• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 28 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Menelusuri Jejak Sejarah Lebaran Ketupat: Lebih dari Sekadar Tradisi Makan

Editor
Sabtu, 28 Maret 2026 - 06:35
Ketupat Lebaran

Ketupat Lebaran (Wikipedia)

Di balik gurihnya opor dan anyaman janur yang rapi, Lebaran Ketupat menyimpan narasi besar tentang dakwah, filsafat, dan harmoni sosial di Nusantara. Tradisi yang dirayakan seminggu setelah 1 Syawal ini merupakan warisan luhur yang telah diakui secara resmi sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

  1. Diplomasi Budaya Sunan Kalijaga

Catatan sejarah dari Kemendikbud mengonfirmasi bahwa tokoh kunci di balik tradisi ini adalah Sunan Kalijaga. Beliau menggunakan ketupat sebagai media dakwah yang cerdas. Saat itu, masyarakat diperkenalkan pada dua perayaan besar:

RelatedPosts

Kejutan Prabowo, Hadir di Tengah-tengah Warga Bantaran Rel Senen Jakpus

Taman Sebagai Penyangga Pariwisata di Saat Hari Raya di Kota Bandung

Pemudik Merasa Nyaman Usai Istirahat di Posko Mudik Pemkot Bandung

Bakda Lebaran: Perayaan kemenangan tepat pada 1 Syawal.

Bakda Kupat: Perayaan yang dilakukan setelah menyelesaikan puasa sunnah Syawal selama 6 hari. Ini adalah bentuk apresiasi spiritual bagi mereka yang menyempurnakan ibadahnya.

 

  1. Filosofi “Laku Papat” (Empat Tindakan)

Secara etimologi, kata “Kupat” dalam bahasa Jawa merupakan kependekan dari Ngaku Lepat (mengakui kesalahan). Namun, secara resmi, maknanya meluas menjadi Laku Papat, yaitu empat filosofi hidup yang harus dijalankan setelah Ramadhan:

Lebaran: Menandakan pintu ampunan telah terbuka lebar.

Luberan: Simbol kedermawanan dan berbagi rezeki (zakat/sedekah).

Leburan: Momen untuk melebur dosa melalui saling memaafkan.

Laburan: Berasal dari kata kapur (labur), yang berarti menjaga diri agar tetap putih bersih secara lahir dan batin.

 

  1. Simbolisme Material: Dari Janur hingga Nasi Putih

Pemerintah dan para pakar budaya sering menekankan bahwa setiap unsur fisik ketupat memiliki makna:

Janur: Berasal dari frasa Sejatine Nur (Cahaya Sejati), melambangkan manusia yang kembali ke fitrah.

Anyaman Rumit: Menggambarkan jalan hidup manusia yang penuh liku, kesalahan, dan tantangan.

Isi Nasi Putih: Melambangkan kesucian hati yang didapat setelah berhasil melewati “anyaman” ujian hidup selama sebulan penuh.

 

  1. Perayaan Nasional yang Beragam

Kini, Lebaran Ketupat telah menjadi agenda wisata religi nasional. Di berbagai daerah, bentuk perayaannya berkembang secara unik:

Jawa Tengah & Yogyakarta: Identik dengan festival gunungan ketupat yang dikirab di alun-alun.

Lombok (Lebaran Topat): Masyarakat berkumpul di Makam Loang Baloq untuk berdoa dan makan bersama di tepi pantai.

Manado: Dikenal sebagai perayaan yang sangat inklusif, di mana semua warga lintas agama ikut berkunjung dan bersilaturahmi.

Lebaran Ketupat adalah pengingat bahwa kemenangan sejati bukan hanya soal perayaan fisik, melainkan tentang konsistensi beribadah (Puasa Syawal) dan kemauan untuk rendah hati mengakui kesalahan (Ngaku Lepat).

Tags: idulfitrilebaranLebaran KetupaLebaran Ketupat

Related Posts

Presiden Prabowo Subianto disambut warga.(Foto: Istimewa)

Kejutan Prabowo, Hadir di Tengah-tengah Warga Bantaran Rel Senen Jakpus

Editor
27 Maret 2026

Presiden Prabowo Subianto memberikan kejutan kepada warga Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Di tengah aktivitas sore pada, Kamis, 26...

Taman Cikapayang.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Taman Sebagai Penyangga Pariwisata di Saat Hari Raya di Kota Bandung

Editor
25 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Sejumlah taman kota di Kota Bandung terpantau dalam kondisi bersih dan terkendali selama masa libur Idulfitri. Berdasarkan...

Posko mudik.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Pemudik Merasa Nyaman Usai Istirahat di Posko Mudik Pemkot Bandung

Editor
23 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Posko Mudik Kolaborasi di SDN 090 Cibiru menjadi salah satu titik singgah favorit bagi para pemudik yang...

Tugu Angklung Kuningan.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Peresmian Tugu Angklung, Dari Kuningan Menyapa Dunia

Editor
20 Maret 2026

SATUJABAR, KUNINGAN – Dari Kuningan, alunan bunyi angklung nan merdu menyebar ke pelosok dunia. Menjadi bukti identitas budaya daerah mampu...

(Foto: Dokumentasi: Kementerian Kebudayaan / Mochammad Zulkarnain)

Jejak Pahlawan Nasional Perempuan Rahmah El Yunusiyyah Asal Padang Panjang

Editor
18 Maret 2026

Memang tak banyak pahlawan dari kalangan perempuan. Di Tanah Sumatra ada sosok pahlawan dari kalangan perempuan. Namanya Rahmah El Yunusiyyah...

‎(Foto: Anggana Mulia/ Muhamad Azi Zulhakim/Diskominfo Kab. Garut)

Guyub Berburu Berkah Ramadan di Acara Rumaksa Manjang Waluya di Garut

Editor
15 Maret 2026

GARUT, Selaawi - Dalam rangka menggerakkan perekonomian desa, Pemerintah Kabupaten Garut menggelar acara Rumaksa Manjang Waluya, yang dilaksanakan di Desa...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.