• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 23 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kisah Alif Sumedang, Bocah yang Dilahirkan Tanpa Anus, Kini Punya Harapan Baru

Editor
Selasa, 21 Oktober 2025 - 06:39
(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

SATUJABAR, SUMEDANG – Pada suatu waktu….kita merasa sangat sedih. Bahkan saking sedihnya itu terasa sangat menghujam ulu hati. Padahal rasa sedih yang kita alami itu terbilang cemen, tentatif.

Coba bayangkan rasa sedih yang dirasakan keluarga satu ini. Keluarga Alif Nur Cahya. Sang bocah yang lahir di salah satu rumah sakit  swasta di Bandung tahun 2018 lalu, yang lahir tanpa lubang anus.

RelatedPosts

Pemudik Merasa Nyaman Usai Istirahat di Posko Mudik Pemkot Bandung

Peresmian Tugu Angklung, Dari Kuningan Menyapa Dunia

Jejak Pahlawan Nasional Perempuan Rahmah El Yunusiyyah Asal Padang Panjang

Saat baru dilahirkan itu, Alif harus menunggu observasi sebab karena belum bisa buang air besar (BAB) karena tidak memiliki lubang anus. Makanan yang masuk harus mental kembali dari mulutnya.

Sebetulnya, Alif bisa menjalani perawatan lanjutan namun dengan alasan biaya, keluarganya membawanya pulang.

Saat pulang ke rumah, perut Alif makin membesar. Minuman dari ASI pun selalu termuntahkan kembali dan tak pernah bisa buang air besar. Alif sempat dibawa ke delapan rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan dan keputusannya sama… harus menjalani operasi.

Terkendala biaya Alif tak bisa dioperasi sampai. Ada pihak ketiga yang membantu dan akhirnya bisa dioperasi di salah satu rumah sakit swasta.

Setelah menjalani perawatan dan dilakukan tindakan operasi kolostomy atau prosedur pembuatan lubang di perut yang berfungsi sebagai saluran pembuangan kotoran (feses).

Setelah operasi kolostomy sampai dengan tahun 2023, Alif masih melakukan kontrol ke RS. Namun tahun 2023, Alif diboyong pulang ke Situraja oleh orang tuanya.

Sejak tahun 2023 sampai 17 Oktober 2025 Alif belum pernah kontrol karena terkendala biaya operasional. Tidak mempunyai biaya  ke rumah sakit di Bandung.

 

Bantuan Pemkab Sumedang

Pemkab Sumedang setelah mendapat laporan, segera menugaskan petugas kesehatan dari Puskesmas Situraja melakukan kunjungan ke rumah pasien, Jumat 17 Oktober 2025. Kemudian pihak puskesmas berkoordinasi dengan RSU Umar Wirahadikusumah. Kartu Indonesia Sehat (KIS) segera dibuatkan, semua biaya pengobatan ditanggung BPJS Kesehatan.

“Alif harus menjalai tiga kali operasi dan untuk operasi kedua dilakukan di RSU Umar Wirahadikusmah. Alif sudah dijemput ke rumah sakit dan pemerintah daerah menanggung semua biaya operasional selama pengobatan,” kata Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila.

Menurutnya, Pemkab Sumedang bersama pihak rumah sakit akan mendampingi keluarga Alif hingga seluruh tahapan medis, termasuk pembuatan anus, pelebaran saluran, hingga penyambungan usus dan penutupan kolostomi, selesai dilaksanakan. “Tidak boleh ada warga Sumedang, apalagi anak-anak, yang tidak bisa berobat hanya karena alasan biaya. Pemkab akan memastikan semua tertangani,” katanya.

Kini, Alif tengah berada di bawah perawatan RSU Umar Wirahadikusumah untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dan persiapan operasi tahap kedua.

Wakil Bupati Sumedang juga sempat menjenguk sekaligus menjemput  Alif Nur Cahya (7)  di rumah orang tuanya di RT. 03 RW.02 Dusun/ Desa/ Kecamatan Situraja, Senin (20/10/2025).

