• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 1 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Dari Bilik Produksi Percetakan Al-Qur’an Braille, Semangat Membumikan Al Quran

Editor
Minggu, 08 Maret 2026 - 08:37
Di balik hadirnya Al-Qur’an Braille yang dibaca oleh penyandang disabilitas netra, ada proses panjang yang dikerjakan dengan ketelitian tinggi.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Di balik hadirnya Al-Qur’an Braille yang dibaca oleh penyandang disabilitas netra, ada proses panjang yang dikerjakan dengan ketelitian tinggi.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Di balik hadirnya Al-Qur’an Braille yang dibaca oleh penyandang disabilitas netra, ada proses panjang yang dikerjakan dengan ketelitian tinggi. Mulai dari proses penerjemahan Braille, pengeditan hingga pencetakan, semuanya dilakukan dengan penuh kesabaran oleh para pekerja di percetakan khusus Braille.

Salah satunya adalah Sutiadi, translator sekaligus pekerja percetakan Braille yang telah bekerja selama tiga tahun. Ia sebelumnya bertugas di Sentra Abiyoso Cimahi sebelum akhirnya dipindahkan bersama tim produksi ke tempat kerjanya saat ini.

RelatedPosts

Museum Bing Slamet Diresmikan, Menbud: Hidupkan Warisan Sang Maestro

Peluncuran Buku Sejarah MPR di Gedung Merdeka Bandung

Menbud Resmikan Perpustakaan Danantara Museum Nasional Indonesia

“Dulu saya di Abiyoso, tapi produksinya dipindahkan ke sini bersama orang-orangnya,” kata Sutiadi dilansir bandung.go.id.

Dalam proses produksi, ia menjelaskan pencetakan Al-Qur’an Braille sebenarnya sudah memiliki master resmi dari Kementerian Agama. Dengan begitu, proses produksi tinggal mencetak, menggandakan, hingga menjilid buku.

Untuk buku-buku Braille umum, satu pekerja biasanya mampu mencetak sekitar 30 buku dalam sehari. Sementara untuk Al-Qur’an Braille, prosesnya jauh lebih besar dan kompleks.

Dalam satu tahun, percetakan tersebut memproduksi sekitar 50 set Al-Qur’an Braille. Setiap set terdiri dari 30 jilid, sehingga total produksi mencapai sekitar 1.500 buku.

“Kalau Al-Qur’an Braille tidak mungkin jadi satu buku. Satu juz itu satu buku, jadi satu setnya ada 30 buku dan biasanya sampai dua dus besar,” jelasnya.

Meski prosesnya terlihat sederhana, tantangan tetap ada, terutama pada mesin cetak. Kadang-kadang titik Braille yang dicetak tidak sempurna, seperti ada titik yang hilang atau justru berlebih.

“Kadang di layar sudah benar, tapi pas dicetak titiknya hilang satu atau kelebihan. Kalau begitu harus dicek lagi dan diperbaiki,” ungkapnya.

Al-Qur’an Braille.(Foto: Humas Pemkot Bandung)
Al-Qur’an Braille.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Al-Qur’an Braille yang diproduksi di percetakan ini didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia, dari barat hingga timur. Permintaan sering datang dari berbagai organisasi penyandang disabilitas netra di Tanah Air.

Selain Al-Qur’an, percetakan ini juga memproduksi kitab suci lain dalam Braille, seperti Injil. Produksi biasanya menyesuaikan kebutuhan setiap tahunnya.

“Kalau tahun lalu Al-Qur’an 70 set, Injil hanya tiga set. Tahun ini Al-Qur’an 50 set, tapi Injilnya 20 set,” ujarnya.

Proses pencetakan tersebut juga didukung lebih dari 10 mesin cetak Braille yang sebagian besar berasal dari Norwegia. Di bagian percetakan, terdapat sekitar 10 pekerja yang terlibat langsung dalam produksi buku-buku Braille.

Sebelum buku-buku tersebut dicetak, ada tahap penting lain yang tidak kalah krusial, yakni proses pengeditan master naskah. Tugas ini dipegang oleh Hendra Kusumah yang telah menjadi editor sejak 2017.

“Tugas saya memastikan master buku sudah benar sebelum dicetak,” kata Hendra.

Menurutnya, proses editing tidak sekadar membaca, tetapi memeriksa setiap detail, mulai dari huruf, tanda baca hingga struktur kalimat.

“Kalau membaca biasa kan kita hanya membaca. Tapi kalau mengedit kita harus memperlambat membaca, memperhatikan koma, titik, huruf besar semuanya harus tepat,” jelasnya.

Proses pengeditan Al-Qur’an Braille bahkan bisa memakan waktu sangat lama. Untuk memeriksa master 30 juz Al-Qur’an secara keseluruhan, prosesnya bisa berlangsung hingga bertahun-tahun.

Namun saat ini, master Al-Qur’an Braille sudah tersedia, sehingga prosesnya lebih banyak pada pembaruan. Biasanya setiap dua tahun dilakukan pentashihan atau evaluasi untuk menyesuaikan dengan standar mushaf terbaru.

“Kalau ada simbol hukum bacaan yang perlu ditambahkan atau disesuaikan, itu diperbarui supaya benar-benar sesuai dengan Al-Qur’an yang sebenarnya,” pungkasnya.

Tags: Al-Qur’an Braille

Related Posts

Peresmian Museum Bing Slamet.(Foto/Dokumentasi: Kementerian Kebudayaan / Agung panji)

Museum Bing Slamet Diresmikan, Menbud: Hidupkan Warisan Sang Maestro

Editor
30 September 2026

JAKARTA - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meresmikan Museum Bing Slamet yang berlokasi di Jalan Arimbi No. 7, Tanah Tinggi,...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bersama anggota MPR di Gedung Merdeka.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Peluncuran Buku Sejarah MPR di Gedung Merdeka Bandung

Editor
28 September 2026

BANDUNG - Gedung Merdeka, Kota Bandung, menjadi lokasi Peluncuran Buku Sejarah MPR dalam Mengawal Kedaulatan Rakyat serta Risalah Tematik Perubahan...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon saat memberikan sambutan dalam acara Peresmian Perpustakaan Danantara di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.(Foto: Humas Kemenbud)

Menbud Resmikan Perpustakaan Danantara Museum Nasional Indonesia

Editor
27 September 2026

JAKARTA - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan bahwa hadirnya perpustakaan di Museum Nasional Indonesia merupakan dua elemen yang saling...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menerima Piagam Penghargaan dari Keraton Sumedang Larang yang diserahkan Sri Radya Keraton Sumedang Larang Lukman Soemadisoeria di Museum Srimanganti, Kamis (24/9/2026).(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Keraton Sumedang Larang Beri Penghargaan ke Bupati

Editor
25 September 2026

Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas dedikasi serta perhatian dalam memberikan perlindungan hukum kepada Keraton Sumedang Larang, Bupati Sumedang  Dony...

Gracie Mansion, kediaman Wali Kota New York.(Foto: Wikipedia)

Menelisik Gracie Mansion, Kediaman Resmi Wali Kota New York

Editor
22 September 2026

Di tengah jajaran pencakar langit Manhattan yang megah dan modern, berdiri sebuah struktur kayu bergaya Federal yang tenang di tepi...

BATIK SUMEDANG: Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di sela penutupan rangkaian kegiatan Sumedang Membatik Tahun 2026 di Pendopo Kecamatan Sumedang Utara, Sabtu (20/9/2026) seperti dikabarkan Humas Sumedang.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Batik Sumedang, Bupati: Kuatkan Identitas Daerah

Editor
20 September 2026

SUMEDANG - Batik Kasumedang didorong tidak sekadar menjadi warisan budaya yang dilestarikan, tetapi berkembang menjadi identitas daerah yang memiliki karakter...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.