• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 20 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kemenperin Akselerasi Industri 4.0, Gandeng Korea Selatan

Editor
Senin, 27 Januari 2025 - 08:43
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Andi Rizaldi, dalam keterangan resminya di Jakarta pada Minggu (26/1), menyatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pendidikan sangat penting agar Indonesia dapat bersaing secara global dalam era digital ini.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Andi Rizaldi, dalam keterangan resminya di Jakarta pada Minggu (26/1), menyatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pendidikan sangat penting agar Indonesia dapat bersaing secara global dalam era digital ini.(Foto: Humas Kemenperin)

BANDUNG – Kemenperin akselerasi industri 4.0 dengan menggandeng mitra Korea Selatan.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat penerapan industri 4.0 di sektor manufaktur untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing global Indonesia.

RelatedPosts

Hampir 7 Ton Ikan Sapu-sapu yang Ditangkap Pemprov DKI

Di Madinah, Ratusan Petugas Haji Langsung Ikuti Bimbingan Teknis

OJK Minta BNI Tuntaskan Penyelesaian Kasus Dugaan Penyimpangan Dana Nasabah KCP Aek Nabara

Transformasi digital yang tengah dijalankan memerlukan kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Andi Rizaldi, dalam keterangan resminya di Jakarta pada Minggu (26/1), menyatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pendidikan sangat penting agar Indonesia dapat bersaing secara global dalam era digital ini.

“Kami semakin menyadari pentingnya industri 4.0, khususnya bagi sektor manufaktur. Oleh karena itu, pemerintah meluncurkan inisiatif ‘Making Indonesia 4.0’ untuk mempercepat adopsi teknologi digital,” ujar Andi. Namun, dia juga mengakui adanya tantangan besar seperti kesiapan infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia yang terampil, dan kesenjangan digital di beberapa daerah.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Kemenperin menjalin kerja sama bilateral dengan Korea Selatan dalam hal digitalisasi industri manufaktur di Indonesia. Kerja sama ini dipertegas dengan penandatanganan Memorandum of Arrangement (MoA) pada 22 Januari 2025 antara perwakilan Kemenperin, Priyadi Arie Nugroho, dan Director of Trade Policy Coordination Division MOEF Korea Selatan, Choi Dong Il.

Priyadi Arie Nugroho menyampaikan keyakinannya bahwa penerapan konsep Smart Factory akan meningkatkan efisiensi dan produktivitas produksi, mengurangi biaya operasional, serta memperkuat daya saing produk manufaktur Indonesia di pasar global.

“Dengan pengalaman Korea Selatan yang lebih dahulu mengembangkan ekosistem smart factory, kami yakin kolaborasi ini akan memberikan panduan dan inspirasi penting bagi transformasi industri manufaktur Indonesia,” tambah Priyadi.

Choi Dong Il menyatakan dukungannya terhadap proyek pengembangan pedoman smart factory yang dipilih oleh Kemenperin untuk tahun 2025. Proyek ini diharapkan dapat memperkuat daya saing sektor manufaktur Indonesia dan membuka peluang bagi kolaborasi antara perusahaan Korea Selatan dan Indonesia untuk bersaing di pasar global.

“Kami berharap kerja sama ini akan terus berlanjut dan menciptakan lebih banyak proyek yang memberikan dampak positif bagi hubungan perdagangan antara Korea dan Indonesia,” ungkap Choi.

Dewi Muliana, Direktur Akses Industri Internasional (AII) Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII), menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya Kemenperin untuk meningkatkan daya saing industri, ekspor, investasi, dan keterlibatan Indonesia dalam rantai suplai global.

“Kerja sama dengan Korea Selatan ini diharapkan dapat mempercepat transformasi digital sektor industri manufaktur Indonesia melalui penyusunan panduan smart factory, yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas dan efisiensi industri manufaktur Indonesia,” tutup Dewi.

Dengan kolaborasi ini, Indonesia diharapkan bisa mempercepat adopsi teknologi industri 4.0, meningkatkan daya saing global, serta menciptakan peluang ekonomi baru melalui sinergi antara kedua negara.

Tags: Industri 4.0kemenperin

Related Posts

Ikan sapu-sapu.(Foto: Pemprov DKI Jakarta)

Hampir 7 Ton Ikan Sapu-sapu yang Ditangkap Pemprov DKI

Editor
19 April 2026

Dengan melibatkan 640 personel, jumlah ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap mencapai sekitar 68.880 ekor dengan total berat 6,98 ton. SATUJABAR,...

(Foto: Dok. Kemenhaj)

Di Madinah, Ratusan Petugas Haji Langsung Ikuti Bimbingan Teknis

Editor
19 April 2026

Keberadaan tenaga pendukung sangat vital dalam mendukung kinerja PPIH secara keseluruhan. SATUJABAR, MADINAH - Tenaga pendukung Petugas Penyelenggara Ibadah Haji...

Logo OJK,Stabilitas sektor jasa keuangan,Survei Penilaian Integritas 2024,penyelesaian masalah pinjol

OJK Minta BNI Tuntaskan Penyelesaian Kasus Dugaan Penyimpangan Dana Nasabah KCP Aek Nabara

Editor
19 April 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk segera menuntaskan penyelesaian kasus yang dialami...

Unifil.(Foto: Unifil)

Personel UNIFIL Asal Prancis Tewas, Indonesia Sampaikan Dukacita dan Solidaritas

Editor
19 April 2026

Indonesia menyatakan solidaritas bersama Prancis dan negara-negara kontributor pasukan lainnya. SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah Indonesia menyampaikan belasungkawa dan simpati yang...

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menjelaskan, program Sapu-sapu Bandung bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, tetapi upaya membangun kebiasaan baru di lingkungan pemerintahan.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Ribuan Warga Guyub di Acara Sapu-Sapu Bandung

Editor
19 April 2026

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menjelaskan, program ini bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, tetapi upaya membangun kebiasaan baru di lingkungan pemerintahan....

Ubi jalar atau singkong.(Image:pexels)

BRIN Genjot Hilirisasi Komoditas Singkong dan Pisang

Editor
19 April 2026

Indonesia merupakan penghasil ubi kayu terbesar kedua di dunia setelah Brazil, dengan produksi mencapai 21 juta ton. Namun, umbi singkong...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.