SATUJABAR, MAJALENGKA–Korban tewas kecelakaan maut mobil elf terguling di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menjadi enam orang. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat memberikan santunan Rp.150 juta kepada keluarga korban yang ditinggalkan.
Jumlah korban tewas kecelakaan tunggal mobil Isuzu Elf Microbus di Jalan Raya Panjalu-Cikijing, Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, menjadi enam orang. Mobil elf bernomor polisi Z 7012 CN mengalami kecelakaan tunggal, terguling setelah pengemudinya hilang kendali, pada Selasa (24/03/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB.
Saat kejadian, mobil elf yang dikemudikan Hasyim Adnan sedang melaju dari arah Panjalu, Kabupaten Ciamis menuju Cikijing, Kabupaten Majalengka. Pengemudi elf yang membawa 21 orang penumpang rombongan asal Karawang, turut menjadi korban tewas dalam kecelakaan maut tersebut.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menyampaikan duka cita atas peristiwa kecelakaan yang terjadi di momen Lebaran tersebut. Pemrov Jawa Barat memberikan santunan duka cita sebesar Rp.150 juta kepada keluarga korban yang ditinggalkan.
“Kami Pemlrov Jabar turut berduka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang ditinggalkan. Kami sampaikan do’a semoga Almarhum dan Almarhumah diterima Iman dan Islam-nya, diampuni segala dosanya, dan mendapatkan tempat di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam keterangannya, Rabu (25/03/2026).
Dedi menyoroti pentingnya perhatian terhadap keluarga korban yang ditinggalkan, terutama terkait keberlangsungan hidup mereka. Pemprov Jawa Barat memberikan bantuan uang duka cita sebesar Rp.150 juta sebagai bentuk rasa empati, sekaligus bekal bagi keluarga korban.
Dedi Mulyadi mengingatkan masyarakat selalu berhati-hati saat berkendara. Keselamatan harus menjadi prioritas utama selama dalam perjalanan.
“Lebih baik berhenti di jalan, daripada memaksakan diri. Keselamatan lebih utama daripada sekadar kecepatan agar bisa sampai di lokasi tujuan,” ungkap Dedi Mulyadi
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) Unit Penegakan Hukum (Gakum) Satlantas Polres Majalengka, kecelakaan tunggal terjadi saat mobil elf melintasi di jalan licin, menurun, dan menikung tajam. Mobil elf hilang kendali dan terguling, karena diduga pengemudi mengantuk dan kelelahan.
“Penyebab kecelakaan diduga karena pengemudi mengantuk dan kelelahan. Jarak pandang di lokasi saat kejadian sangat terbatas karena kabut tebal, ditambah aspal jalan dalam kondisi basah, sehingga pengemudi tidak bisa mengendalikan kendaraannya kemudian terguling,” ujar Kasatlantas Polres Majalengka, AKP Pandu Surya Renata, dalam keterangannya.
Pandu menjelaskan, kronologis kejadian bermula saat mobil elf dikemudikan saudara Hasyim Adnan melaju dari arah Panjalu menuju Cikijing. Saat melintasi jalanan licin, menurun, dan menikung tajam, di Blok Maniis Tonggoh, pengemudi tidak bisa mengendalikan kendaraannya hingga mobil elf oleng ke sebelah kanan jalan kemudian terguling masuk ke dalam parit.
Berdasarkan laporan terbaru, kecelakaan tunggal tersebut, mengakibatkan enam orang tewas dari total 21 penumpang. Seluruh jenazah korban telah dievakuasi dari lokasi kejadian dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majalengka.
Sementara korban luka berat dan ringan saat ini mendapatkan perawatan di RSUD Cideres. Korban luka berat dua orang, sisanya mengalami luka ringan.







