• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 22 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
Advertisement
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Sambangi Kota Bandung, Menteri UMKM Apresiasi The Hallway Space

Editor
Kamis, 06 November 2025 - 06:35
Menteri Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) Maman Abdurrahman (kiri) bersama Wakil Wali Kota Bandung Erwin saat berkunjung ke Pasar Kosambi, Bandung, Rabu 5 November 2025. (Foto: Humas Pemkot Bandung)

Menteri Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) Maman Abdurrahman (kiri) bersama Wakil Wali Kota Bandung Erwin saat berkunjung ke Pasar Kosambi, Bandung, Rabu 5 November 2025. (Foto: Humas Pemkot Bandung)

SATUJABAR, BANDUNG – Menteri Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) Maman Abdurrahman mengapresiasi inisiatif kolaboratif komunitas anak muda Bandung dalam menghidupkan kembali Pasar Kosambi melalui keberadaan The Hallway Space.

Ruang kreatif yang dikelola oleh pelaku UMKM muda ini dinilai mampu menciptakan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat sekitar.

RelatedPosts

Piala Dunia 2026 Grup G: Mesir Bangkit, Tekuk Selandia Baru 3-1

Libur Sekolah 2026: Pemerintah Beri Diskon Tarif Transportasi

Piala Dunia 2026 Grup D: Turkiye Tersingkir

“Pasar Kosambi ini dulunya merupakan salah satu pasar terbesar dan teramai di Bandung. Namun, seiring waktu, aktivitasnya menurun dan sempat terkesan kumuh. Sekarang, dengan sentuhan kreativitas anak-anak muda, ruang publik seluas lebih dari 3.000 meter persegi ini kembali hidup,” kata Maman Abdurrahman saat berkunjung ke Pasar Kosambi, Bandung, Rabu 5 November 2025 dilansir laman Pemkot Bandung.

Menurutnya, The Hallway Space menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan komunitas lokal yang berhasil memanfaatkan fasilitas publik secara produktif.

Ia mengapresiasi para pelaku usaha muda yang mampu menyulap ruang kosong menjadi kawasan ekonomi kreatif yang menarik.

“Tadi saya lihat produk-produk lokal luar biasa, dari baju, sepatu, tas, sampai kamera antik. Bahkan ada kuliner juga. Ini bukti bahwa UMKM Bandung punya potensi besar,” ujarnya.

Maman juga menyinggung isu thrifting atau penjualan pakaian bekas impor. Ia menegaskan bahwa pemerintah mendorong para pelaku usaha beralih ke produk lokal yang tak kalah berkualitas.

“Baju yang saya pakai ini buatan anak Bandung. Desainnya keren, dan sudah dipasarkan sampai ke Paris. Kalau masyarakat membeli produk lokal, produksinya meningkat, harganya juga bisa lebih terjangkau. Jadi saatnya kita mencintai produk dalam negeri,” tutur Maman.

Ia menambahkan, keberadaan The Hallway Space juga memberikan dampak positif bagi pedagang pasar tradisional di sekitarnya.

Peningkatan kunjungan ke area kreatif tersebut turut mendorong penjualan oleh-oleh dan kuliner di area depan pasar.

“Ini menciptakan multiplier effect ekonomi yang besar. Bukan hanya untuk tenant baru, tapi juga bagi pedagang lama di Pasar Kosambi. Inilah contoh pemanfaatan fasilitas publik yang berhasil meningkatkan aktivitas ekonomi warga,” ungkapnya.

“Cintailah produk-produk Indonesia. Saatnya kita menggunakan barang-barang buatan dalam negeri. Lokal itu keren. Lokal Pride!” ajak Maman.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung, Erwin menyampaikan, rasa terima kasih atas dukungan Menteri terhadap pengembangan UMKM di Kota Bandung. Ia menyebut, The Hallway Space menjadi inspirasi bagi pengembangan pusat-pusat UMKM lain di Bandung.

