• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 7 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

OJK: Kinerja Perbankan Tetap Solid, Risiko Terjaga

Editor
Selasa, 10 Maret 2026 - 07:04
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae.(Foto: Humas OJK)

SATUJABAR, JAKARTA – Kinerja perbankan akan tetap solid dengan risiko yang terjaga, ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae saat menyampaikan Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) triwulan I-2026. Survei dilakukan pada Januari 2026 dengan melibatkan 93 bank responden, yang porsi total asetnya mencapai sebesar 94,17 persen dari total aset bank umum berdasarkan periode data Desember 2025.

Keyakinan kinerja perbankan yang solid tecermin dari Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) pada triwulan I-2026 yang tercatat sebesar 56 (zona optimis). Optimisme tersebut didorong oleh proyeksi pertumbuhan kinerja perbankan, dan keyakinan bahwa bank masih akan cukup mampu mengelola risiko di tengah ekspektasi peningkatan inflasi dan pelemahan nilai tukar.

RelatedPosts

Presiden Saksikan Penyerahan Uang Satgas PKH Rp 13 Triliun

Harga Emas Rabu 7/10/2026 Antam Rp 2.580.000 Per Gram

Rencana Pengembangan Hutan Produksi dan Hutan Lindung

Prediksi akan melemahnya nilai tukar dan meningkatnya laju inflasi menarik ke bawah Indeks Ekspektasi Kondisi Makroekonomi (IKM) pada triwulan I-2026 sehingga  masuk ke zona pesimis (IKM=45). Keyakinan peningkatan laju inflasi didorong oleh faktor musiman seperti bulan Ramadhan, hari raya Idul Fitri dan perayaan Tahun Baru Imlek sehingga meningkatkan kenaikan harga barang dan jasa.

Terdapat faktor low based effect dari tahun sebelumnya yang mana pada tahun lalu terdapat diskon tarif listrik yang tidak diberlakukan kembali pada triwulan I-2026. Selanjutnya, nilai tukar diperkirakan melemah seiring dengan masih tingginya tensi geopolitik global. Namun demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan terakselerasi didorong oleh perkiraan peningkatan konsumsi masyarakat pada triwulan I-2026.

Mayoritas responden meyakini bahwa risiko perbankan pada triwulan I-2026 masih dapat terjaga dan terkendali. Hal ini terlihat dari Indeks Persepsi Risiko (IPR) sebesar 57 atau berada pada zona optimis seiring dengan keyakinan bahwa kualitas kredit tetap terjaga baik, Posisi Devisa Netto (PDN) pada level rendah dengan aset dan tagihan valuta asing (valas) yang lebih besar dibandingkan kewajiban valas (long position).

Risiko likuiditas juga diperkirakan masih terjaga didorong ekspektasi alat likuid perbankan dan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang masih akan tumbuh. Seiring dengan perkiraan pertumbuhan DPK yang lebih tinggi dibandingkan perkiraan pertumbuhan penyaluran kredit, net cashflow pada triwulan I-2026 diperkirakan meningkat. Selain itu, cash inflow juga diperkirakan meningkat seiring dengan adanya dana Pemerintah Daerah yang mulai masuk pada triwulan I-2026.

Ekspektasi terhadap kinerja perbankan pada triwulan I-2026 juga berada pada level optimis dengan Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK) sebesar 67. Optimisme pertumbuhan pada triwulan I-2026 didorong oleh ekspektasi bahwa kredit masih akan tumbuh seiring dengan meningkatnya permintaan kredit serta didukung dengan usaha bank dalam melakukan ekspansi kredit pada pipeline yang tersedia.

Industri pengolahan sebagai sektor ekonomi yang paling mendominasi penyaluran kredit perbankan, pada Januari 2026 tumbuh sebesar 6,60 persen (yoy), dan diproyeksikan tetap menjadi penggerak pertumbuhan kredit ke depan. Dari sisi penghimpunan dana, responden memperkirakan bahwa pada triwulan I-2026, DPK juga diperkirakan tumbuh sejalan dengan usaha bank dalam memperoleh sumber dana untuk mendukung pertumbuhan kredit dan menjaga likuiditas.

“Hasil survei ini juga menunjukkan bahwa responden memiliki concern yang besar terhadap kondisi global yang terus berlangsung untuk jangka waktu yang lama (prolonged), dan bahkan memburuk, serta implikasi yang ditimbulkan terhadap kinerja ekonomi Indonesia. Meskipun berbagai indikator perbankan saat ini dalam posisi yang resilience, perbankan masih sangat membutuhkan ekosistem bisnis yang vibrant untuk dapat tumbuh dengan baik,” kata Dian melalui keterangan resmi.

