• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 16 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Tagline Arah Pembangunan Kabupaten Sumedang 2026: Sumedang Membumi, Kadeuleu, Karampa, Karasa

Editor
Rabu, 07 Januari 2026 - 06:27
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

SATUJABAR, SUMEDANG – Pemkab Sumedang yang dipimpin Bupati Dony Ahmad Munir menjadikan tahun 2026 ini sebagai tahun kerja nyata, tahun penguatan fondasi, sekaligus tahun pembuktian bahwa kepemimpinan dan birokrasi benar-benar hadir untuk rakyat, bekerja bersama rakyat, dan manfaatnya dirasakan langsung oleh rakyat.

“Saya ingin menegaskan arah besar tagline Sumedang Tahun 2026 dalam mewujudkan Visi Sumedang Simpati Semakin Maju Menuju Indonesia Emas 2045, yakni Sumedang Membumi, Kadeuleu, Karampa, Karasa,” ujar Bupati Dony Ahmad Munir memimpin Apel Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di awal Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Senin (5/1/2026) dilansir laman Pemkab Sumedang.

RelatedPosts

Menbud Fadli Zon Ziarah ke Makam Raden Wijaya Disela-sela Peletakan Batu Pertama Museum Majapahit

Helaran Karnaval Budaya Titik Klimaks Hari Jadi Kuningan ke-528

Bangbayang, Desa di Pinggir Hutan Lindung

Bupati menjelaskan, Membumi berarti seluruh kebijakan pemerintah tidak berhenti di atas kertas atau dokumen perencanaan, melainkan hadir dan menyentuh langsung realitas kehidupan masyarakat. “Sebagai pejabat struktural, Bapak dan Ibu harus turun ke lapangan, mendengar keluhan rakyat secara langsung, bukan hanya melalui laporan. Dari sanalah kebijakan yang berempati dan bernurani dapat diambil. Seorang pemimpin harus dekat dengan persoalan nyata di masyarakat,” tegasnya.

Bupati menguraikan, tagline Sumedang Membumi memiliki filosofi mendalam yang diwujudkan melalui tiga prinsip utama, yakni Kadeuleu, Karampa, dan Karasa. Prinsip Kadeuleu mengandung makna bahwa kinerja pemerintah harus terlihat dan dirasakan. Pelayanan harus cepat dan pasti, proyek harus jelas manfaatnya, serta program harus nyata hasilnya. “Tidak boleh lagi ada program yang tidak jelas dampaknya bagi masyarakat, dan tidak boleh ada kegiatan yang hanya sekadar mengugurkan anggaran,” ujarnya.

Sementara itu, prinsip Karampa bermakna pengambilan keputusan yang tidak bertele-tele, pelayanan yang tidak berbelit-belit, serta koordinasi lintas perangkat daerah yang solid dan saling mendukung. “Zaman sudah berubah, ekspektasi publik semakin meningkat. Birokrasi yang lambat adalah ketidakadilan baru bagi masyarakat. Mari kita bangun budaya kerja yang responsif, adaptif, dan solutif,” tuturnya.

Adapun prinsip Karasa disebut sebagai ukuran tertinggi keberhasilan pemerintah, yakni sejauh mana manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat. “Bukan soal banyaknya kegiatan atau besarnya anggaran, tetapi apakah petani lebih sejahtera, UMKM tumbuh, investasi semakin mudah, anak-anak lebih sehat dan berpendidikan, serta layanan publik semakin baik. Jika rakyat belum merasakan manfaatnya, maka kita belum berhasil,” ungkap Bupati Dony.

Di akhir arahannya, Bupati mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk terus memperkuat integritas dan keteladanan dalam bekerja dan mengabdi. “Saya ucapkan selamat bekerja dan selamat mengabdi. Mari kita awali Tahun 2026 dengan niat yang lurus, langkah yang kuat, dan kerja yang benar-benar berdampak bagi masyarakat,” katanya.

Tags: bupati sumedangDony Ahmad Munirsumedang

Related Posts

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan ziarah dan peninjauan ke Petilasan Raden Wijaya di Kawasan Siti Inggil, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Dok. Humas Kemenbud)

Menbud Fadli Zon Ziarah ke Makam Raden Wijaya Disela-sela Peletakan Batu Pertama Museum Majapahit

Editor
15 September 2026

MOJOKERTO - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan ziarah dan peninjauan ke Petilasan Raden Wijaya di Kawasan Siti Inggil, Desa...

Helaran Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan bertajuk “Tumapak ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan” berhasil menyedot antusiasme luar biasa dari ribuan warga yang tumpah ruah ke jalanan, Minggu (13/9/2026).(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Helaran Karnaval Budaya Titik Klimaks Hari Jadi Kuningan ke-528

Editor
14 September 2026

KUNINGAN – Helaran Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan  bertajuk “Tumapak ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan” berhasil menyedot antusiasme...

Salah satu area di kampung buhun, Bangbayang, Desa Bangbayang, Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Bangbayang, Desa di Pinggir Hutan Lindung

Editor
13 September 2026

Jumlah rumah di kampung buhun, Bangbayang, Desa Bangbayang, Kecamatan Situraja tak pernah bertambah. Jumlahnya selalu 70 rumah, tak kurang dan...

– Gelaran budaya dan olahraga tahunan Desa Suganangan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan kembali bergulir. Mengusung tajuk “Nyimas Lenggangherang Jilid 5: Sport n’ Ethno Carnaval”, kegiatan ini resmi dibuka pada Kamis (10/9/2026), bertempat di Stadion Rana Diraksa.(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Gelar Budaya dan Olahraga Desa Suganangan Membangun Kolaborasi

Editor
11 September 2026

KUNINGAN – Gelaran budaya dan olahraga tahunan Desa Suganangan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan kembali bergulir. Mengusung tajuk “Nyimas Lenggangherang Jilid...

Rapat persiapan Karnaval Budaya di Hari Jadi Kabupaten Kuningan.(Foto: Dok. Diskominfo Kab. Kuningan)

Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528, Kirab Sejarah di Ujung Perayaan

Editor
8 September 2026

Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528 akan diwarnai dengan Karnaval Budaya yang persiapannya terus dimatangkan. Mengusung tema “Tumapak Ka Jaman Baheula:...

Ribuan warga Kuningan tumpah ruah menyaksikan helaran tradisi budaya Seba Sapton dan Babarit yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-528 Kuningan, Sabtu (5/9/2026).(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Meriahnya Tradisi Budaya Seba Sapton dan Babarit di Hari Jadi Kuningan

Editor
6 September 2026

Ribuan warga Kuningan tumpah ruah menyaksikan helaran tradisi budaya Seba Sapton dan Babarit yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.