• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 26 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Fosil Manusia Purba Pulang Kampung: Kemenangan Sejarah Indonesia di Leiden

Editor
Selasa, 30 September 2025 - 08:09
Fosil asli Pithecanthropus erectus (kini Homo erectus) yang ditemukan di Jawa pada tahun 1891. Fosil ini pernah dipamerkan dalam pameran ‘Dubois’ di Museum Nasional Sejarah Alam Naturalis di Leiden, Belanda. Ahli anatomi asal Belanda, Eugène Dubois, terinspirasi oleh teori evolusi Charles Darwin, lalu bertekad mencari manusia purba. Pada 1890-an, ia pertama kali mendeskripsikan spesies tersebut sebagai Pithecanthropus erectus (“manusia kera yang tegak”) berdasarkan sebuah calotte (tulang tempurung kepala) dan tulang paha yang tampak modern, ditemukan di tepi Sungai Bengawan Solo di Trinil, Jawa Tengah. Spesies ini kini diklasifikasikan sebagai Homo erectus, dan temuannya dikenal luas dengan sebutan Manusia Jawa (Java Man).(Foto dan teks: Wikipedia)

Fosil asli Pithecanthropus erectus (kini Homo erectus) yang ditemukan di Jawa pada tahun 1891. Fosil ini pernah dipamerkan dalam pameran ‘Dubois’ di Museum Nasional Sejarah Alam Naturalis di Leiden, Belanda. Ahli anatomi asal Belanda, Eugène Dubois, terinspirasi oleh teori evolusi Charles Darwin, lalu bertekad mencari manusia purba. Pada 1890-an, ia pertama kali mendeskripsikan spesies tersebut sebagai Pithecanthropus erectus (“manusia kera yang tegak”) berdasarkan sebuah calotte (tulang tempurung kepala) dan tulang paha yang tampak modern, ditemukan di tepi Sungai Bengawan Solo di Trinil, Jawa Tengah. Spesies ini kini diklasifikasikan sebagai Homo erectus, dan temuannya dikenal luas dengan sebutan Manusia Jawa (Java Man).(Foto dan teks: Wikipedia)

Di ruang pamer Museum Naturalis yang megah, suasana hening sejenak ketika sebuah kotak khusus berisi fragmen fosil manusia purba dipresentasikan. Fosil itu bukan sembarang fosil—ia adalah Pithecanthropus erectus, atau yang kini dikenal sebagai Homo erectus, hasil temuan Eugène Dubois di Trinil lebih dari satu abad lalu.

Hari itu, Jum’at 26 September 2025, saksi sejarah tercipta. Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, dengan langkah mantap maju menerima koleksi yang lama dirindukan tanah airnya: Koleksi Dubois, sebanyak 28 ribu artefak fosil, akhirnya resmi dipulangkan oleh Pemerintah Belanda.

RelatedPosts

Di Padepokan Giri Harja, Menbud Bilang Perlunya Pelestarian Ekosistem Wayang Golek dan Pengrajin Tradisional

Ruang Apresiasi Seniman Sunda Kota Bandung di Badaya

Polytron Kudus Indonesia Masters 2026: Richi Juara Tunggal Putra, Mantap!

“Hari ini kita menutup jurang sejarah dan memulihkan martabat pengetahuan yang lahir dari Trinil,” ucap Fadli dengan suara bergetar, penuh kebanggaan. “Kepulangan Koleksi Dubois adalah bukti diplomasi budaya Indonesia bekerja. Kepemilikan sah NKRI diakui, dan akses riset dunia tetap terjaga.”

Momen ini bukan sekadar serah terima. Ia adalah pemulihan kedaulatan, kemenangan strategis Indonesia, dan tanda babak baru hubungan diplomasi budaya dengan Belanda.

Di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto yang sedang melakukan kunjungan kerja di Belanda, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Gouke Moes, menegaskan komitmen negaranya. “Pengembalian ini adalah bentuk tanggung jawab kami dalam repatriasi koleksi kolonial,” katanya.

Fadli Zon menanggapinya dengan penuh keyakinan, “Koleksi Dubois kini kembali pulang ke rumahnya. Namun pintu ilmu pengetahuan dunia tetap terbuka. Indonesia berdiri sebagai subjek pengetahuan, bukan sekadar lokasi temuan.”

