• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 4 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kilau Cerita Mahkota Raja Sunda

Editor
Selasa, 16 Mei 2023 - 11:13
Mahkota Raja Pajajaran

Mahkota Raja Pajajaran (Wikipedia)

Sejenak mata memandang pada gambar mahkota ini. Mesti tak melihat secara langsung. Terbersit kisah perjalanan agung Kerajaan Pajajaran di Tatar Sunda.

Bayangkan saja, bagaimana gambaran aktivitas roda pemerintahan beserta rakyatnya yang saat itu menjalani takdir kehidupan.

RelatedPosts

Geoteater Rancakalong Sumedang Jadi Ruang Belajar 500 Mahasiswa Unpad

7 Banteng Jawa Penghuni Pangandaran yang Selamat dari Kepunahan

Warisan Budaya Jabar: Menengok Tradisi ‘Kawin Cai’ di Kuningan

Bagaimana mereka berjuang untuk ‘melanjutkan hidup’. Berjuang demi keberlangsungan. Berperang demi pencapaian atau mempertahankan kekuasaan.

Hingga akhirnya….suara-suara itu runtuh. Menjadi sangat sayup dan hilang ditelan zaman.

Sebuah benda pusaka yang tersisa menjadi saksi cerita. Kisah besar Kerajaan Pajajaran di masa lampau.

Sejarah memang dinamis. Orang terus berganti. Datang dan muncul memperkaya cerita-cerita yang sedang dijalin. Kerajaan digantikan republik dan demokrasi di masa modern.

Sebuah mahkota raja menjadi salah satu seri dari cerita bersambung yang belum berakhir dari peradaban umat manusia hingga….sampai nanti…..

MAHKOTA KERAJAAN

Mahkota Kerajaan Pajajaran Binokasih Sanghyang Paké adalah mahkota yang berasal dari Kerajaan Sumedang Larang dan kini tersimpan sebagai koleksi Museum Prabu Geusan Ulun, Sumedang.

Replika mahkota ini terdapat di Museum Sri Baduga, Bandung.

Menurut sumber turun-temurun, mahkota ini dibuat atas prakarsa Sanghyang Bunisora Suradipati, Raja Galuh (1357-1371).

Mahkota ini digunakan oleh raja-raja Sunda selanjutnya dalam upacara pelantikan raja baru dan menjadi benda pusaka kerajaan hingga kerajaan Sunda runtuh.

Pada waktu ibu kota kerajaan Sunda di Pakuan Pajajaran diserbu oleh pasukan Banten (1579), mahkota ini berhasil diselamatkan oleh para pembesar kerajaan Sunda yang berhasil meloloskan diri, yaitu: Sayang Hawu, Térong Péot, dan Kondang Hapa.

Mahkota ini dibawa ke Sumedanglarang dan diserahkan kepada Prabu Geusan Ulun dengan harapan dapat menggantikan dan melanjutkan keberadaan dan kejayaan kerajaan Sunda.

Sejak itu mahkota ini menjadi benda pusaka para raja Sumedanglarang dan kemudian para bupati Sumedang.

Sejak pemerintahan Bupati Pangeran Suria Kusumah Adinata atau Pangeran Sugih (1836-1882) mahkota tersebut dipakai untuk hiasan kepala pengantin keluarga bupati Sumedang.

DAYA TARIK MUSEUM

Mahkota Binokasih dan siger emas menjadi daya tarik pengunjung yang datang ke Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang.

Mahkota yang mempunyai nama lengkap Makuta Binokasih Sanghyang Pake ini merupakan salah satu simbol dan peninggalan Kerajaan Pajajaran (Sunda).

Hingga kini, mahkota tersebut masuk dalam Pusaka Leluhur Sumedang dan menjadi peninggalan Prabu Geusan Ulun 1578 – 1601.

Mahkota ini disimpan di gedung pusaka kompleks Museum Prabu Geusan Ulun. Tersimpan di dalam lemari kaca segi delapan dengan pengamanan super ekstra.

