Dari sejumlah sumber resmi disebutkan bahwa asal-usul Garut berkaitan erat dengan pembentukan wilayah administratif pada masa kolonial Hindia Belanda serta kondisi geografis setempat.
Awal Pembentukan
Berdasarkan catatan resmi pemerintah daerah, Kabupaten Garut terbentuk pada tahun 1813. Saat itu, Bupati Bandung R.A.A. Adiwijaya (Dalem Kaum) mendapat perintah dari Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels untuk mencari lokasi baru sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Limbangan, karena ibu kota lama di Suci dianggap tidak lagi strategis.
Penemuan Lokasi Baru
Setelah melakukan pencarian, ditemukan suatu daerah yang dinilai cocok, yaitu wilayah yang kini menjadi Garut. Dalam proses peninjauan tersebut, rombongan menemukan banyak tanaman berduri yang oleh masyarakat setempat disebut “kakarut”.
Karena kesulitan mengucapkan kata tersebut, orang Belanda kemudian menyebutnya sebagai “Garut”. Dari sinilah nama Garut diyakini berasal.
Penetapan Resmi
Pada 16 Februari 1813, wilayah ini resmi ditetapkan sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Limbangan yang kemudian dikenal sebagai Garut. Tanggal ini juga diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Garut.
Kesimpulan
Nama Garut berasal dari kata lokal “kakarut” (tanaman berduri).
Perubahan pelafalan oleh pihak Belanda menjadi “Garut”.
Penetapan wilayah ini sebagai pusat pemerintahan terjadi pada tahun 1813.
Faktor geografis dan strategi pemerintahan menjadi alasan utama pemindahan ibu kota.
Dengan demikian, asal-usul Garut merupakan perpaduan antara kondisi alam lokal dan pengaruh administrasi kolonial pada awal abad ke-19.







