• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 17 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Taman Lost City Maleer, Ruang Publik Bernuansa Retro Resmi Diresmikan di Bandung

Editor
Jumat, 16 Mei 2025 - 06:45
Peresmian Taman Lost City Maleer Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Peresmian Taman Lost City Maleer Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

BANDUNG – Kota Bandung kembali menambah daftar ruang publik dengan menghadirkan Taman Lost City Maleer, sebuah taman bernuansa vintage retro city yang diresmikan langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, di Kelurahan Maleer, Kecamatan Batununggal, Kamis (15/5/2025).

Taman seluas 500 meter persegi ini dibangun dalam dua tahap sejak 2024 dan dirancang dengan konsep “kota yang hilang” atau lost city, yang terinspirasi dari gaya arsitektur dan suasana retro. Terletak di Jalan Kebon Gedang 3, taman ini berada di sempadan Sungai Cikapundung Kolot dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti vertical garden, pepohonan rindang, plaza, serta lapangan basket mini.

RelatedPosts

Menbud Fadli Zon Ziarah ke Makam Raden Wijaya Disela-sela Peletakan Batu Pertama Museum Majapahit

Helaran Karnaval Budaya Titik Klimaks Hari Jadi Kuningan ke-528

Bangbayang, Desa di Pinggir Hutan Lindung

Menurut Farhan, kehadiran taman ini tidak hanya memperkaya ruang terbuka hijau, tetapi juga menjadi simbol ruang demokrasi dan tempat interaksi lintas komunitas. “Ruang publik adalah jantung komunitas. Di sini semua bisa berkumpul tanpa melihat latar belakang. Ini ruang yang paling demokratis,” ujarnya.

Farhan juga menyoroti peran warga RW 12 Kelurahan Maleer yang sukses membangun ekosistem permukiman yang harmonis dan peduli lingkungan. Ia menegaskan pentingnya kerja sama semua pihak dalam menjaga kebersihan sungai, karena pengelolaannya melibatkan pemerintah kota, provinsi, hingga pusat.

Peresmian taman ini merupakan titik kelima dalam program 100 hari kerja pertama Wali Kota Farhan. Sebelumnya, beberapa ruang publik lain juga telah diresmikan, seperti mural di Jalan Lodaya dan Taman Katumbiri.

Kolaborasi Komunitas dan Komitmen Lingkungan

Taman Lost City Maleer juga memperkuat peran komunitas dalam pelestarian lingkungan. Komunitas mural Karasa dari RW 2 Gempolsari turut menghiasi beberapa titik taman dengan karya seni mural. Wali Kota Bandung mengimbau agar warga menjaga kebersihan dan mencegah vandalisme, demi menjaga keindahan taman.

Selain itu, peresmian taman juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemkot Bandung dan komunitas River Clean Up. Kerja sama ini bertujuan untuk menata sempadan sungai sekaligus melakukan pembersihan sungai secara berkelanjutan, terutama dengan melibatkan pemuda dan komunitas lokal.

“Anak-anak muda yang terlibat dalam program ini tidak hanya mengangkut sampah dari sungai, tapi juga memilah dan mendaur ulang. Sampah residu baru dibuang ke TPS atau TPA. Ini baru namanya mengurangi sampah,” kata Farhan.

Menghidupkan Sempadan Sungai

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABM) Kota Bandung, Didi Ruswandi, menyebut Taman Lost City Maleer sebagai taman keenam yang berhasil direvitalisasi di sepanjang Sungai Cikapundung Kolot. Ia menjelaskan bahwa penataan kawasan ini meniru konsep kota-kota besar seperti Seoul, Korea Selatan, yang memanfaatkan bantaran sungai sebagai ruang publik yang aman dan menarik.

“Dulu bantaran sungai dianggap zona larangan. Sekarang kita tata agar bisa dimanfaatkan. Di sini juga sudah tidak ada rumah liar, jadi ODF bisa tercapai dan tidak ada penyempitan aliran,” jelas Didi.

Dengan peresmian taman ini, Kota Bandung kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ruang publik berkualitas yang ramah lingkungan, inklusif, dan mampu memperkuat kohesi sosial antarwarga.

Tags: taman kota bandungtaman maleer

Related Posts

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan ziarah dan peninjauan ke Petilasan Raden Wijaya di Kawasan Siti Inggil, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Dok. Humas Kemenbud)

Menbud Fadli Zon Ziarah ke Makam Raden Wijaya Disela-sela Peletakan Batu Pertama Museum Majapahit

Editor
15 September 2026

MOJOKERTO - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan ziarah dan peninjauan ke Petilasan Raden Wijaya di Kawasan Siti Inggil, Desa...

Helaran Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan bertajuk “Tumapak ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan” berhasil menyedot antusiasme luar biasa dari ribuan warga yang tumpah ruah ke jalanan, Minggu (13/9/2026).(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Helaran Karnaval Budaya Titik Klimaks Hari Jadi Kuningan ke-528

Editor
14 September 2026

KUNINGAN – Helaran Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan  bertajuk “Tumapak ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan” berhasil menyedot antusiasme...

Salah satu area di kampung buhun, Bangbayang, Desa Bangbayang, Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Bangbayang, Desa di Pinggir Hutan Lindung

Editor
13 September 2026

Jumlah rumah di kampung buhun, Bangbayang, Desa Bangbayang, Kecamatan Situraja tak pernah bertambah. Jumlahnya selalu 70 rumah, tak kurang dan...

– Gelaran budaya dan olahraga tahunan Desa Suganangan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan kembali bergulir. Mengusung tajuk “Nyimas Lenggangherang Jilid 5: Sport n’ Ethno Carnaval”, kegiatan ini resmi dibuka pada Kamis (10/9/2026), bertempat di Stadion Rana Diraksa.(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Gelar Budaya dan Olahraga Desa Suganangan Membangun Kolaborasi

Editor
11 September 2026

KUNINGAN – Gelaran budaya dan olahraga tahunan Desa Suganangan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan kembali bergulir. Mengusung tajuk “Nyimas Lenggangherang Jilid...

Rapat persiapan Karnaval Budaya di Hari Jadi Kabupaten Kuningan.(Foto: Dok. Diskominfo Kab. Kuningan)

Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528, Kirab Sejarah di Ujung Perayaan

Editor
8 September 2026

Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528 akan diwarnai dengan Karnaval Budaya yang persiapannya terus dimatangkan. Mengusung tema “Tumapak Ka Jaman Baheula:...

Ribuan warga Kuningan tumpah ruah menyaksikan helaran tradisi budaya Seba Sapton dan Babarit yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-528 Kuningan, Sabtu (5/9/2026).(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Meriahnya Tradisi Budaya Seba Sapton dan Babarit di Hari Jadi Kuningan

Editor
6 September 2026

Ribuan warga Kuningan tumpah ruah menyaksikan helaran tradisi budaya Seba Sapton dan Babarit yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.