• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 12 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Hasil Tangkapan Nelayan Kian Minim? BRIN Kasih Solusi

Editor
Senin, 23 Februari 2026 - 11:32
Kapal Nelayan. (Foto: KKP)

Kapal Nelayan. (Foto: KKP)

SATUJABAR, JAKARTA – Sebanyak 80 persen nelayan tradisional masih bergantung pada kapal berbahan bakar fosil. Kondisi ini menjadi tantangan utama sektor perikanan tangkap dan berdampak pada tingginya biaya operasional serta kualitas hasil tangkapan. Untuk itu, diperlukan inovasi teknologi di bidang kapal tangkap.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Teknologi Proses Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Hens Saputra, dalam webinar Energi Manufaktur (ENMA) Edisi 03, Rabu (18/2). Webinar yang diselenggarakan oleh Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) BRIN ini sebagai upaya mendorong kolaborasi riset dan inovasi terapan di bidang teknologi kapal. Kegiatan yang mengusung tema “Pengembangan Teknologi Kapal Perikanan Berbasis Kolaborasi Riset untuk Ketahanan Pangan dan Daya Saing Nelayan,” tersebut, bertujuan untuk meningkatkan peran serta BRIN dalam pembangunan ekonomi biru di Indonesia.

RelatedPosts

Pekerja Migran Asal Cianjur Korban TPPO Dipulangkan dari Libya

Harga Emas Minggu 12/7/2026 Antam Rp 2.655.000 Per Gram

Pertamina Patra Niaga Pastikan Penyaluran BBM di Seluruh SPBU Wilayah Jabodetabek Tetap Berjalan Optimal

“Untuk menekan biaya operasional nelayan dan meningkatkan mutu hasil tangkap, dibutuhkan kapal tangkap dengan teknologi terkini yang mengedepankan penggunaan energi baru terbarukan serta dilengkapi dengan fasilitas monitoring berbasis digital. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kolaborasi pentahelix antara akademisi, pemerintah, pelaku usaha, media dan komunitas nelayan masyarakat,” ungkap Hens seperti dikabarkan Humas BRIN.

Ini sesuai dengan yang disampaikan Kepala PRTH, Teguh Muttaqie, saat membuka acara. Ia  menyampaikan bahwa BRIN perlu berkolaborasi dengan asosiasi dan mitra-mitra strategis untuk mengetahui kebutuhan teknologi yang dibutuhkan untuk nelayan saat ini.

Komitmen kolaborasi tersebut tidak hanya berhenti pada tataran wacana, tetapi juga diwujudkan melalui pengembangan riset dan inovasi teknologi kapal yang aplikatif. Menjawab kebutuhan nelayan yang terus berkembang, Perekayasa Ahli Muda PRTH BRIN, Nanang Setiyobudi, menjelaskan bahwa kelompok risetnya saat ini sedang mengembangkan inovasi kapal hybrid layar penangkap rajungan. Ia berpendapat, riset tersebut mengusung penerapan teknologi ramah lingkungan, dengan fokus pada kearifan lokal kapal dan api bubu kubah di Rembang Jawa Tengah untuk mendukung kampung nelayan merah putih dan ekonomi biru.

“Tantangan para nelayan kecil adalah tidak bisa menjangkau perairan yang lebih jauh dari pesisir, rata-rata nelayan kecil hanya mampu mencapai jarak 12 NM, kedua ukuran rajungan yang tertangkap masih berukuran kecil sebab ukuran rajungan yang berukuran lebih dari 13 cm berada diperairan dalam yang sulit dijangkau oleh kapal nelayan kecil, ketiga besarnya biaya operasional terutama dari bahan bakar minyak mencapai 70% dari total pengeluaran operasional,” Nanang memaparkan.

Ia melanjutkan, BRIN menawarkan solusi riset dan inovasi pengembangan kapal layar menggunakan tenaga angin dan hybrid listrik. Kapal ini mampu meningkatkan jarak tempuh lebih jauh sekaligus hemat energi. Kapal hybrid ini mampu beroperasi selama 10 hari, menampung hasil tangkap hingga dua ton, serta memiliki sistem penggerak layar dan listrik sehingga menghemat bahan bakar minyak hingga 76% tiap perjalanan.

Penerapan teknologi kapal hybrid tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung keberlanjutan sektor perikanan tangkap, khususnya pada komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti rajungan. Sejalan dengan itu, Ketua Asosiasi Pengelola Rajungan Indonesia (APRI) Kuncoro Catur Nugroho menegaskan pentingnya inovasi teknologi kapal bagi wilayah sentra produksi rajungan nasional. Kuncoro menyebutkan bahwa Pulau Jawa merupakan sentra komoditas rajungan terbesar di Indonesia, dan Provinsi Jawa Timur merupakan penghasil komoditas tertinggi di pulau Jawa.

