• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 16 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Dedi Mulyadi: Beri Efek Jera Pelaku dan Evaluasi Rekrutmen Dokter untuk Kembalikan Kepercayaan Masyarakat!

Editor
Minggu, 13 April 2025 - 09:17
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.(Foto:Istimewa).

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, BANDUNG — Kasus tindak kekerasan seksual oknum dokter residen anestesi memperkosan anak pasien dan pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, mengundang keprihatinan Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi. Dedi Mulyadi meminta, proses dan penegakan hukum harus tegas, yang bisa memberikan efek jera bagi pelaku pemerkosaan, dan segera evaluasi sistem rekrutmen dokter, untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perguruan tinggi dan dunia kedokteran.

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, merasa prihatin atas kasus memilukan, tindak kekerasan seksual, oknum dokter residen anestesi, bernama Priguna Anugerah Pratama, memperkosa anak pasien dan pasien. Terlebih kasus memalukan sekaligus memilukan tersebut, terjadi di Kota Bandung, hingga perguruan tinggi dan dunia kedokteran menjadi sorotan.

RelatedPosts

Kasus Kekerasan Seksual Online Naik Setiap Tahun, Kemkomdigi Pelototi Kinerja Platform Digital

Kemkomdigi Beri Peringatan Terakhir Bagi Wikimedia Sebelum Diblokir

Menperin Optimistis Industri TPT Tetap Jadi Sektor Sunrise

Priguna Anugerah Pratama, 31 tahun, oknum dokter residen anestesi peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad), tega memperkosa anak pasien yang sedang menunggu ayahnya dirawat di Ruangan ICU (intensive care unit) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, pada 18 Maret 2025, sekitar pukul 01.00 WIB. Bukan hanya korban bernisial FH, 21 tahun, tindakan bejat serupa juga dilakukan pelaku terhadap dua orang pasien sama-sama wanita, di tempat yang sama di Gedung MCHC Lantai 7 RSHS, modus sama, dan waktu berbeda, pada 10 Maret dan 16 Maret 2025.

Dedi Mulyadi awalnya menyesalkan, tentang informasi sempat ada upaya perdamaian yang sempat ditempuh antara keluarga dengan korban. Aspek perdamaian yang sempat disampaikan bukan fokus dari masalah, tapi bagaimana bisa memberi efek jera bagi pelaku, kepentingan dan rasa keadilan bagi korban yang mengalami trauma, serta perguruan tinggi dan dunia kedokteran yang saat ini menjadi  sorotan masyarakat.

“Saya denger ada aspek-aspek yang bersifat upaya perdamaian. Intinya kan bukan itu, yang menjadi fokus masalah,” ujar Dedi Mulyadi, Sabtu (12/04/2025).

Dedi Mulyadi mengatakan, saat ini perguruan tinggi dan dunia kedokteran tengah menjadi sorotan masyarakat. Lembaga perguruan tinggi dan dunia kedokteran, harus secepatnya bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat buntut kasus tercela yang telah mencoreng dunia pendidikan (perguruan tunggi) dan kedokteran.

“Bagaiman kita harus kembali membangun kepercayaan, atau trust masyarakat terhadap perguruan tinggi dan dunia kedokteran. Jadi proses dan penegakan hukum harus bisa memberikan efek jera pelaku, dan keputusan tegas harus cepat diambil, keputusan yang bersifat hukuman dari perguruan tingginya. Karena apa? Ini soal kepercayaan,” ungkap Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi meminta, proses rekrutmen dokter di Indonesia, dengan biaya sangat besar bisa masuk dunia kedokteran, dievaluasi. Dedi Mulyadi mengingatkan, jujur dan bukan menjadi rahasia, masuk kedokteran, pintar saja tidak cukup tapi harus memiliki uang.

 

Posko Pengaduan

Setelah kasus pemerkosaan yang dilakunan Priguna Anugerah Pratama, 31 tahun, oknum dokter residen anestesi, tidak berhenti pada korban wanita berinisial FH, 21 tahun, dengan mengungkap ada dua korban sama lainnya, Polda Jabar membuka posko pengaduan. Posko pengaduan ditujukan bagi masyarakat yang merasa telah menjadi korban tindak kekerasan seksual, atau asusila oknum dokter peserta PPDS Fakuktas Kedokteran Unpad, untuk tidak takut melaporkannya ke Polda Jabar.

Posko pengaduan bagi masyarakat yang merasa telah menjadi korban tindak kekerasan seksual, atau asusila Priguna Anugerah Pratama, disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jawa Barat (Jabar), Kombes Polda Hendra Rochmawan. Hendra mengatakan, Polda Jabar membuka posko layanan pengaduan tersebut, untuk memberi ruang bagi kemungkinan masih ada korban tindak kekerasan seksual lainnya, yang dilakukan tersangka berinisial PPA (Priguna Anugerah Pratama).

“Mungkin masih ada masyarkat yang telah menjadi korban, tapi belum berani melapor. Kami Polda Jabar, membuka layanan untuk laporan yang lainnya, mungkin kasusnya sama tetapi waktunya berbeda, dan agar tidak takut melaporkannya,” ujar Hendra.(chd).

Tags: dedi muladidokter cabulDokter Pemerkosatriguna

Related Posts

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.(Foto: Dok. Kemkomdigi)

Kasus Kekerasan Seksual Online Naik Setiap Tahun, Kemkomdigi Pelototi Kinerja Platform Digital

Editor
16 April 2026

Pemerintah mengawasi lebih ketat platform digital, memastikan setiap penyelenggara sistem elektronik menjalankan tanggung jawabnya dalam menjaga keamanan pengguna. SATUJABAR, JAKARTA...

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar.(Foto: Dok. Komdigi)

Kemkomdigi Beri Peringatan Terakhir Bagi Wikimedia Sebelum Diblokir

Editor
16 April 2026

Jika dalam 7 hari kerja Wikimedia tidak juga mendaftar PSE sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia, maka Kemkomdigi akan...

Pembukaan pameran Indo Intertex – Inatex 2026 di Jakarta, Rabu (15/4/2026).(Foto: Istimewa)

Menperin Optimistis Industri TPT Tetap Jadi Sektor Sunrise

Editor
16 April 2026

Khusus untuk industri TPT, sepanjang tahun 2025 mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,55% (year-on-year), dengan nilai ekspor mencapai USD12,08 miliar serta surplus...

Bupati Cirebon Imron dan Duta Besar Bulgaria, Tanya Dimitrova.(Foto: Diskominfo Kab Cirebon)

Pemkab Cirebon Terima Dubes Bulgaria, Bahas Kerja Sama Ekonomi

Editor
16 April 2026

Bupati Imron menegaskan bahwa Kabupaten Cirebon memiliki peluang besar untuk berkembang, terutama setelah ditetapkan sebagai bagian dari Kawasan Industri Rebana....

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Batangan Antam Kamis 16/4/2026 Rp 2.888.000 Per Gram

Editor
16 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas batangan Antam Kamis 16/4/2026 dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.888.000 per gram sebelum...

Image: Diskominfo Kuningan

Hati-hati Modus Penipuan ‘Jalan Pintas’ Naik Haji, Sasar Calon Jemaah dan Warga

Editor
16 April 2026

Cara pelaku beroperasi dengan menawarkan “jalan pintas” untuk memotong antrean atau mempercepat keberangkatan haji. Mereka sering kali menyaru sebagai petugas...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.