Alif anak pasangan Erni Supriyatin (37) dan Hari Eka Purnama (32) tidak memiliki lubang anus atau post op colostomy ec atresia Ani kongenital.

Penyakit yang diderita Alif merupakan bawaan sejak lahir, dan saat usia Alif dua hari telah dilakukan tindakan operasi pertama di salah satu Rumah Sakit Swasta di Bandung. Namun dengan alasan tak memiliki biaya, Alif tidak menjalani pengobatan lanjutan dan orang tuanya memilih pulang kampung, pindah domisili ke Sumedang.

Sejak pindah ke Sumedang, ia tidak lagi menjalani kontrol sampai akhirnya ada warga yang melaporkan kondisi kesehatan Alif ke pemerintahan. Atas laporan itu Puskesmas Situraja melakukan kunjungan ke rumahnya dan berkoordinasi dengan RSU Umar Wirahadikusumah.

Wabup mengatakan, Alif akan segera mendapatkan penanganan untuk melakasanakan operasi kedua.  “Saya beserta jajaran hari ini akan mengantarkan Alif ke Rumah Sakit, saya meminta kepada semuanya untuk mendoakan Alif agar cepat sehat dan semangat kembali,” katanya.

Keluarga Alif sudah memiliki Kartu Indonesia Sehat, namun karena tak memiliki biaya operasional, Alif memilih tak berobat. “Kami langsung mengawal tindakan yang akan dilakukan kepada ananda Alif, dan Pemda Sumedang akan menangung semua biaya operasional selama pengobatannya,” kata Wabup Fajar.

Sumber: Pemkab Sumedang/Diolah

Tags: anak tanpa anussumedang

Related Posts

Posko mudik.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Pemudik Merasa Nyaman Usai Istirahat di Posko Mudik Pemkot Bandung

Editor
23 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Posko Mudik Kolaborasi di SDN 090 Cibiru menjadi salah satu titik singgah favorit bagi para pemudik yang...

Tugu Angklung Kuningan.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Peresmian Tugu Angklung, Dari Kuningan Menyapa Dunia

Editor
20 Maret 2026

SATUJABAR, KUNINGAN – Dari Kuningan, alunan bunyi angklung nan merdu menyebar ke pelosok dunia. Menjadi bukti identitas budaya daerah mampu...

(Foto: Dokumentasi: Kementerian Kebudayaan / Mochammad Zulkarnain)

Jejak Pahlawan Nasional Perempuan Rahmah El Yunusiyyah Asal Padang Panjang

Editor
18 Maret 2026

Memang tak banyak pahlawan dari kalangan perempuan. Di Tanah Sumatra ada sosok pahlawan dari kalangan perempuan. Namanya Rahmah El Yunusiyyah...

‎(Foto: Anggana Mulia/ Muhamad Azi Zulhakim/Diskominfo Kab. Garut)

Guyub Berburu Berkah Ramadan di Acara Rumaksa Manjang Waluya di Garut

Editor
15 Maret 2026

GARUT, Selaawi - Dalam rangka menggerakkan perekonomian desa, Pemerintah Kabupaten Garut menggelar acara Rumaksa Manjang Waluya, yang dilaksanakan di Desa...

Jembatan Pasupati Kota Bandung

Fenomena Bunuh Diri di Pasupati, Pemkot Lakukan Pengawasan dan Siagakan Psikolog

Editor
11 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Dalam beberapa waktu terakhir terdapat kejadian yang sangat mengejutkan di area jalan layang Mochtar Kusumaatmadja atau kerap...

Di balik hadirnya Al-Qur’an Braille yang dibaca oleh penyandang disabilitas netra, ada proses panjang yang dikerjakan dengan ketelitian tinggi.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Dari Bilik Produksi Percetakan Al-Qur’an Braille, Semangat Membumikan Al Quran

Editor
8 Maret 2026

Di balik hadirnya Al-Qur’an Braille yang dibaca oleh penyandang disabilitas netra, ada proses panjang yang dikerjakan dengan ketelitian tinggi. Mulai...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.