“Kami sangat menantikan pemanfaatan hasil riset dan inovasi BRIN terkait kapal tangkap yang cepat, efisien dari segi operasional, serta menggunakan energi baru terbarukan. Selain itu, kami juga membutuhkan kapal tangkap yang memiliki tempat penyimpanan dengan kapasitas yang memadai dan teknologi penyimpanan hasil ikan yang modern,” ujar Kuncoro.

Berbagai tantangan dan peluang pengembangan teknologi kapal dibahas dari beragam perspektif dalam webinar ini. Senior Lecturer in Naval Architecture Newcastle University, Simon Benson, menyoroti masih banyaknya nelayan di dunia yang menggunakan kapal terbuka dan bertipe tradisional, dengan desain yang sangat dipengaruhi kondisi wilayah dan budaya sehingga aspek keselamatan pengguna perlu mendapat perhatian lebih.

Sementara itu, Perekayasa Ahli Muda PRTH BRIN Ari Kuncoro menjelaskan bahwa pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada kapal tangkap rajungan berpotensi signifikan dalam menekan biaya operasional sekaligus menjaga kualitas hasil tangkapan. Di sisi lain, Perekayasa Ahli Madya BRIN Endah Suwarni menyampaikan bahwa BRIN juga mengembangkan kapal ancak berbahan material fiberglass untuk mengoptimalkan pemanenan rumput laut secara lebih efisien.

Webinar tersebut juga membahas sejumlah tantangan ketahanan pangan, transisi energi bersih, dan peningkatan daya saing produk perikanan. Inovasi yang diharapkan yaitu mengintegrasikan pemanfaatan energi baru terbarukan, sistem pengolahan hasil tangkap di atas kapal, keselamatan kerja, dan efisiensi desain. Diskusi ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi penta-helix, mendorong kemandirian industri kapal nasional, serta berkontribusi langsung terhadap ketahanan pangan, peningkatan ekspor perikanan, dan kesejahteraan nelayan Indonesia.

Tags: BRINHasil Tangkapan NelayanNelayan Indonesia

Related Posts

Ilustrasi wanita korban TPPO.(Foto:Istimewa)

Pekerja Migran Asal Cianjur Korban TPPO Dipulangkan dari Libya

Editor
12 Juli 2026

SATUJABAR, CIANJUR--Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berhasil dipulangkab setelah terjebak selama 14 bulan di Libya....

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Minggu 12/7/2026 Antam Rp 2.655.000 Per Gram

Editor
12 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Minggu 12/7/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.655.000 per gram...

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau (SPBU) Pertamina.(Foto: istimewa)

Pertamina Patra Niaga Pastikan Penyaluran BBM di Seluruh SPBU Wilayah Jabodetabek Tetap Berjalan Optimal

Editor
12 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Pertamina Patra Niaga memastikan penyaluran BBM ke seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU Pertamina di...

Suasana di area PLTU Batubara. Pemerintah akan memperkuat pengawasan DMO Batubara.(Foto: Humas Kementerian ESDM)

DMO Batubara: Kementerian ESDM Perkuat Pengawasan

Editor
12 Juli 2026

SATUJABAR, Jakarta - Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terus memperkuat pemantauan terhadap pelaksanaan kewajiban...

Wamenkomdigi Nezar Patria memberikan keterangan kepada awak media usai acara Netflix Family Festival 2026: World of Wonder di Cinema XXI Senayan City, Jakarta Pusat, Sabtu (11/07/2026). Foto: Ardi Widiyansah/Komdigi

Festival Film Keluarga Sarana Sosialisasi PP Tunas

Editor
12 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Festival film keluarga dapat menjadi model baru dalam menyosialisasikan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata...

Wamenkomdigi Nezar Patria memberikan keterangan kepada awak media usai acara Kick Off Konvensi Humas Indonesia 2026 di Antara Heritage, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Sabtu (11/07/2026). Foto: Ardi Widiyansah/Komdigi

Konvensi Humas Indonesia 2026, Wamenkomdigi: Perkuat Kapasitas Profesi

Editor
12 Juli 2026

Konvensi Humas Indonesia 2026 akan digelar di Surakarta 17–18 Oktober 2026. Forum menjadi momentum penting bagi insan humas untuk memperkuat...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat