SATUJABAR, BANDUNG – Hujan badai disertai angin kencang dan butiran es melanda kawasan Bandung Raya, termasuk Kota Bandung pada Jum’at siang (3/4/2026).
Menurut data Pemerintah Kota Bandung sebanyak 31 pohon sedikitnya tumbang akibat bencana tersebut. Sementara itu, beberapa papan reklame juga dilaporkan roboh. Seorang warga juga dilaporkan meninggal dunia akibat bencana itu.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan rasa prihatin atas kejadian tersebut , menyampaikan duka mendalam atas peristiwa pohon tumbang yang terjadi akibat cuaca ekstrem di Kota Bandung, Jumat, 3 Maret 2026.
Insiden tersebut mengakibatkan seorang pengemudi mobil Suzuki Carry, Diding Nuryaman (45) meninggal dunia setelah kendaraannya tertimpa pohon di Jalan Bojong Raya, kawasan Caringin.
“Atas nama Pemerintah Kota Bandung, saya menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Peristiwa ini menjadi duka kita bersama. Kami sangat prihatin atas kejadian yang tidak kita harapkan ini,” ujar Farhan, Sabtu (4/4/2026) seperti dikabarkan Humas Pemkot Bandung.
Farhan menyatakan, kondisi cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan deras dan angin kencang harus menjadi perhatian bersama.
Ia mengimbau seluruh warga Kota Bandung untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama ketika terjadi hujan deras disertai angin kencang. Hindari berteduh atau memarkir kendaraan di bawah pohon besar maupun reklame yang berpotensi roboh,” tegasnya.
Lebih lanjut, Farhan memastikan, seluruh jajaran Pemerintah Kota Bandung telah bergerak cepat dalam melakukan penanganan di lapangan, baik dalam proses evakuasi, pembersihan material pohon tumbang, maupun pemulihan akses jalan yang terdampak.
“Kami pastikan seluruh respons penyelamatan dan perbaikan berjalan dengan baik dan cepat. Tim gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Satpol PP, BPBD, DPKP, serta instansi terkait lainnya telah diterjunkan untuk menangani dampak kejadian ini,” ungkapnya.
Ia mengatakan, evaluasi dan langkah antisipatif akan terus diperkuat, termasuk pemantauan kondisi pohon-pohon rawan tumbang di sejumlah titik di Kota Bandung guna mencegah kejadian serupa terulang.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak akan dampak cuaca ekstrem yang semakin tidak menentu, sekaligus perlunya kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi bencana di wilayah perkotaan.







