Polisi menduga pelaku bukan menggunakan senjata api, tapi air soft gun.
SATUJABAR, DEPOK — Komplotan pencuri diduga membawa senjata api ini tergolong nekat menyatroni rumah seorang anggota polisi. Kedatangan para pelaku sempat terekam CCTV. Mereka terlihat mengenakan pakaian serba hitam dan mamakai helm.
Peristiwa ini terjadi pada Senin (27/1/2025). Rumah anggota polisi di Kelurahan Jatimulya, Kota Depok ini disatroni kawanan pencuri. Tidak hanya itu, pelaku juga terlihat membawa benda yang diduga merupakan senjata api.
Rumah milik seorang anggota polisi itu dalam keadaan kosong. Pemilik rumah beserta keluarganya sedang berada di luar kota. Namun, ada saksi yang memergoki aksi kawanan pencuri bersenjata api tersebut.
Saksi bernama Rahmat (43 tahun) yang juga kerabat pemilik rumah, mengungkapkan bahwa pelaku sempat melepaskan tembakan. Dirinya bahkan sempat menghampiri salah satu pelaku yang menunggu di luar rumah dan bertanya ada keperluan apa.
“Saya samperin yang menunggu di luar rumah, saya tanya mau ngapain, katanya mau ke belakang doang,” jelas Rahmat.
Tidak lama kemudian muncul dua pelaku lain dari dalam rumah tersebut. Rahmat bertanya lagi, tapi tiba-tiba ditodong dengan senjata api.
“Sehabis itu yang dua orang keluar lagi, saya tanya ngapain, langsung saya ditodong senjata api,” ujarnya.
Melihat senjata di tangan pelaku, Rahmat pun gentar. Dia secepat mungkin menjatuhkan badan untuk bertiarap.
“Saya langsung tiarap, jatohin badan, dia bilang saya enggak usah ikut campur,” imbuh Rahmat.
Dia menambahkan, pelaku tidak hanya menodongkan senjatanya namun sempat menembak tiga kali, tapi suaranya kecil ke arah acak. “Tidak lama kemudian para pelaku berboncengan naik sepeda motor lalu melarikan diri,” katanya.
Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP D K Zendrato mengungkapkan, setelah diselidiki ada sekitar empat orang pelaku yang mendatangi rumah anggota polisi di Depok. Didiuga keempat orang tersebut merupakan kawanan pencuri yang sudah menjadikan rumah korban sebagai target.
Namun, soal senjata yang dibawa oleh pelaku, Zendrato menduga itu bukan senjata api, tapi air soft gun. Dari hasil penelusuran pihaknya, diketahui memang ada dua motor dan empat pelaku yang menggunakan helm, masker, sarung tangan, dan jaket.
“Pelatnya juga digelapkan ya, jadi masih dalam proses penanganan,” ucapnya. (yul)