“Alhamdulillah, kehadiran Pak Menteri menjadi berkah bagi kami. Beliau memberikan dukungan atas berbagai program penguatan UMKM di Bandung, termasuk soal akses permodalan,” ujar Erwin.

Pemkot Bandung, lanjutnya, kini tengah membangun UMKM Center di 30 kecamatan yang dinamakan Utama Store. Fasilitas tersebut akan dilengkapi pusat inovasi bisnis dan area kuliner, serta menjadi wadah pendampingan bagi para pelaku usaha lokal.

“Di Utama Store, para pelaku UMKM akan dididik melalui business incubator agar menjadi wirausaha yang tangguh dan mandiri,” jelas Erwin.

Terkait isu thrifting, Erwin menyebut Pemkot Bandung akan sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk mengurangi peredaran pakaian bekas impor. Ia optimistis pelaku konveksi dan kreator muda Bandung mampu mengisi ruang pasar tersebut dengan produk lokal.

“Bandung ini pusat kreasi dan produksi konveksi. Kami yakin, dengan dukungan dari Kementerian UMKM, banyak pengusaha muda baru akan tumbuh setelah kebijakan thrifting dihentikan,” tutur Erwin.

Tags: maman abdurahmanMenteri UMKM

Related Posts

Piala Dunia 2026.(Image: X)

Piala Dunia 2026 Grup G: Mesir Bangkit, Tekuk Selandia Baru 3-1

Editor
22 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Piala Dunia 2026, Minggu 21 Juni 2026 waktu setempat atau Senin 22 Juni 2026 WIB di Grup...

Penumpang menaiki kapal di pelabuhan mewarnai lonjakan penumpang pada sektor angkutan laut saat libur Nataru 2025/2026.(Foto: Istimewa)

Libur Sekolah 2026: Pemerintah Beri Diskon Tarif Transportasi

Editor
21 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Libur sekolah 2026 serta Libur Natal dan Tahun Baru 2026/2027 menjadi memanjakan warga yang akan liburan. Sesuai...

Piala Dunia 2026.(Image: X)

Piala Dunia 2026 Grup D: Turkiye Tersingkir

Editor
20 Juni 2026

SATUJABAR, SAN FRANCISCO – Piala Dunia 2026, Jum’at 19 Juni 2026 atau Sabtu 20 Juni 2026 WIB di Grup D...

Piala Dunia 2026.(Image: X)

Piala Dunia 2026 Grup C: Brazil VS Haiti 3-0

Editor
20 Juni 2026

SATUJABAR, PHILADELPHIA - Piala Dunia 2026 berlangsung 11 Juni- 19 Juli 2026 waktu setempat atau 12 Juni – 20 Juli...

Sekretaris Kementerian Pariwisata, Bayu Aji Bersama jajaran berfoto bersama dengan panitia dan delegasi lai saat dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026, di Balestier Ballroom, Aloft Singapore Novena, Kamis (18/6/2026).(Foto: Kemenpar)

Alhamdulillah! Indonesia Peringkat 2 Destinasi Wisata Ramah Muslim Terbaik Dunia

Editor
20 Juni 2026

SATUJABAR, SINGAPURA - Indonesia kembali mencatatkan prestasi di tingkat global dengan meraih peringkat kedua sebagai destinasi wisata ramah muslim atau...

Mata air yang tak pernah surut di Sumedang meski kemarau tersebar di wilayah Desa Nagrak, Kecamatan Buahdua. Desa yang ada di kaki Gunung Tampomas Sumedang.El Nino,kekeringan

El NiNo 2026 Diperkirakan Moderat, Ungkap BRIN

Editor
20 Juni 2026

El Nino yang dinilai akan moderat, namun BRIN tetap mewaspadai kemarau panjang SATUJABAR, JAKARTA - Masyarakat tidak perlu panik menghadapi...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.