• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 25 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

RSHS Nonaktifkan Perawat Buntut Pengakuan Ibu Bayi Viral di Medsos

Editor
Jumat, 10 April 2026 - 03:17
Ilustrasi bayi.(Foto:Istimewa).

Ilustrasi bayi.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, BANDUNG–Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat, menonaktifkan sementara salah seorang perawat di ruang intensive care dan memindahkannya ke bagian yang tidak melayani pasien. Langkah RSHS tersebut, buntut video viral ibu muda mengaku, bayinya nyaris dibawa orang orang lain setelah diserahkan perawat.

Pengakuan ibu muda Nina Saleha, berusia 27 tahun, viral di media sosial. Dalam rekaman video yang diunggahnya, Nina mengaku, bayi yang dilahirkannya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, nyaris dibawa orang lain setelah diserahkan perawat.

RelatedPosts

Kasus ‘Yogi Starlink’, Menkomdigi: Hormati Proses Hukum, Tapi Perlu Pembinaan

Kemenhut Jatuhkan Sanksi 6 Perusahaan Terkait Karhutla

PSO BRT Capai Rp56 Miliar, Tunggu Kesepakan Daerah

Direktur Utama (Dirut) RSHS, Rahim Finata Marsidi, mengatakan, telah menonaktifkan perawat tersebut, buntut video viral di media sosial merekam pengakuan seorang ibu yang bayinya nyaris dibawa orang lain yang tidak dikenalnya di RSHS. Perawat yang diduga telah lalai tersebut, telah dipindahkan ke bagian tidak melayani, atau berhubungan dengan pasien.

“Perawatnya telah dinonaktifkan. Dipindahkan ke bagian yang tidak melayani, atau berhubungan dengan pasien, sekaligusbdiberikan SP (surat peringatan) satu,” ujar Rahim dalam keterangannya kepada wartawan, Jum’at (10/04/2026).

Rahim memastikan, bayi yang nyaris tertukar sudah berada dalam gendongan orangtua lain, tidak ada unsur kriminal, atau kesengajaan dari perawat. Saat insiden, sedang banyak pasien yang ditangani di intensive care.

“Iya, enggak ada unsur kriminal, atau kesengajaan. Perawatnya lagi banyak pasien di intensive care,” kata Rahim.

Rahim mengungkapkan, RSHS telah menjalin komunikasi dengan keluarga pasien, termasuk membuat laporan ke Kementerian Kesehatan. RSHS akan melakukan evaluasi, salah satunya terkait standar operasional prosedur (SOP) dalam penyerahan bayi dari perawat kepada kepada orangtuanya.

“RSHS memastikan akan mengevaluasi, dan melakukan pembinaan kembali kepada para perawat terhadap kepatuhan dalam menjalankan SOP. Bagaimana saat dalam penyerahan bayi kepada orangtuanya, yang selama ini sudah berjalan dengan baik,” ungkap Rahim.

Sebelumnya, Nina Saleha mengungkapkan, bayi dilahirkannya nyaris dibawa orang tidak dikenal di RSHS, pada Rabu (08/04/2026). Kejadian, sekitar pukul 09.00 WIB.

Insiden tersebut menjadi sorotan dan menyita perhatian publik, setelah video pegakuannya diunggah ke media sosial. Nina mengklaim, kejadian yang nenimpa bayinya menunjukkan dugaan kelalaian tenaga medis serta lemahnya pengawasan keamanan di RSHS.

Nina mengungkapkan, bayinya dirawat selama empat hari karena mengalami penyakit kuning dan sudah diperbolehkan pulang sehari sebelum kejadian. Namun, proses administrasi yang belum selesai, membuat Nina dan bayinya harus menunggu cukup lama.

Nina dan suaminya sempat keluar untuk makan. Namun, saat kembali ke ruang perawatan, mendapatkan bayinya sidah tidak berada di inkubator.

“Saya cek ke inkubator, anak saya sudah tidak ada. Pas saya lihat lagi, bayi yang sudah digendong orang lain, itu memang anak saya,” ungkap Nina.

Nina kemudian menghentikan langkah perempuan yang menggendong bayinya. Nina berteriak minta perempuan yang sebelumnya sempat berbincang dengannya, untuk berhenti dan berusaha meminta bantuan.

Nia diarahkan ke petugas keamanan RSHS, namun bukan untuk penanganan insiden yang sedang terjadi. Petugas keamanan nalah meminjam telepon genggamnya dan mengubah penilaian layanan rumah sakit menjadi lebih baik.

“Saya diminta kasih rating, saya kasih empat. Satpamnya malah pinjam HP (handphone) saya, dan mengubah rating menjadi bintang lima dengan kata-kata bagus,” ungkap Nina.

Nina semakin panik memastikan keselamatan bayinya. Tidak lama kemudian, bayi Nina bisa diambil kembali oleh perawat yang menangani.

Tags: Bayi Nyaris TertukarDirut RSHSjawa baratkota bandungPengakuan Ibu BayiRahim Finata MarsidiRSHSviral

Related Posts

Menkomdigi Meutya Hafid memberikan keterangan kepada awak media di Monuman Pers, Solo, Jawa Tengah, Selasa (25/08/2026) terkait Yogi Starlink.(Foto: Humas Komdigi)

Kasus ‘Yogi Starlink’, Menkomdigi: Hormati Proses Hukum, Tapi Perlu Pembinaan

Editor
25 Agustus 2026

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menghormati proses hukum yang...

Kementerian Kehutanan menjatuhkan sanksi administratif kepada enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH).(Foto: Humas Kemenhut)

Kemenhut Jatuhkan Sanksi 6 Perusahaan Terkait Karhutla

Editor
25 Agustus 2026

JAKARTA - Kementerian Kehutanan menjatuhkan sanksi administratif kepada enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) setelah hasil pengawasan menemukan...

BRT Kota Bandung

PSO BRT Capai Rp56 Miliar, Tunggu Kesepakan Daerah

Editor
25 Agustus 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan anggaran hingga sekitar Rp56 miliar untuk mendukung operasional Bus Rapid Transit (BRT) melalui...

Sidang Isbat Nikah di Kabupaten Bogor.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Layanan Isbat Nikah Gratis di Kabupaten Bogor

Editor
25 Agustus 2026

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus...

Bupati Bogor Rudy Susmanto saat peresmian Pasar Hewan Jonggol.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Agribisnis Kabupaten Bogor Menggeliat di Pasar Hewan Jonggol

Editor
25 Agustus 2026

JONGGOL – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Dikanak) dan arahan Bupati Bogor, terus memperkuat sektor peternakan melalui...

Ilustrasi minuman keras (miras).(Foto:Istimewa).

Pemkab Bogor Tegas Hentikan Produksi Minuman Beralkohol

Editor
25 Agustus 2026

CITEUREUP - Di bawah kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bergerak cepat menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait aktivitas...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.