Image: OJK

Pada SBPO periode ini, OJK juga menghimpun informasi dari responden terkait outlook ekonomi global dan Indonesia Tahun 2026 serta pertumbuhan Kredit Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Ekonomi global diperkirakan tumbuh moderat didorong oleh tingginya ketidakpastian dan geopolitik global.

Melihat perkembangan dalam waktu seminggu terakhir, saat ini tensi geopolitik semakin meningkat seiring dengan eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke Teheran. Dampak nyata dari konflik tersebut telah terasa pada pasar saham di Asia yang anjlok akibat aksi panic-selling di tengah kekhawatiran bahwa konflik dimaksud akan memicu inflasi dan menghantam ekonomi global. Dampak lebih luas terhadap perekonomian global dan domestik mungkin terjadi apabila perang ini berlangsung lama.

“Belajar dari berbagai krisis yang pernah kita hadapi, situasi sulit seperti ini harus digunakan untuk memperkuat reformasi dalam semua sektor perekonomian. Beragam kebijakan ekonomi perlu dirumuskan secara terpadu (cohesive) dan selaras (coherence) guna mendorong kinerja yang semakin baik dan berkelanjutan (sustainable), sehingga mampu mendorong ekonomi Indonesia yang lebih dinamis dan berdaya saing,” tegas Dian.

Sementara itu, ekonomi Indonesia pada tahun 2026 diperkirakan tumbuh tetap solid didorong oleh stimulus fiskal dan kebijakan moneter yang akomodatif. Selain itu, pertumbuhan ekonomi domestik juga masih ditopang konsumsi rumah tangga dan manufaktur yang tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selanjutnya, sebagian besar bank responden optimis bahwa kredit UMKM pada triwulan I-2026 akan tumbuh dengan porsi yang meningkat dibandingkan total kredit.

 

SBPO

OJK melaksanakan SBPO secara triwulanan untuk memperoleh gambaran dari industri perbankan tentang arah perekonomian, persepsi terhadap risiko perbankan, serta arah/tendensi bisnis perbankan pada triwulan mendatang. SBPO menghasilkan suatu Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP), yaitu indeks komposit yang menunjukkan persepsi dengan rentang nilai 1 s.d. 100, di mana indeks >50 menunjukkan persepsi optimis, indeks =50 menunjukkan persepsi stabil, dan indeks <50 menunjukkan persepsi pesimis. IBP terdiri dari tiga subindeks yaitu Indeks Ekspektasi Kondisi Makroekonomi (IKM), Indeksi Persepsi Risiko (IPR) dan Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK). Selain ketiga indeks tersebut, SBPO juga menghasilkan informasi lain yang sedang menjadi isu hangat pada industri perbankan serta hal-hal yang dianggap dapat berpengaruh terhadap kinerja perbankan.

Secara historis, hasil survei SBPO cukup akurat dalam memprediksi arah dari beberapa indikator makroekonomi maupun perbankan di Indonesia.

Tags: Kinerja Perbankan 2026

Related Posts

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara Rp13,2 Triliun.(Foto: BPMI Setpres)

Presiden Saksikan Penyerahan Uang Satgas PKH Rp 13 Triliun

Editor
7 Oktober 2026

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara, serta penyerahan hasil penguasaan kembali kawasan hutan...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Rabu 7/10/2026 Antam Rp 2.580.000 Per Gram

Editor
7 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Rabu 7/10/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.580.000 per gram...

Perum Perhutani, kementerian kehutanan

Rencana Pengembangan Hutan Produksi dan Hutan Lindung

Editor
7 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut), melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) dan didukung Multistakeholder Forestry Programme (MFP) Fase 5,...

Dari kiri ke kanan: Jaksa Agung ST Burhanuddin, Presiden Prabowo Subianto, Menhut Raja Juli Antoni.(Foto: Humas Kemenhut)

Kemenhut Terima Penyerahan 259 Ribu Hektare Kawasan Hutan

Editor
7 Oktober 2026

JAKARTA - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyaksikan langsung penyerahan denda administratif penyelamatan keuangan negara serta penguasaan kembali kawasan hutan...

Wamenkomdigi Nezar Patria memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (06/10/2026). Foto: Ardi Widiyansah/Komdigi

UU Satu Data Indonesia Disahkan, Bagaimana Implementasinya?

Editor
7 Oktober 2026

JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia bersama Pemerintah mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Satu Data Indonesia menjadi Undang-Undang dalam Rapat...

Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti.

Senator Agita Soroti Kendala Data DTSEN dalam Penyaluran KIP Kuliah

Editor
7 Oktober 2026

JAKARTA - Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti menyoroti...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.