• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 4 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kemenperin Akselerasi Industri 4.0, Gandeng Korea Selatan

Editor
Senin, 27 Januari 2025 - 08:43
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Andi Rizaldi, dalam keterangan resminya di Jakarta pada Minggu (26/1), menyatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pendidikan sangat penting agar Indonesia dapat bersaing secara global dalam era digital ini.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Andi Rizaldi, dalam keterangan resminya di Jakarta pada Minggu (26/1), menyatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pendidikan sangat penting agar Indonesia dapat bersaing secara global dalam era digital ini.(Foto: Humas Kemenperin)

BANDUNG – Kemenperin akselerasi industri 4.0 dengan menggandeng mitra Korea Selatan.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat penerapan industri 4.0 di sektor manufaktur untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing global Indonesia.

RelatedPosts

Indonesia Pasok 80% Patchouli Dunia, Kisah Petaninya Dibawa ParagonCorp ke Forum Global di London

Rupiah Kembali Loyo, Kamis Pagi Dolar AS Tembus Rp 18.030

Lokasi Tambang Di Garut Langgar Regulasi Ditindak

Transformasi digital yang tengah dijalankan memerlukan kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Andi Rizaldi, dalam keterangan resminya di Jakarta pada Minggu (26/1), menyatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pendidikan sangat penting agar Indonesia dapat bersaing secara global dalam era digital ini.

“Kami semakin menyadari pentingnya industri 4.0, khususnya bagi sektor manufaktur. Oleh karena itu, pemerintah meluncurkan inisiatif ‘Making Indonesia 4.0’ untuk mempercepat adopsi teknologi digital,” ujar Andi. Namun, dia juga mengakui adanya tantangan besar seperti kesiapan infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia yang terampil, dan kesenjangan digital di beberapa daerah.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Kemenperin menjalin kerja sama bilateral dengan Korea Selatan dalam hal digitalisasi industri manufaktur di Indonesia. Kerja sama ini dipertegas dengan penandatanganan Memorandum of Arrangement (MoA) pada 22 Januari 2025 antara perwakilan Kemenperin, Priyadi Arie Nugroho, dan Director of Trade Policy Coordination Division MOEF Korea Selatan, Choi Dong Il.

Priyadi Arie Nugroho menyampaikan keyakinannya bahwa penerapan konsep Smart Factory akan meningkatkan efisiensi dan produktivitas produksi, mengurangi biaya operasional, serta memperkuat daya saing produk manufaktur Indonesia di pasar global.

“Dengan pengalaman Korea Selatan yang lebih dahulu mengembangkan ekosistem smart factory, kami yakin kolaborasi ini akan memberikan panduan dan inspirasi penting bagi transformasi industri manufaktur Indonesia,” tambah Priyadi.

Choi Dong Il menyatakan dukungannya terhadap proyek pengembangan pedoman smart factory yang dipilih oleh Kemenperin untuk tahun 2025. Proyek ini diharapkan dapat memperkuat daya saing sektor manufaktur Indonesia dan membuka peluang bagi kolaborasi antara perusahaan Korea Selatan dan Indonesia untuk bersaing di pasar global.

“Kami berharap kerja sama ini akan terus berlanjut dan menciptakan lebih banyak proyek yang memberikan dampak positif bagi hubungan perdagangan antara Korea dan Indonesia,” ungkap Choi.

Dewi Muliana, Direktur Akses Industri Internasional (AII) Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII), menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya Kemenperin untuk meningkatkan daya saing industri, ekspor, investasi, dan keterlibatan Indonesia dalam rantai suplai global.

“Kerja sama dengan Korea Selatan ini diharapkan dapat mempercepat transformasi digital sektor industri manufaktur Indonesia melalui penyusunan panduan smart factory, yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas dan efisiensi industri manufaktur Indonesia,” tutup Dewi.

Dengan kolaborasi ini, Indonesia diharapkan bisa mempercepat adopsi teknologi industri 4.0, meningkatkan daya saing global, serta menciptakan peluang ekonomi baru melalui sinergi antara kedua negara.

Tags: Industri 4.0kemenperin

Related Posts

Booth ParagonCorp di Partnership for Forests Conference (P4F) di Barbican Conservatory, London, pada 29 Mei 2026.(Foto: Istimewa)

Indonesia Pasok 80% Patchouli Dunia, Kisah Petaninya Dibawa ParagonCorp ke Forum Global di London

Editor
4 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Hutan tidak hanya menyimpan keanekaragaman hayati, tetapi juga menghubungkan masyarakat lokal dengan rantai pasok global. Salah satu...

Utang Luar Negeri.(Image Bank Indonesia0

Rupiah Kembali Loyo, Kamis Pagi Dolar AS Tembus Rp 18.030

Editor
4 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Nilai tukar Dolar AS atau US$ tetap melemah di atas Rp 18.000 per 1 US$, menurut data...

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin (kiri), bersama Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat, Bambang Tirtoyuliono, melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi kegiatan usaha pertambangan di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Rabu (3/6/2026).(Foto: Humas Pemkab Garut)

Lokasi Tambang Di Garut Langgar Regulasi Ditindak

Editor
4 Juni 2026

Lokasi tambang di Leles Garut yang tidak mematugi regulasi ditindak tegas dan harus menghentikan semetara operasional pertambangan. SATUJABAR, GARUT -...

Sekda Sumedang Tuti Ruswati disela-sela penaburan benih ikan di Bendungan Jatigede.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Bendungan Jatigede: Ribuan Benih Ikan Ditabur

Editor
4 Juni 2026

Bendungan Jatigede memiliki nilai strategis bagi masyarakat Kabupaten Sumedang sehingga perlu dijaga terus keberlanjutannya. SATUJABAR, SUMEDANG – Sekretaris Daerah Tuti...

So’ Taw, soto instan racikan siswa MAN 2 Kebumen, ikut dibawa ke Makkah dan menjadi pengobat rindu masakan Indonesia bagi para jemaah maupun petugas haji.(Foto: Humas Kemenag Kebumen Via Kemenag Pusat)

Soto Instan Racikan Siswa Madrasah Manjakan Jemaah Haji

Editor
4 Juni 2026

Soto instan racikan siswa MAN 2 Kebumen  dengan jenama So’ Taw ikut dibawa ke Makkah dan menjadi pengobat rindu masakan...

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor merayakan Hari Jadi Bogor (HJB) dengan berbagai kegiatan. Tahun ini, HJB ke-544 mengusung tema “Bogor Nanjeur”.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Warga Kota Bogor Dapat Hadiah Istimewa di HJB ke-544

Editor
4 Juni 2026

Warga Kota Bogor mendapatkan 'hadiah istimewa' saat Hari Jadi Bogor ke-544 berupa sejumlah program yang dikemas dalam tema 'Bogor Nanjeur'....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.