• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 17 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kadispenad TNI AD: Pemusnahan Amunisi Janji Tidak Lagi Libatkan Warga Sipil

Editor
Rabu, 28 Mei 2025 - 03:10
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Wahyu Yudhayana.(Foto:Istimewa).

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Wahyu Yudhayana.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, JAKARTA–TNI Angkatan Darat (AD), memastikan, tidak lagi melibatkan warga sipil dalam kegiatan pemusnahan amunisi dan bahan peledak, dan kegiatan beresiko lainnya. Insiden ledakan amunisi afkir, sudah tidak terpakai, atau kadaluarsa, yang menewaskan 4 anggota TNI AD, dan 9 warga sipil di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjadi pelajaran dan evaluasi tegas.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, menyampaikan perkembangan terkait insiden ledakan amunisi afkir, sudah tidak terpakai, atau kadaluarsa, yang menewaskan 4 anggota TNI AD dan 9 warga sipil di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut. TNI AD memastikan, tidak akan lagi melibatkan warga sipil dalam kegiatan pemusnahan amunisi dan bahan peledak, serta kegiatan beresiko lainnya.

RelatedPosts

TPA Galuga, Dari Tong Sampah Raksasa Jadi Lumbung Energi

Komdigi Desak 25 PSE Lingkup Privat Ini Untuk Segera Urus Pendaftaran

Rangkaian Gempa di Kabupaten Bandung Agustus-September 2026, Ini Penjelasan BMKG

“Kejadian di Kabupaten Garut, menjadi pelajaran dan bahan evaluasi tegas dari pimpinan Angkatan Darat. Kegiatan pemusnahan amunisi, bahan peledak, dan kegiatan berisiko lainnya, ke depan tidak lagi melibatkan warga sipil, termasuk membantu kegiatan administrasi dan penyiapan logistik,” ujar Wahyu, dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (28/05/2025).

Wahyu mengatakan, kegiatan pemusnahan amunisi hanya akan ditangani satuan TNI AD. Dalam proses pemusnahan, juga akan menggunakan alat untuk meminimalisasi resiko, dan pelibatan personel di lapangan.

“Jadi ke depan, semuanya akan ditangani oleh satuan-satuan TNI AD. Upaya meminimalisasi pelibatan personel juga akan dilakukan, dengan cara memanfaatkan teknologi, seperti mini excavator, atau beko, untuk menggali lubang dan robot bom untuk membawa amunisi dan bahan peledak ke lubang penghancuran,” kata Wahyu.

Wahyu juga menyampaikan hasil investigasi dalam insiden ledakan saat pemusnahan amunisi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut. Wahyu mengakui, adanya pelibatan warga sipil dalam pengangkatan detonator ke dalam lubang saat proses pemusnahan.

“Berkaitan kenapa ledakan bisa terjadi, berdasarkan hasil investigasi menunjukkan, seperti telah diketahui, detonator yang akan dimusnahkan, atau akan dihancurkan itu adalah detonator dalam kondisi expired, atau kondisi afkir. Detonator telah kadaluarsa yang dibutuhkan kehati-hatian dalam pemusnahannya, ada pelibatan warga sipil dalam prosesnya,” ungkap Wahyu.

Wahyu menjelaskan, dalam kondisi detonator yang sudah kadaluarsa, membutuhkan perlakuan khusus, karena kondisinya rentan dan tidak stabil. Itu luput dan sepenuhnya tidak diketahui, dan tim investigasi menemukan fakta ada pelibatan masyarakat (warga sipil) di luar yang seharusnya tidak boleh dilakukan.

Keterlibatan warga sipil yang berada di sekitar lokasi, untuk melakukan tugas-tugas ringan saja, seperti menyiapkan masakan buat anggota yang bermalam di lapangan, menggali lubang, dan membersihkan residu setelah peledakan dan dinyatakan aman.

Ditemukan keteledoran saat warga sipil ikut serta mengangkat detonator sampai memasukkannya ke lubang pemusnahan. Bahkan, salah satu anggota TNI AD, sebagai korban berada di dalam lubang untuk menerima detonator saat proses, sedangan tiga anggota lainnya di sekitar lubang.

“Hasil investigasi, masyarakat ikut serta membantu mengangkat material detonator dan boks detonator ke dalam lubang pemusnahan. Di dalam lubang, ada satu personel kita sebagai korban, dan tiga personel lain di sekitarnya,” jelas Wahyu.

Sementara korban sembilan warga sipil, saat kejadian sedang silih berganti mengangkat material detonator ke dalam lubang, yang kemudian diterima personel. Detonator dalam keadaan rentan dan dibawa tidak sesuai prosedur, diduga menjadi penyebab terjadinya insiden ledakan.(chd).

Tags: jawa baratkabupaten garutKadispenad TNI ADKecamatan Cibalongledakan amunisiTNI AD

Related Posts

Seremoni pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

TPA Galuga, Dari Tong Sampah Raksasa Jadi Lumbung Energi

Editor
17 September 2026

CIBUNGBULANG – Pemerintah Kabupaten Bogor bersama pemerintah pusat dan berbagai pihak mulai mendorong transformasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga menjadi...

Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Ditjen Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komdigi, Teguh Arifiyadi, di Jakarta, Kamis (17/09/2026).(Foto: Humas Komdigi)

Komdigi Desak 25 PSE Lingkup Privat Ini Untuk Segera Urus Pendaftaran

Editor
17 September 2026

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Direktorat Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital melaksanakan...

Rangkaian gempa bumi yang terjadi di wilayah Kabupaten Bandung, tanggal 11 Agustus-17 September 2026.(Image: BMKG)

Rangkaian Gempa di Kabupaten Bandung Agustus-September 2026, Ini Penjelasan BMKG

Editor
17 September 2026

JAKARTA - Rangkaian gempa bumi yang terjadi di wilayah Kabupaten Bandung, tanggal 11 Agustus-17 September 2026 hingga pukul 08:00 WIB,...

Ilustrasi korban tindak kekerasan seksual.(Foto:Istimewa).

Sekdis Dishub Kabupaten Sukabumi Ditetapkan Tersangka Kasus Pelecehan Siswi PKL

Editor
17 September 2026

SATUJABAR, SUKABUMI--Polres Sukabumi, Jawa Barat, menetapkan Sekretaris Dinas (Sekdis) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi, sebagai tersangka kasus pelecehan seksual terhadap...

Barang bukti ratusan cairan liquid mengandung narkoba golongan satu yang diungkap Satresnarkoba Polrestabes Bandung.(Foto:Istimewa).

Polisi Bongkar Laboratorium Liquid Narkoba di Bandung, 2 Pengemudi Ojol Ditangkap

Editor
17 September 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Laboratorium gelap (clandestine lab) narkoba yang memproduksi liquid vape mengandung narkotika golongan 1 di Kota Bandung, Jawa Barat, diungkap...

Jemaah umrah.(Foto: Dok. Kemenhaj)

Jemaah Umrah Agar Cek Jadwal Terbang Sebelum ke Bandara

Editor
17 September 2026

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah mengimbau jemaah umrah yang belum berangkat ke Tanah Suci agar tidak menuju bandara sebelum...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.