor produktif, turut memperkuat kredibilitas kebijakan nasional. Dalam jangka menengah, Indonesia terus mendorong arah transformasi struktural menuju sektor ekonomi yang bernilai tambah lebih tinggi melalui hilirisasi dan pengembangan sektor berbasis teknologi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Pada pertemuan tersebut, para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral menyepakati Global Policy Agenda sebagai langkah bersama mengelola tekanan dan transformasi. IMF memandang penting agar otoritas fokus pada langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian global sekaligus memastikan transformasi ekonomi memberi manfaat bagi pertumbuhan. Langkah tersebut menitikberatkan pada penjagaan ekspektasi inflasi dengan memastikan komunikasi kebijakan yang jelas guna mendukung efektivitas kebijakan moneter, menjaga stabilitas keuangan melalui penguatan pengawasan dan regulasi perbankan, serta mempertahankan kredibilitas kebijakan fiskal di tengah ruang fiskal yang semakin terbatas. Selain itu, negara-negara juga ditekankan untuk mendorong reformasi struktural, memperkuat ketahanan energi melalui diversifikasi dan pemanfaatan energi terbarukan, serta mempererat kerja sama internasional.
Lebih lanjut, IMF menyoroti perlunya upaya bersama dalam memperkuat jaring pengaman keuangan global untuk memperkuat ketahanan kolektif melalui pemberian bantuan bagi negara anggota yang membutuhkan, serta meningkatkan kapasitas IMF dalam menjalankan fungsi surveilans, pembiayaan, dan pemberian asistensi teknis yang relevan bagi negara-negara anggota.







