• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 25 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Tagline Arah Pembangunan Kabupaten Sumedang 2026: Sumedang Membumi, Kadeuleu, Karampa, Karasa

Editor
Rabu, 07 Januari 2026 - 06:27
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

SATUJABAR, SUMEDANG – Pemkab Sumedang yang dipimpin Bupati Dony Ahmad Munir menjadikan tahun 2026 ini sebagai tahun kerja nyata, tahun penguatan fondasi, sekaligus tahun pembuktian bahwa kepemimpinan dan birokrasi benar-benar hadir untuk rakyat, bekerja bersama rakyat, dan manfaatnya dirasakan langsung oleh rakyat.

“Saya ingin menegaskan arah besar tagline Sumedang Tahun 2026 dalam mewujudkan Visi Sumedang Simpati Semakin Maju Menuju Indonesia Emas 2045, yakni Sumedang Membumi, Kadeuleu, Karampa, Karasa,” ujar Bupati Dony Ahmad Munir memimpin Apel Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di awal Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Senin (5/1/2026) dilansir laman Pemkab Sumedang.

RelatedPosts

Perpustakaan Ranggawarsita Lengkapi Literasi Kebudayaan Indonesia

Ibu Kota Majapahit: BRIN Terapkan Penelitian Multidisiplin

Purwoceng, Tanaman Obat Endemik Indonesia Hampir Punah

Bupati menjelaskan, Membumi berarti seluruh kebijakan pemerintah tidak berhenti di atas kertas atau dokumen perencanaan, melainkan hadir dan menyentuh langsung realitas kehidupan masyarakat. “Sebagai pejabat struktural, Bapak dan Ibu harus turun ke lapangan, mendengar keluhan rakyat secara langsung, bukan hanya melalui laporan. Dari sanalah kebijakan yang berempati dan bernurani dapat diambil. Seorang pemimpin harus dekat dengan persoalan nyata di masyarakat,” tegasnya.

Bupati menguraikan, tagline Sumedang Membumi memiliki filosofi mendalam yang diwujudkan melalui tiga prinsip utama, yakni Kadeuleu, Karampa, dan Karasa. Prinsip Kadeuleu mengandung makna bahwa kinerja pemerintah harus terlihat dan dirasakan. Pelayanan harus cepat dan pasti, proyek harus jelas manfaatnya, serta program harus nyata hasilnya. “Tidak boleh lagi ada program yang tidak jelas dampaknya bagi masyarakat, dan tidak boleh ada kegiatan yang hanya sekadar mengugurkan anggaran,” ujarnya.

Sementara itu, prinsip Karampa bermakna pengambilan keputusan yang tidak bertele-tele, pelayanan yang tidak berbelit-belit, serta koordinasi lintas perangkat daerah yang solid dan saling mendukung. “Zaman sudah berubah, ekspektasi publik semakin meningkat. Birokrasi yang lambat adalah ketidakadilan baru bagi masyarakat. Mari kita bangun budaya kerja yang responsif, adaptif, dan solutif,” tuturnya.

Adapun prinsip Karasa disebut sebagai ukuran tertinggi keberhasilan pemerintah, yakni sejauh mana manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat. “Bukan soal banyaknya kegiatan atau besarnya anggaran, tetapi apakah petani lebih sejahtera, UMKM tumbuh, investasi semakin mudah, anak-anak lebih sehat dan berpendidikan, serta layanan publik semakin baik. Jika rakyat belum merasakan manfaatnya, maka kita belum berhasil,” ungkap Bupati Dony.

Di akhir arahannya, Bupati mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk terus memperkuat integritas dan keteladanan dalam bekerja dan mengabdi. “Saya ucapkan selamat bekerja dan selamat mengabdi. Mari kita awali Tahun 2026 dengan niat yang lurus, langkah yang kuat, dan kerja yang benar-benar berdampak bagi masyarakat,” katanya.

Tags: bupati sumedangDony Ahmad Munirsumedang

Related Posts

Peresmian Perpustakaan Ranggawarsita.(Foto: Humas Kemenbud)

Perpustakaan Ranggawarsita Lengkapi Literasi Kebudayaan Indonesia

Editor
22 Juli 2026

Perpustakaan Ranggawarsita berawal dari inisiatif untuk menghimpun kembali berbagai publikasi kebudayaan yang selama puluhan tahun diterbitkan pemerintah namun tersebar. SATUJABAR,...

Peninggalan sejarah di Ibu Kota Majapahit.(IMAGE: BRIN)

Ibu Kota Majapahit: BRIN Terapkan Penelitian Multidisiplin

Editor
17 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Penelitian mengenai ibu kota Kerajaan Majapahit di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, perlu dilakukan melalui pendekatan multidisiplin...

Purwoceng.(Image: Halodoc via BRIN)

Purwoceng, Tanaman Obat Endemik Indonesia Hampir Punah

Editor
16 Juli 2026

Purwoceng merupakan spesies endemik Indonesia yang secara alami hanya tumbuh di kawasan dataran tinggi, terutama di Dieng, pada ketinggian sekitar...

NV Bima.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

N.V. BIMA Pabrik Panci Legendaris, Tembus Pasar Dunia

Editor
16 Juli 2026

N.V. BIMA adalah jejak manufaktur dunia yang terlihat di Kota Bandung. Kisahnya mewarnai jejak peradaban manusia yang terus beradaptasi dan...

Museum Musik rencananya akan menempati aset Jiwasraya di Jalan Asia-Afrika Bandung.(Foto: Dok. Jiwasraya)

Museum Musik di Bandung, Museum Film di Jakarta, Museum Fotografi di Semarang

Editor
15 Juli 2026

Museum Musik di Bandung, Museum Film di Jakarta, Museum Fotografi di Semarang akan menggunakan aset Jasa Raharja dan Jiwasraya dibawah...

Kereta api melintasi jembatan.(FOTO: Humas KAI). penumpang KAI 2024,ka parahyangan.layanan baru KAI, KA Cut Meutia.KA Pasundan

Rute Terpanjang Kereta Api, Sebagian Tembus 1.000 KM

Editor
14 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Rute terpanjang kereta api di Indonesian tercatat beberapa di antaranya ada yang menembus 1.000 KM, menurut data...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat