• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 14 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Situs Arkeologi Bumiayu Lebih Tua dari Sangiran?

Editor
Selasa, 07 April 2026 - 02:06
Situs Arkeologi Bumiayu Lebih Tua dari Sangiran?

(Foto: Humas BRIN)

SATUJABAR, JAKARTA- Sebagian dari kita mungkin masih menganggap situs arkeologi Sangiran di Kabupaten Sragen dan Karanganyar adalah situs tertua yang pernah ditemukan di Indonesia. Akan tetapi, penemuan kawasan situs arkeologi Bumiayu Brebes mengubah catatan sejarah arkeologi Indonesia menyusul penemuan fosil yang diduga berusia sekitar 1,8 juta tahun.

Menurut Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (OR ARBASTRA) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Herry Yogaswara, temuan ini membuka peluang besar untuk mengungkap sejarah manusia dan kehidupan purba di wilayah Jawa bagian barat, bahkan diperkirakan lebih tua dibandingkan temuan di Sangiran.

RelatedPosts

2 Wisatawan Asal Bekasi Terseret Ombak Pantai Cibuaya Sukabumi, Ditemukan Tewas

Irjen Hengki Resmi Jabat Kapolda Jabar Gantikan Irjen Pipit Rismanto

Pelatih Ungkap Aksi Intimidasi dan Perusakan Bus Pemain Tim EPA Persib U-18 Oleh Oknum Supporter Persija

“Kawasan ini memiliki nilai penting dari berbagai aspek, mulai dari geologi, paleontologi, paleoantropologi, hingga arkeologi,” ungkap Herry saat pembukaan program magang Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) batch 3 di Kawasan Stasiun Lapang (KSL) Bumiayu, Rabu (1/4/2026) seperti dikabarkan Humas BRIN.

Sebagaimana diketahui, hasil eskavasi menemukan berbagai fosil seperti gajah, kuda nil, buaya, kura-kura, ikan, hingga moluska. Hal ini menunjukan bahwa wilayah ini dahulu merupakan lingkungan dekat perairan dangkal yang kemudian mengalami perubahan menjadi daratan.

Tak hanya itu, Herry juga menambahkan, ditemukan pula artefak berupa alat batu dan tulang yang digunakan manusia purba dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut memperkuat indikasi adanya awal kehidupan manusia purba di kawasan tersebut.

Melalui penguatan riset, kolaborasi lintas sektor, serta inovasi dalam diseminasi hasil penelitian, BRIN optimistis Situs Bumiayu dapat menjadi kawasan unggulan arkeologi sekaligus destinasi edukasi yang berdampak bagi masyarakat luas.

Tags: badan riset dan inovasi nasionalBRINManusia purbanSangiranSitus Arkeologi Bumiayu

Related Posts

Ilustrasi korban tenggelam.(Foto:Istimewa).

2 Wisatawan Asal Bekasi Terseret Ombak Pantai Cibuaya Sukabumi, Ditemukan Tewas

Editor
13 Oktober 2026

SATUJABAR, SUKABUMI--Dua orang wisatawan yang dilaporkan hilang terseret ombak Pantai Cibuaya, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ditemukan sudah menjadi mayat. Kedua...

Irjen Pol. Hengki resmi menjabat Kapolda Jawa Barat menggantikan Irjen Pol. Pipit Rismanto.(Foto: Istimewa).

Irjen Hengki Resmi Jabat Kapolda Jabar Gantikan Irjen Pipit Rismanto

Editor
13 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Irjen Pol Hengki resmi menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat menggantikan Irjen Pol. Pipit Rismanto. Mantan Kapolda Banten tersebut, resmi...

BPA (33), supporter Persija Jakarta salah satu pelaku perusakan bus rombongan pemain Tim Elite Pro Akademi (EPA) Persib Bandung di Rest Area Kilometer 360 Tol Batang, Jawa Tengah.(Foto:Istimewa).

Pelatih Ungkap Aksi Intimidasi dan Perusakan Bus Pemain Tim EPA Persib U-18 Oleh Oknum Supporter Persija

Editor
13 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Aksi intimidasi dan perusakan bus rombongan pemain Tim Elite Pro Akademi (EPA) Persib Bandung Usia 18 Tahun oleh oknum...

Ilustrasi wanita korban penganiayaan.(Foto:Istimewa).

Perawat Rumah Sakit di Cirebon Lapor Polisi Mengaku Dianiaya Dokter Spesialis

Editor
13 Oktober 2026

SATUJABAR, CIREBON--Seorang perawat perempuan rumah sakit swasta di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengaku dianiaya dokter spesialis hingga nyaris pingsan sebelum...

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, meninjau langsung lokasi kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pasir Bajing di Jalan Warung Peuteuy, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Senin (12/10/2026).(Foto: Moch Ahdiansyah/Diskominfo Kabupaten Garut)

Bupati Garut Tinjau Kebakaran TPA Pasir Bajing

Editor
13 Oktober 2026

GARUT- Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, meninjau langsung lokasi kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pasir Bajing di Jalan Warung Peuteuy,...

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (tengah) memberikan keterangan kepada media terkait karhutla.(Foto: Humas Kemenhut)

Menhut Sebut Akan Ada Sanksi Lagi kepada Perusahaan Terkait Karhutla

Editor
13 Oktober 2026

JAKARTA - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkap akan menindak tegas perusahaan yang terlibat dalam Karhutla. Tak lama lagi ada...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.