• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 15 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Dorong Ekspor, Kemenperin Genjot IKM Kosmetik dan Obat Tradisional Naik Kelas

Editor
Rabu, 06 Agustus 2025 - 07:00
Dorong Ekspor, Kemenperin Genjot IKM Kosmetik dan Obat Tradisional Naik Kelas

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong industri kecil dan menengah (IKM) di sektor kosmetik dan obat tradisional untuk naik kelas dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. Upaya ini dilakukan secara konsisten melalui program pembinaan, fasilitasi sertifikasi, hingga kolaborasi lintas sektor.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, mengatakan bahwa peningkatan skala usaha menjadi keharusan bagi IKM yang ingin bertahan dan tumbuh secara berkelanjutan.

RelatedPosts

Pelindo Lepas Ekspor Produk UMK Binaan ke Brunei

Mendag Busan Ajak Generasi Muda Jajaki Usaha Waralaba

OJK Luncurkan Laporan Kinerja Pembiayaan UMKM Semester I 2026

“Keberhasilan IKM bukan hanya soal pertumbuhan, tetapi juga tentang menjadi merek yang dikenal dan dipercaya konsumen. Dengan naik kelas, dampaknya lebih luas – baik bagi pelaku usaha, konsumen, hingga perekonomian nasional,” ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta.

Kontribusi dan Potensi Ekspor

Reni menjelaskan bahwa sektor kosmetik dan obat tradisional memiliki posisi strategis dalam peta jalan industri manufaktur nasional. Saat ini, mayoritas pelaku usahanya berasal dari kalangan IKM.

“Berdasarkan data 2024, terdapat 1.292 industri kosmetik, di mana 89 persen merupakan IKM. Sementara dari 1.043 industri obat tradisional, sekitar 86 persen juga didominasi oleh pelaku IKM,” jelasnya.

Tahun lalu, ekspor produk kosmetik Indonesia mencapai USD 410,7 juta, dengan pasar utama ke Singapura, Malaysia, dan Thailand. Sementara ekspor produk obat tradisional mencapai USD 6,9 juta, terutama ke Taiwan, Malaysia, dan Filipina.

Hadapi Tantangan, Perkuat Dukungan

Meski potensinya besar, IKM di kedua sektor ini masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan kapasitas produksi, akses teknologi, pemahaman legalitas dan sertifikasi BPOM, hingga strategi branding dan distribusi.

Untuk itu, Ditjen IKMA melakukan berbagai program pendampingan seperti:

Fasilitasi sertifikasi produk

Workshop formulasi dan standardisasi mutu

Reimburse dana pembelian mesin melalui program restrukturisasi

Promosi dan penguatan branding

Kemitraan dengan industri besar dan sektor ekonomi lainnya

Selain itu, Kemenperin juga aktif berkolaborasi dengan akademisi, asosiasi, dan pelaku industri untuk memperluas jejaring dan peningkatan kapasitas.

“Kami membuka ruang agar IKM bisa belajar langsung dari para pelaku industri sukses. Transformasi usaha tidak bisa dilakukan sendiri,” tambah Reni.

Belajar dari Para Pendiri Brand Besar

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas IKM, Ditjen IKMA memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Webinar “Strategi Scale-Up: Dari IKM ke Brand Nasional” pada 29 Juli 2025. Webinar ini menghadirkan dua tokoh inspiratif:

Nurhayati Subakat, Komisaris Utama PT Paragon Technology and Innovation (produsen kosmetik Wardah)

Maria R. Hidayat, Direktur Marketing PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk.

“Webinar ini bukan hanya sesi berbagi pengalaman, tetapi bentuk nyata kolaborasi pemerintah dan industri dalam membangun ekosistem usaha yang sehat dan berdaya saing,” ujar Budi Setiawan, Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan.

Budi berharap, forum ini dapat menjadi ruang diskusi sekaligus motivasi bagi para pelaku IKM agar yakin dan siap menumbuhkan usahanya ke level yang lebih tinggi.

Bangun Bisnis Berdampak

Dalam sesi webinar, Nurhayati Subakat membagikan pengalamannya selama 40 tahun membangun Paragon dari usaha kecil menjadi pionir industri kosmetik halal nasional. Ia menekankan pentingnya membangun bisnis dengan prinsip kuat dan manfaat bagi banyak orang.

“Bukan mengejar tumbuh dulu baru bermanfaat, tapi karena ingin bermanfaat maka kita akan tumbuh,” tegas Nurhayati.

Sementara Maria R. Hidayat dari Sido Muncul menjelaskan pentingnya menjaga nilai warisan tradisional sambil terus beradaptasi dengan teknologi dan tren. Ia menekankan kekuatan merek tidak hanya datang dari kualitas produk, tetapi juga nilai sosial dan keberlanjutan.

“Kami percaya kekuatan brand juga ditentukan oleh komitmen terhadap nilai-nilai sosial dan lingkungan,” ujarnya.

Siap Menembus Pasar Global

Dengan dukungan regulasi yang tepat, kemitraan strategis, serta keberanian pelaku IKM untuk berinovasi dan bertransformasi, sektor kosmetik dan obat tradisional diproyeksikan menjadi pendorong baru industri berbasis nilai tambah lokal yang siap bersaing di pasar global.

Tags: IKMkemenperinKementerian Perindustriankosmetik

Related Posts

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melepas ekspor produk UMK (Usaha Mikro dan Kecil) binaan Pelindo, PT Alam Scientia Asia, ke Brunei Darussalam sebanyak satu kontainer berukuran 20 kaki dengan nilai Rp238 juta.

Pelindo Lepas Ekspor Produk UMK Binaan ke Brunei

Editor
14 Oktober 2026

BOGOR - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melepas ekspor produk UMK (Usaha Mikro dan Kecil) binaan Pelindo, PT Alam...

Mendag Busan saat membuka Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) ke-27 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) Pantai Indah Kapuk (PIK 2), Kosambi, Tangerang, pada Jumat (9/10).(Foto: Humas Kemendag)

Mendag Busan Ajak Generasi Muda Jajaki Usaha Waralaba

Editor
10 Oktober 2026

JAKARTA - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak generasi muda untuk menjajaki bisnis waralaba sebagai salah satu pilihan dalam memulai usaha....

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat ekosistem pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyediaan data dan informasi yang semakin komprehensif, akurat, dan mudah diakses guna mendukung pengambilan keputusan dan pengembangan pembiayaan UMKM yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.(Foto: Website OJK)

OJK Luncurkan Laporan Kinerja Pembiayaan UMKM Semester I 2026

Editor
8 Oktober 2026

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat ekosistem pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyediaan data dan...

Menteri Perdagangan, Budi Santoso bersama Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Selvi Gibran Rakabuming membuka INACRAFT October Vol. 5 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu (7 Okt).(Foto: Humas Kemendag)

Inacraft 2026 Resmi Dibuka Mendag

Editor
8 Oktober 2026

JAKARTA - Menteri Perdagangan, Budi Santoso bersama Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Selvi Gibran Rakabuming membuka INACRAFT October Vol....

Barcode . (Image: Pexels)

Barcode Buka Jalan UMKM Masuk Pasar Ritel

Editor
6 Oktober 2026

JAKARTA - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk melengkapi produknya dengan barcode....

Kerajinan

Ekspor Industri Kerajinan Capai USD223,1 juta, Naik 28,59 Persen

Editor
6 Oktober 2026

Ekspor industri kerajinan mencapai USD223,1 juta, meningkat 28,59 persen secara tahunan (year-on-year) dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar USD173,50...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.