Ini dilakukan, karena mahkota tersebut merupakan mahkota asli raja Pajajaran akhir sebelum runtag atau runtuh.

Terbuat dari emas dengan hiasan batu permata menjadikan mahkota ini sangat spesial. Tidak heran jika pengunjung yang datang ke Museum Prabu Geusan Ulun lebih tertarik melihat koleksi mahakarya ini.

Para pengunjung pun mau berlama-lama di gedung ini. Selain mahkota Binokasi, terdapat pula siger, ikat pinggang, serta aksesoris raha lainnya yang merupakan peninggalan asli Raja Pajajaran terakhir.

Untuk menambah daya tarik, di gedung ini terdapat pula berbagai jenis senjata pusaka kerajaan, seperti tombak, kujang, dan keris.

SUMBER: Berbagai sumber

Tags: kerajaan pajajaranmahkotamuseumraja pajajaransunda

Related Posts

Mahasiswa Unpad di Geoteater Rancakalong.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Geoteater Rancakalong Sumedang Jadi Ruang Belajar 500 Mahasiswa Unpad

Editor
3 November 2026

SUMEDANG - Kawasan Geoteater Rancakalong tidak hanya menjadi destinasi wisata dan ruang ekspresi budaya, tetapi juga mulai dimanfaatkan sebagai ruang...

Seekor anak Banteng Jawa (Bos javanicus) berjenis kelamin jantan lahir di Pusat Reintroduksi Banteng Jawa Pangandaran (Purbajapa), Cagar Alam Pananjung Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.(Foto: Kemenhut/BKSDA Jabar)

7 Banteng Jawa Penghuni Pangandaran yang Selamat dari Kepunahan

Editor
31 Oktober 2026

JAKARTA - Malam itu, Selasa (27/10/2026) pukul 22.23 WIB, sebuah keindahan monumental terjadi di sebuah padang rumput berpagar di Cagar...

Ketua TP PKK Bunda Ela di acara ‘Kawin Cai’.(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Warisan Budaya Jabar: Menengok Tradisi ‘Kawin Cai’ di Kuningan

Editor
31 Oktober 2026

KUNINGAN - Tradisi Kawin Cai di Desa Babakan Mulya Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan, yang digelar pada hari kamis 29/10/2026 menjadi...

Seekor anak Banteng Jawa (Bos javanicus) berjenis kelamin jantan lahir di Pusat Reintroduksi Banteng Jawa Pangandaran (Purbajapa), Cagar Alam Pananjung Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.(Foto: Kemenhut/BKSDA Jabar)

Kabar Gembira dari Dunia Satwa, Anak Banteng Jawa Ketiga Lahir di Pangandaran

Editor
29 Oktober 2026

PANGANDARAN - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat mengumumkan kelahiran seekor anak Banteng...

Pekan Seni Media Rupakala 2026 di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, mulai tanggal 26 Oktober hingga 1 November 2026.(Foto: Diskominfo Kab. Bogor)

Pekan Seni Media Rupakala Dorong Apresiasi & Kontemplasi

Editor
28 Oktober 2026

CIBINONG – Pekan Seni Media Rupakala 2026 menjadi ruang dialog antara seniman dan masyarakat melalui berbagai karya seni berbasis teknologi,...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengunjungi Padepokan Seni Giri Harja, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Padepokan Seni Giri Harja merupakan pusat pertunjukan seni wayang golek yang didirikan oleh alm. Abah Asep Sunandar Sunarya.(Foto: Dok. Kemenbud)

Di Padepokan Giri Harja, Menbud Bilang Perlunya Pelestarian Ekosistem Wayang Golek dan Pengrajin Tradisional

Editor
26 Oktober 2026

BANDUNG - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan pentingnya menjaga regenerasi dalang dan pembuat wayang sebagai upaya menjaga wayang golek...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.