• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 20 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kemenperin: Kolaborasi Jadi Kunci Perkuat Ekosistem Industri Fesyen Nasional

Editor
Jumat, 24 Oktober 2025 - 06:31
(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

SATUJABAR, JAKARTA – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi aspek penting dalam memperkuat daya saing dan keberlanjutan industri fesyen nasional. Apalagi, industri fesyen memiliki potensi besar untuk menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.

“Dengan rantai nilai yang panjang dari hulu ke hilir, sektor ini harus diperkuat melalui kolaborasi antarpemangku kepentingan, mulai dari desainer, pelaku IKM, akademisi, lembaga pembiayaan hingga pemerintah,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/10).

RelatedPosts

Dimana Saja Lokasi Salat Id di Kota Bandung? Farhan Salat Id di Plaza Balai Kota

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh Pada Sabtu 21 Maret 2026

Tim Hisab: Posisi Hilal Belum Penuhi Kriteria, 1 Syawal Sabtu 21 Maret 2026

Menurut Menperin, sektor fesyen yang beririsan erat dengan industri tekstil dan produk pakaian jadi, menjadi salah satu sektor andalan dalam memperkuat perekonomian nasional. Hal ini tercermin dari nilai ekspor produk tekstil dan pakaian jadi pada tahun 2024 yang mencapai USD11,96 miliar atau naik 2,43 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Capaian positif ini menunjukkan bahwa industri fesyen Indonesia berdaya saing di kancah internasional. Oleh karena itu, masih ada peluang besar untuk memperkuat posisi di pasar global,” tuturnya.

Lebih lanjut, Agus menekankan pentingnya peningkatan nilai tambah produk, daya saing ekspor, serta perluasan ekosistem inovasi dan kewirausahaan industri fesyen nasional. “Kemenperin berkomitmen untuk menghadirkan berbagai kebijakan dan program yang berpihak kepada pelaku industri, termasuk fasilitasi teknologi, pembiayaan, dan promosi produk di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menjelaskan bahwa Kemenperin telah mendirikan Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) di Bali pada tahun 2024 sebagai unit pelaksana teknis di bawah Ditjen IKMA. “BPIFK hadir untuk menjadi penghubung berbagai stakeholder dalam pengembangan industri fesyen dan kriya nasional,” terang Reni pada kegiatan Bali Fashion Network 2025 di Badung, Bali, beberapa waktu lalu.

BPIFK mengusung konsep 3C, yakni Create, Connect, dan Catalyze. “Create” berarti wadah belajar dan mengasah keterampilan agar pelaku industri mampu meningkatkan daya saing produknya. “Connect” adalah menghubungkan pelaku IKM dengan ekosistem industri yang lebih luas, sementara “Catalyze” menjadi akselerator bagi pelaku usaha untuk naik kelas.

Reni menambahkan, kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci terbentuknya rantai nilai fesyen nasional yang terintegrasi, mulai dari bahan baku, desain, produksi, branding, hingga pemasaran. “Seluruh tahapan ini harus diperkuat dengan dukungan lembaga pendidikan, riset, pembiayaan, sertifikasi, hingga logistik,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Dirjen IKMA juga memaparkan program Restrukturisasi Mesin/Peralatan yang memberikan penggantian sebagian harga pembelian mesin hingga 40 persen untuk produk dalam negeri dan 25 persen untuk produk luar negeri, dengan batas nilai Rp10 juta–Rp500 juta per perusahaan per tahun.

“Program ini diatur melalui Permenperin Nomor 9 Tahun 2022 dan menjadi salah satu instrumen strategis untuk meningkatkan kapasitas produksi IKM. Dengan mesin baru yang lebih efisien, kualitas produk dan daya saing IKM fesyen akan semakin meningkat,” jelasnya.

Kepala BPIFK Balim, Dickie Sulistya menerangkan bahwa pengajuan program restrukturisasi tersebut dilakukan secara daring melalui portal SIINas. Prosesnya meliputi verifikasi dokumen, survei lapangan, hingga penetapan hasil pengajuan. “Para penerima bantuan wajib melaporkan perkembangan usahanya setiap tahun selama tiga tahun berturut-turut,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur IKM Kimia, Sandang dan Kerajinan Budi Setiawan turut menilai kegiatan Bali Fashion Network 2025 sebagai wujud nyata kolaborasi lintas pemangku kepentingan. “Ajang ini bukan sekadar pameran karya, tetapi juga wadah memperluas jejaring usaha, meningkatkan kapasitas bisnis, dan memperkuat konektivitas rantai pasok industri fesyen nasional,” ungkapnya.

Tags: Industri Fesyen NasionalkemenperinMenperin

Related Posts

Alun-Alun Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Dimana Saja Lokasi Salat Id di Kota Bandung? Farhan Salat Id di Plaza Balai Kota

Editor
19 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung menyebutkan sebanyak 2.124 lokasi siap menggelar Salat Id. Sementara itu, Pemerintah telah menetapkan 1...

(Foto: Dok. Kemenag)

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh Pada Sabtu 21 Maret 2026

Editor
19 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H bertepatan dengan Sabtu, 21 Maret 2026. Penetapan ini diputuskan dalam sidang...

Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, Cecep Nurwendaya dalam seminar posisi hilal penentuan awal Syawal 1447 H.(Foto: Dok. Kemenag)

Tim Hisab: Posisi Hilal Belum Penuhi Kriteria, 1 Syawal Sabtu 21 Maret 2026

Editor
19 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Agama menyampaikan bahwa posisi hilal awal Syawal 1447 H, secara hisab, belum memenuhi kriteria visibilitas hilal...

Pemudik disabilitas.(Foto: Dok. Kemenhub)

Kemenhub Lepas Pemudik Disabilitas

Editor
19 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perhubungan melepas keberangkatan peserta Mudik Gratis Ramah Anak dan Disabilitas Tahun 2026 dengan moda kereta api...

Pemantauan hilal.(Foto: Dok. Kemenag)

Hari Ini Kemenag Gelar Sidang Isbat Idulfitri 1447, Ini Daftar Pantau Hilal di Pelosok

Editor
19 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat penetapan awal Syawal 1447 Hijriah pada 19 Maret 2026. Sidang ini...

Kabah di Mekkah Arab Saudi.(Foto: Dok. Kementerian Haji)

Arab Saudi Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jum’at 20 Maret 2026

Editor
19 Maret 2026

SATUJABAR, RIYADH – Mahkamah Agung Kerajaan Arab Saudi secara resmi mengumumkan bahwa hari pertama Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.