• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 7 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Situs Arkeologi Bumiayu Lebih Tua dari Sangiran?

Editor
Selasa, 07 April 2026 - 02:06
(Foto: Humas BRIN)

(Foto: Humas BRIN)

SATUJABAR, JAKARTA- Sebagian dari kita mungkin masih menganggap situs arkeologi Sangiran di Kabupaten Sragen dan Karanganyar adalah situs tertua yang pernah ditemukan di Indonesia. Akan tetapi, penemuan kawasan situs arkeologi Bumiayu Brebes mengubah catatan sejarah arkeologi Indonesia menyusul penemuan fosil yang diduga berusia sekitar 1,8 juta tahun.

Menurut Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (OR ARBASTRA) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Herry Yogaswara, temuan ini membuka peluang besar untuk mengungkap sejarah manusia dan kehidupan purba di wilayah Jawa bagian barat, bahkan diperkirakan lebih tua dibandingkan temuan di Sangiran.

RelatedPosts

Massa Bakar Bangunan Penghayat Kepercayaan Saung Taraju di Tasikmalaya

Libur Paskah 2026: Sebanyak 376 Ribu Kendaaraan Masuki Jabotabek

Aset KAI di Kircon Bandung Bakal Dibangun Hunian Vertikal untuk MBR

“Kawasan ini memiliki nilai penting dari berbagai aspek, mulai dari geologi, paleontologi, paleoantropologi, hingga arkeologi,” ungkap Herry saat pembukaan program magang Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) batch 3 di Kawasan Stasiun Lapang (KSL) Bumiayu, Rabu (1/4/2026) seperti dikabarkan Humas BRIN.

Sebagaimana diketahui, hasil eskavasi menemukan berbagai fosil seperti gajah, kuda nil, buaya, kura-kura, ikan, hingga moluska. Hal ini menunjukan bahwa wilayah ini dahulu merupakan lingkungan dekat perairan dangkal yang kemudian mengalami perubahan menjadi daratan.

Tak hanya itu, Herry juga menambahkan, ditemukan pula artefak berupa alat batu dan tulang yang digunakan manusia purba dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut memperkuat indikasi adanya awal kehidupan manusia purba di kawasan tersebut.

Melalui penguatan riset, kolaborasi lintas sektor, serta inovasi dalam diseminasi hasil penelitian, BRIN optimistis Situs Bumiayu dapat menjadi kawasan unggulan arkeologi sekaligus destinasi edukasi yang berdampak bagi masyarakat luas.

Tags: badan riset dan inovasi nasionalBRINManusia purbanSangiranSitus Arkeologi Bumiayu

Related Posts

Ilustrasi api.(Foto:Istimewa).

Massa Bakar Bangunan Penghayat Kepercayaan Saung Taraju di Tasikmalaya

Editor
7 April 2026

SATUJABAR, TASIKMALAYA--Bangunan milik kelompok Saung Taraju Jumamtara (STJ) di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dibakar massa. Aksi pembakaran terjadi setelah munculnya...

Gerbang Tol Cikampek Utama.(Foto: Istimewa)

Libur Paskah 2026: Sebanyak 376 Ribu Kendaaraan Masuki Jabotabek

Editor
7 April 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Volume lalu lintas kendaraan yang kembali ke wilayah Jabotabek periode H-1 s.d H libur Wafat Yesus Kristus...

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (duduk tengah/baju krem) dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin (duduk/baju putih).(Foto: Humas KAI)

Aset KAI di Kircon Bandung Bakal Dibangun Hunian Vertikal untuk MBR

Editor
7 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby...

Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya.(Foto:Istimewa).

Pelaku Utama Pengeroyokan Pemilik Hajatan di Purwakarta Ditangkap

Editor
7 April 2026

SATUJABAR, PURWAKARTA--Pelaku utama aksi pengeroyokan dalam pesta hajatan pernikahan di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, berhasil ditangkap. Aksi pengeroyokan tersebut menewaskan...

Pumma, alat deteksi tsunami yang murah dan realtime.(FOTO: Humas BRIN)

BRIN Kenalkan PUMMA, Alat Deteksi Tsunami Murah dan Realtime

Editor
7 April 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Gempa bumi berkekuatan M 7,6 yang mengguncang Maluku Utara baru-baru ini menjadi pengingat kembali akan tingginya aktivitas...

Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Dendi Suryadi.(Foto: Kemenhaj)

Irjen Kemenhaj Minta Petugas Haji Jaga Integritas & Profesionalitas

Editor
7 April 2026

SATUJABAR, SURABAYA - Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Dendi Suryadi menegaskan pentingnya integritas petugas dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.