• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 30 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

PP Tunas Hadir untuk Bimbing Anak Akses Dunia Digital secara Aman dan Bertanggung Jawab

Editor
Selasa, 15 April 2025 - 06:17
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid.(Foto: Komdigi)

BANDUNg – Pemerintah menegaskan bahwa Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak, atau yang dikenal dengan PP Tunas, bukan ditujukan untuk membatasi akses anak terhadap teknologi, melainkan membimbing mereka agar lebih cerdas, aman, dan bertanggung jawab dalam menggunakan ruang digital.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menyampaikan bahwa pendekatan dalam PP ini bersifat bertahap, layaknya belajar naik sepeda dengan roda bantu terlebih dahulu. Hal itu diungkapkan dalam acara Sosialisasi dan Kampanye PP Tunas yang digelar di Universitas Udayana (Unud), Bali, Minggu (13/4).

RelatedPosts

Polresta Bandung Bongkar Peredaran Ganja Dikendalikan dari Lapas, 12 Kg Disita

Kenal Lewat Aplikasi Kencan, Pria Asal Subang Tipu Wanita Mengaku ASN Bawa Kabur Sepeda Motor

Penumpang Melahirkan Bayi Laki-Laki di KA Sangkuriang Sebelum Stasiun Banjar Dibantu Dokter

“Kehadiran PP Tunas bukan untuk melarang, tapi untuk membimbing. Kami ingin anak-anak mengenal teknologi dengan cara yang sehat dan bertanggung jawab,” jelas Meutya melalui keterangan resmi.

Menkomdigi juga menekankan bahwa proses penyusunan PP ini melibatkan suara anak secara langsung. Sebanyak 350 anak dari berbagai daerah di Indonesia turut menyampaikan pandangan dan masukan yang menjadi bagian dari perumusan kebijakan ini.

 

Ancaman Digital Nyata, PP Tunas Jadi Tanggapan Negara

Dalam paparannya, Meutya mengungkapkan bahwa ruang digital bukan lagi sekadar media hiburan, namun juga medan yang penuh risiko bagi anak. Berdasarkan data dari National Center for Missing and Exploited Children (NCMEC), Indonesia mencatat lebih dari 5,5 juta kasus pornografi anak dalam empat tahun terakhir, menjadikannya negara ke-4 terbanyak di dunia dan ke-2 di ASEAN.

Selain itu, 48 persen anak Indonesia mengalami perundungan online, dan sekitar 80.000 anak di bawah usia 10 tahun telah terpapar perjudian daring. “Angka ini bukan sekadar statistik. Ini adalah ancaman nyata yang berdampak pada masa depan generasi bangsa,” tegas Menkomdigi.

Melalui PP Tunas, pemerintah mewajibkan para Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE)—termasuk media sosial, game online, situs web, hingga layanan keuangan digital—untuk menjalankan literasi digital anak dan melarang profiling anak untuk kepentingan komersial.

 

Kolaborasi Jadi Kunci Implementasi

Menkomdigi juga menyerukan kerja sama lintas sektor, khususnya sektor pendidikan, dalam mendukung implementasi PP Tunas. Bali dipilih sebagai lokasi awal sosialisasi karena budaya kekeluargaan yang kuat, dinilai relevan sebagai model pelindungan anak secara komunal.

“Universitas Udayana adalah kampus pertama yang kami kunjungi setelah PP ini disahkan. Kami ingin mendengar langsung dari akademisi tentang strategi terbaik untuk mengkomunikasikan kebijakan ini,” ungkapnya.

Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D, menyampaikan apresiasinya dan menegaskan bahwa Unud siap berkontribusi dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang paham etika digital.

“PP Tunas adalah bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi anak-anak dari bahaya digital,” kata Rektor Ketut.

Masukan Akademisi: Perlu Penajaman Regulasi

Dalam sesi diskusi, sejumlah dosen Unud memberikan masukan kritis terhadap PP Tunas. Dosen Fakultas Hukum, Edward Thomas Lamury Hadjon, S.H., LL.M, menyoroti pentingnya memperjelas tanggung jawab dalam pengelolaan data pribadi anak.

