• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 6 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Prabowo Siap Akui Israel, Ini Syaratnya dan Begini Sikap PBNU

Editor
Jumat, 30 Mei 2025 - 05:23
Presiden Prabowo Subiyanto. (Dok. Istimewa)

Presiden Prabowo Subiyanto. (Dok. Istimewa)

Presiden tetap konsisten dengan posisi diplomatik Indonesia selama ini, yaitu mendukung kemerdekaan negara Palestina.

SATUJABAR, JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto siap mengakui dan membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Hanya saja, ada syarat untuk negara itu yakni mengakui kemerdekaan Palestina.

RelatedPosts

Korea Open 2026: Dhinda Gagal Kalahkan Yamaguchi

Penjualan Properti Triwulan III 2026 di Pasar Primer Terkontraksi 8,43%

Cadangan Devisa Indonesia Akhir Oktober 2026 Sebesar USD 146,8 Miliar

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) menyatakan dukungannya terhadap langkah Presiden Prabowo. Namun, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) menyebut, langkah tersebut sebagau terobosan diplomatik yang sejalan dengan posisi Indonesia.

“Saya mendukung usulan Pak Prabowo untuk mengakui negara Israel dan Indonesia membangun hubungan diplomatik dengan Israel, asal Israel mau mengakui Palestina sebagai negara merdeka dan mau berdampingan secara damai,” ujar Gus Ulil saat menghadiri acara Refleksi Satu Tahun Asosiasi Pertambangan Warga Nusantara (APWNU) di Jakarta.

Menurut Gus Ulil, usulan Prabowo tersebut bukanlah hal yang bertentangan dengan prinsip diplomasi Indonesia. Melainkan, kelanjutan logis dari dukungan terhadap solusi dua negara (two-state solution) yang telah lama menjadi pijakan kebijakan luar negeri RI.

“Memang usulan Pak Prabowo ini di sebagian kalangan dianggap kontroversial, tapi sebenarnya tidak. Karena beliau tetap konsisten dengan posisi diplomatik Indonesia selama ini, yaitu mendukung kemerdekaan negara Palestina,” ucap dia.

Gus Ulil menambahkan, jika Palestina telah merdeka dan Israel mengakuinya sebagai negara sah, maka tidak ada alasan lagi bagi Indonesia untuk menolak menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

“Nah ketika Palestina sudah merdeka dan Israel mengakui kemerdekaan Palestina, ya kita harus menerima dua negara ini sebagai negara yang sah,” ucap menantu KH Musthofa Bisri (Gus Mus) ini.

Menanggapi anggapan bahwa solusi dua negara sudah tidak relevan akibat semakin sempitnya wilayah Palestina karena pencaplokan oleh Israel, Gus Ulil menolak pandangan tersebut.

“Faktanya wilayah negara Palestina makin kecil dan makin tidak masuk akal, tetapi itu tidak boleh membuat kita mundur. Dunia Islam dan Indonesia tidak boleh mundur. Seberapapun kecilnya wilayah itu, Palestina tetap harus berdiri sebagai negara,” kata dia.

Bahkan, lanjut dia, itulah bentuk ketegasan diplomatik yang tidak bisa ditawar. “Konsekuensinya, kalau kita menerima solusi dua negara, otomatis jika Palestina sudah merdeka maka kita juga harus mengakui keberadaan Israel sebagai negara,” jelas Gus Uli.

Gus Ulil juga menepis kekhawatiran bahwa membuka hubungan dengan Israel sama saja dengan mengabaikan tragedi kemanusiaan di Gaza.

“Menurut saya tidak harus dianggap seperti itu. Indonesia tetap mendukung upaya-upaya internasional untuk membawa tindakan Israel di Gaza ke Mahkamah Internasional sebagai bentuk kejahatan genosida,” ujar dia.

Gus Ulil menyebut diplomasi yang dilakukan mantan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi selama ini sudah cukup menunjukkan keberpihakan Indonesia terhadap rakyat Palestina, termasuk dalam merespons agresi militer Israel di Gaza sejak Oktober 2023 lalu.

Terkait apakah rakyat Palestina sendiri masih mendukung solusi dua negara, Gus Ulil mengatakan bahwa Otoritas Palestina (Palestinian Authority/PA) di bawah Presiden Mahmoud Abbas masih memegang kerangka tersebut.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan, Indonesia siap mengakui negara Israel setelah Palestina meraih kemerdekaan. Menurut dia, Indonesia dan Prancis siap mendukung Palestina menjadi negara yang merdeka.

Prabowo menegaskan, solusi masalah di Palestina adalah two state solution. Karena itu, jika hak Palestina menjadi negara merdeka diakui Israel, maka Indonesia siap melakukan hal serupa. (yul)

 

Tags: hubungan diplomatikIsraelkemerdekaan palestinaPresiden Prabowo

Related Posts

Korea Open 2026

Korea Open 2026: Dhinda Gagal Kalahkan Yamaguchi

Editor
6 November 2026

YEOSU KORSEL – Korea Open 2026 digelar 3-8 November 2026 memperebutkan total hadiah USD 500.000 atau setara dengan Rp8 miliar...

properti perumahan,harga properti

Penjualan Properti Triwulan III 2026 di Pasar Primer Terkontraksi 8,43%

Editor
6 November 2026

Secara keseluruhan, penjualan properti residensial di pasar primer masih terkontraksi sebesar 8,43% (yoy). JAKARTA - Hasil Survei Harga Properti Residensial...

Pertumbuhan ekonomi cadangan devisa,ekonomi jabar triwulan

Cadangan Devisa Indonesia Akhir Oktober 2026 Sebesar USD 146,8 Miliar

Editor
6 November 2026

JAKARTA - Cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2026 tetap terjaga sebesar 146,8 miliar dolar AS, relatif stabil dibandingkan dengan...

Irjen Pol. Slamet Uliandi.(Foto:Dok.Humas Polri).

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Baru Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Editor
6 November 2026

SATUJABAR, JAKARTA--Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan tindak pidana penyadapan ilegal, penghapusan data elektronik, dan...

Ilustrasi mayat korban.(Foto:Istimewa).

Wanita Ditemukan Tewas Dianiaya di Tempat Kos di Cimahi, Pelaku Ditangkap

Editor
6 November 2026

SATUJABAR, CIMAHI--Seorang wanita ditemukan tewas bersimbah darah di tempat kos di Kota Cimahi, Jawa Barat. Pria pelaku penganiayaan yang mengakibatkan...

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat di Raja Ampat yang berhasil meraih status Green Card atau kartu hijau dari UNESCO, juga dengan Belitong, Merangin Jambi, Ijen dan Maros-Pangkep melalui proses revalidasi dalam Sidang ke-11 Dewan UNESCO Global Geoparks (11th Session of the Council of the UNESCO Global Geoparks 2026) yang berlangsung pada 2–4 November 2026 di Paris, Prancis.(Foto: Dok. Kemenpar)

5 Geopark Indonesia Raih Green Card UNESCO, Ini Daftarnya

Editor
6 November 2026

JAKARTA - Lima geopark Indonesia berhasil meraih status Green Card atau kartu hijau dari UNESCO setelah melalui proses revalidasi dalam...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.