• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 4 Mei 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Gunung Galunggung – Dari Amarah Alam ke Pelukan Keindahan

Editor
Selasa, 27 Mei 2025 - 05:44
Gunung Galunggung

Wisata kawah Gunung Galunggung (Trip Advisor)

Bayangkan sebuah pagi yang hening di Tasikmalaya. Kabut masih menggantung, dan aroma tanah basah menyambut langkah pertama menuju sebuah gunung yang menyimpan cerita panjang tentang letusan, kehancuran, sekaligus kehidupan baru. Gunung itu bernama—Galunggung.

Gunung Galunggung bukan gunung biasa. Ia adalah simbol kekuatan alam yang pernah menunjukkan amarahnya. Letusan dahsyat tahun 1982 tak hanya mengguncang tanah Sunda, tapi juga mencatatkan namanya dalam sejarah letusan gunung berapi paling dahsyat di Indonesia. Awan panas menyapu permukiman, lahar menuruni lereng, dan langit selama berminggu-minggu gelap oleh abu.

RelatedPosts

Ribuan Warga Tumpel di Acara Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda

Semangat Warga Usung Kuningan Jadi Kabupaten Angklung

Di Hari Puisi Nasional, Menbud Fadli Zon Ziarahi Makam Chairil Anwar dan Bacakan Puisinya

Namun waktu berjalan. Luka itu perlahan sembuh. Galunggung kini bukan lagi tempat yang menakutkan, melainkan pelukan alam yang menenangkan. Kawahnya, yang dulu memuntahkan lahar, kini berubah menjadi danau tenang berwarna hijau toska. Airnya memantulkan langit dan hutan di sekeliling, seolah ingin berkata: “Aku sudah tenang, datanglah, nikmati keindahanku.”

Jalur tangga menuju kawah—sebanyak lebih dari 600 anak tangga—menjadi bagian dari perjalanan spiritual bagi banyak orang. Setiap langkah bukan sekadar mendekat ke puncak, tapi juga menjauh dari hiruk-pikuk dunia. Dari atas, hamparan Tasikmalaya terlihat kecil, dan suara hanya berasal dari angin dan desir daun.

Di Gunung Galunggung, kita belajar bahwa alam bisa murka, tapi juga bisa memberi. Ia menghancurkan, tapi juga menumbuhkan. Lereng-lerengnya kini ditumbuhi kembali, subur oleh abu yang dulu dianggap kutukan. Para petani kembali bercocok tanam, dan para pendaki kembali berdatangan.

Gunung Galunggung bukan hanya gunung—ia adalah guru yang diam. Ia mengajarkan kita tentang kehancuran dan harapan, tentang respek kepada alam, dan tentang bagaimana luka bisa menjadi keindahan jika kita cukup sabar untuk menunggunya sembuh.

Tags: Gunung Galunggung

Related Posts

Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Sumedang.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Ribuan Warga Tumpel di Acara Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda

Editor
3 Mei 2026

Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda merupakan upaya nyata untuk menguatkan kembali identitas kebudayaan Sunda. SATUJABAR, SUMEDANG - Ribuan warga tumpah...

Pertunjukan angklung.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Semangat Warga Usung Kuningan Jadi Kabupaten Angklung

Editor
30 April 2026

Pada puncak perayaan Hardiknas 2 Mei 2026 nanti, pertunjukan angklung akan mendominasi rangkaian acara di Kuningan. KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, beserta sejumlah sastrawan berziarah ke makam Chairil Anwar di TPU Karet Bivak, Jakarta, Selasa (28/4/2026).(Foto: Humas Kemenbud)

Di Hari Puisi Nasional, Menbud Fadli Zon Ziarahi Makam Chairil Anwar dan Bacakan Puisinya

Editor
29 April 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Hari itu suasana cukup terlihat cukup khidmat saat Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, beserta sejumlah sastrawan berziarah...

Sketsa Pahlawan Nasional Margonda.(AI)

Menelusuri Jejak Sejarah Pahlawan Margonda di Bogor

Editor
27 April 2026

Kisah perjuangan Margonda perlu diangkat agar masyarakat mengetahui keterkaitannya dengan Kota Bogor. SATUJABAR, BOGOR - Nama Margonda selama ini lebih...

Pawai Lebaran di Bojonggede Bogor.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Ngamumule Tradisi Lebaran di Bojonggede Ala Bupati Bogor

Editor
27 April 2026

Salah satu ciri khas tradisi ini adalah adanya pawai budaya yang memadukan unsur budaya Betawi dan Sunda. SATUJABAR, BOJONGGEDE -...

Kirab Mahkota Binokasih.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Milangkala Tatar Sunda, Kirab Mahkota Binokasih Digelar 8-9 Mei 2026

Editor
27 April 2026

Kirab akan berlangung dari Sumedang dilanjutkan Ciamis, Bogor, dan Bandung. SATUJABAR, SUMEDANG – Kirab mahkota Binokasih akan menjadi salah satu...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.