(Foto: Dok. Kemenbud)

Perjalanan Panjang Menuju Kepulangan

Pengembalian ini bukanlah proses singkat. Tim Repatriasi Kementerian Kebudayaan sejak awal 2025 telah melakukan riset mendalam, menelusuri asal-usul, dan berunding intensif dengan Colonial Collections Committee (CCC) Belanda.

Tak hanya soal serah terima, kedua negara juga menyepakati pembentukan tim gabungan untuk memastikan keamanan pemindahan, konservasi, pameran, digitalisasi, hingga peningkatan kapasitas peneliti. Dengan begitu, koleksi ini tak hanya kembali, tapi juga hidup sebagai sumber ilmu pengetahuan lintas generasi.

 

Lebih dari Sekadar Fosil

Bagi Fadli Zon, kepulangan Koleksi Dubois adalah preseden penting. “Setelah Dubois, kita akan terus melanjutkan pemulangan koleksi penting lainnya. Artefak budaya kita harus kembali ke akarnya, agar ilmu pengetahuan tumbuh dari sumbernya dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia,” ujarnya.

Dan sore itu, di bawah lampu-lampu museum yang hangat, fosil-fosil itu seolah berbisik: perjalanan panjang mereka berakhir di rumah. Indonesia bukan lagi hanya nama di catatan kaki sejarah dunia. Indonesia kini berdiri tegak sebagai pemilik sah peradaban, sebagai tanah asal ilmu pengetahuan manusia.

Sebuah kemenangan sejarah. Sebuah kepulangan yang mengobati rindu lebih dari seratus tahun lamanya.

Tags: fadli zonFosil Manusia PurbaKementerian Kebudayaanmenteri kebudayaan

Related Posts

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengunjungi Padepokan Seni Giri Harja, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Padepokan Seni Giri Harja merupakan pusat pertunjukan seni wayang golek yang didirikan oleh alm. Abah Asep Sunandar Sunarya.(Foto: Dok. Kemenbud)

Di Padepokan Giri Harja, Menbud Bilang Perlunya Pelestarian Ekosistem Wayang Golek dan Pengrajin Tradisional

Editor
26 Oktober 2026

BANDUNG - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan pentingnya menjaga regenerasi dalang dan pembuat wayang sebagai upaya menjaga wayang golek...

Pemerintah Kota Bandung menggelar Bandung Utama Ngabudaya (Badaya) di Lapang Parkir Sarana Olahraga, Gg. Lapang Tennis 81, Babakan Ciparay, Minggu 25 Oktober 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Ruang Apresiasi Seniman Sunda Kota Bandung di Badaya

Editor
26 Oktober 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung menggelar Bandung Utama Ngabudaya (Badaya) di Lapang Parkir Sarana Olahraga, Gg. Lapang Tennis 81, Babakan...

Polytron Kudus Indonesia Masters 2026

Polytron Kudus Indonesia Masters 2026: Richi Juara Tunggal Putra, Mantap!

Editor
25 Oktober 2026

KUDUS - Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 memasuki babak final pada Minggu 25 Oktober 2026 di GOR Djarum Arena, Jl....

Polytron Kudus Indonesia Masters 2026

Polytron Kudus Indonesia Masters 2026: Hira / Jani Juara Ganda Putri

Editor
25 Oktober 2026

KUDUS - Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 memasuki babak final pada Minggu 25 Oktober 2026 di GOR Djarum Arena, Jl....

French Open atau Prancis Terbuka Badminton

Final French Open 2026: Ubed VS Christo, An Se Young VS Sindu

Editor
25 Oktober 2026

PARIS - French Open 2026 atau YONEX French Open 2026, berlangsung 20 hingga 25 Oktober 2026. Turnamen berlangsung di Arena...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, saat melakukan ziarah budaya ke Situs Makam Raden Adipati Wiranata Koesoemah II.(Foto: Dok. Kementerian Kebudayaan)

Ketika Menbud Fadli Zon Kunjungi Makam Pendiri Kota Bandung

Editor
25 Oktober 2026

BANDUNG - Makam-makam bersejarah merupakan bagian dari memori kolektif bangsa yang berharga. Hal tersebut disampaikan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.