“Pasal 15 sebaiknya mewajibkan secara eksplisit PSE bertanggung jawab terhadap pemrosesan data anak, agar tidak bisa mengelak dari tanggung jawab,” ujarnya.

Dosen FISIP, Dr. Tedi Erviantono, S.IP., M.Si, menilai PP ini sebagai langkah awal positif dalam membatasi akses anak terhadap konten yang belum sesuai usia. Sementara itu, Dr. Ni Made Swasti Wulanyani, S.Psi., M.Erg, Psi, dari Fakultas Kedokteran berharap ada aturan tambahan yang mengatur kesiapan mental anak dalam menggunakan teknologi digital.

 

Menuju Ekosistem Digital yang Lebih Aman

Dengan lahirnya PP Tunas, pemerintah berharap anak-anak Indonesia dapat tumbuh dalam ekosistem digital yang sehat dan terlindungi, tanpa kehilangan kesempatan untuk berkembang dan berinovasi.

“Ini adalah komitmen bersama untuk menciptakan ruang digital yang tidak hanya cerdas dan produktif, tapi juga aman dan manusiawi bagi generasi masa depan,” tutup Meutya Hafid.

Tags: komdigiMenteri KomdigiPP Tunas

Related Posts

Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Tri Suhartanto, menunjukan barang bukti daun ganja hasil pengungkapan jaringan dikendalikan dari Lapas.(Foto:Istimewa).

Polresta Bandung Bongkar Peredaran Ganja Dikendalikan dari Lapas, 12 Kg Disita

Editor
30 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Polresta Bandung, Jawa Barat, membongkar jaringan peredaran ganja yang dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas). Barang bukti daun ganja...

Kapolres Majalengka, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman.(Foto:Istimewa).

Kenal Lewat Aplikasi Kencan, Pria Asal Subang Tipu Wanita Mengaku ASN Bawa Kabur Sepeda Motor

Editor
30 Oktober 2026

SATUJABAR, MAJALENGKA--Polres Majalengka, Jawa Barat, menangkap pria asal Kabupaten Subang, telah menipu wanita yang dikenalnya lewat aplikasi kencan. Pelaku mengaku-ngaku...

Penumpang bernama Noviyanti melahirkan bayi laki-laki di dalam Kereta Api (KA) Sangkuriang (7043A) relasi Yogyakarta-Cipeundeuy, sebelum Stasiun Banjar.(Foto:Dok.Humas KAI Daop 2 Bandung).

Penumpang Melahirkan Bayi Laki-Laki di KA Sangkuriang Sebelum Stasiun Banjar Dibantu Dokter

Editor
30 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Seorang peremuan penumpang Kereta Api (KA) Sangkuriang (7043A) relasi Yogyakarta-Cipeundeuy, melahirkan bayi laki-laki. Proses persalinan sebelum memasuki Stasiun Banjar,...

Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Tri Suhartanto.(Foto:Istimewa).

Tipu 17 Toko Modus Transaksi Gunakan ATM Kedaluwarsa, Mahasiswa di Bandung Ditangkap

Editor
30 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Beragam modus penipuan dilakukan para pelaku kejahatan. Bermodalkan kartu ATM sudah kedaluwarsa melalui transaksi mesin electronic data capture (EDC),...

Siswa SD memegang kartu imunisasi.(Foto: Dok. Kemenkes)

Cegah Kanker Sejak Dini, Kemenkes Perluas Imunisasi HPV

Editor
30 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) memperkuat upaya pencegahan kanker akibat infeksi Human Papillomavirus (HPV) melalui imunisasi dan edukasi masyarakat....

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia.(Foto: BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Panggil Menteri Bahlil, Bahas Pabrik Baterai Hingga Listrik Desa

Editor
30 Oktober 2026

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia pada Kamis (29/10/2026). Pertemuan tersebut...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.