• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 3 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Hilirisasi Minyak Atsiri Diperkuat, Bangun Pabrik di Bali

Editor
Sabtu, 25 Januari 2025 - 07:49
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen untuk terus mendorong hilirisasi produk minyak atsiri agar dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pembangunan Pusat Flavor dan Fragrance (PFF) di Denpasar, Bali.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen untuk terus mendorong hilirisasi produk minyak atsiri agar dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pembangunan Pusat Flavor dan Fragrance (PFF) di Denpasar, Bali.(Foto: Humas Kemenperin)

BANDUNG – Hilirisasi minyak atsiri diperkuat dengan pembangunan pusat flavor dan fragrance Bali, ungkap Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Kemenperin berkomitmen untuk terus mendorong hilirisasi produk minyak atsiri agar dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

RelatedPosts

Menko Airlangga Apresiasi Kontribusi Himpunan Kawasan Industri

Pasar Sandang Tegal Gubug Cirebon Kebakaran

Kemenhub Gerak Cepat Penanganan dan Evakuasi Penumpang KM Mutiara Sentosa II

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pembangunan Pusat Flavor dan Fragrance (PFF) di Denpasar, Bali.

Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, menjelaskan bahwa pembangunan PFF Bali berperan penting sebagai pusat inovasi, produksi, dan inkubasi bisnis produk berbasis minyak atsiri. “PFF Bali akan menjadi pusat yang mendukung perkembangan sektor industri berbasis minyak atsiri, yang memiliki peran strategis dalam berbagai produk, seperti flavor, fragrance, dan wellness,” ujar Putu, pada Jumat (24/1).

Putu menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar sebagai salah satu penghasil minyak atsiri terbesar di dunia. Oleh karena itu, Kemenperin bertekad untuk mendorong hilirisasi komoditas ini demi meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

“Dengan adanya PFF Bali, kami berharap dapat memberikan manfaat langsung bagi petani, pelaku usaha kecil dan menengah, serta startup entrepreneur yang bergerak di sektor ini. PFF Bali juga diharapkan menjadi sarana kolaborasi lintas sektor, baik di tingkat lokal maupun internasional,” tambahnya melalui keterangan resmi.

Bali dipilih sebagai lokasi strategis untuk PFF ini karena potensi pariwisata yang sangat besar, terutama di sektor spa dan wellness. Menurut data Asosiasi Spa Indonesia (ASPI), terdapat lebih dari 4.000 pelaku usaha spa di Bali yang sangat bergantung pada produk aromaterapi berbasis minyak atsiri. “Dengan adanya PFF Bali, diharapkan pelaku usaha di sektor ini dapat mengakses produk berkualitas tinggi yang mendukung daya saing industri pariwisata Bali,” imbuh Putu.

Pusat ini akan berlokasi di Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar, yang merupakan satuan kerja di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin. Kepala BPSDMI Kemenperin, Masrokhan, menyatakan bahwa pembukaan PFF Bali akan membawa dampak positif tidak hanya bagi industri minyak atsiri, tetapi juga bagi perkembangan ekonomi dan budaya di Bali dan Indonesia secara keseluruhan.

“PFF Bali diharapkan dapat menjadi pionir dalam menciptakan inovasi flavor dan fragrance yang tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan ekonomi berkelanjutan yang ramah lingkungan,” ujar Masrokhan.

Selain itu, Kepala BDI Denpasar, Arga Mahendra, memastikan bahwa PFF Bali akan beroperasi secara optimal dengan tujuan untuk memfasilitasi pendampingan, promosi dan pemasaran, peningkatan kapasitas SDM industri, serta katalisasi inovasi. “PFF Bali ini didorong oleh tujuan untuk menciptakan produk unggulan berbasis minyak atsiri yang kompetitif, serta meningkatkan nilai tambah komoditas ini untuk pasar domestik dan global,” jelas Arga.

Kehadiran PFF Bali diharapkan juga akan mendukung ekspor produk berbasis minyak atsiri dengan standar tinggi yang diminati pasar internasional, serta memperkuat daya saing sektor pariwisata Bali melalui kolaborasi dengan pelaku usaha di industri spa, wellness, hotel, dan wewangian.

Kemenperin menekankan pentingnya sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk asosiasi seperti Dewan Atsiri Indonesia, Asosiasi Flavor and Fragrance Indonesia, Asosiasi Aromaterapi Indonesia, serta Asosiasi Spa Indonesia. Kemenperin juga berencana bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk mendukung penelitian inovatif dan pengembangan teknologi dalam sektor ini.

“Keberhasilan PFF Bali sangat bergantung pada kerja sama yang erat antara pemerintah, asosiasi, pelaku usaha, dan akademisi. Kami yakin sinergi ini akan menciptakan produk berkualitas tinggi yang merepresentasikan kearifan lokal Indonesia dan memenuhi standar global,” tutup Putu.

Tags: AtsiribalikemenperinKementerian PerindustrianMinyak Atsiri

Related Posts

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di acara Malam Syukuran 38 Tahun Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), sebagai bagian dari rangkaian acara Business Forum dan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) XXV HKI di Jakarta, Jumat (31/07).(Foto: Kemenko Perekonomian)

Menko Airlangga Apresiasi Kontribusi Himpunan Kawasan Industri

Editor
2 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Sektor industri memiliki peran strategis sebagai salah satu motor penting penggerak pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan investasi,...

Ilustrasi kebakaran.(Foto:Istimewa).

Pasar Sandang Tegal Gubug Cirebon Kebakaran

Editor
2 Agustus 2026

SATUJABAR, CIREBON--Pasar Sandang Tegal Gubug, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kebakaran. Peristiwa kebakaran menghanguskan puluhan lapak pedadang disaat transaksi jual-beli sudah...

Kebakaran menimpa Kapal Motor Mutiara Sentosa II di perairan Laut Jawa pada Minggu (2/8).(Foto: Ditjen Hubla Kemenhub)

Kemenhub Gerak Cepat Penanganan dan Evakuasi Penumpang KM Mutiara Sentosa II

Editor
2 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus melakukan koordinasi intensif dalam penanganan insiden kebakaran yang dialami...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Minggu 2/8/2026 Antam Rp 2.603.000 Per Gram

Editor
2 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Minggu 2/8/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.603.000 per gram...

Jajaran Kemenhut siaga kebakaran hutan.(Foto: Humas Kemenhut)

Jajaran Kemenhut Siaga Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan

Editor
2 Agustus 2026

SATUJABAR, OGAN ILIR - Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah V Palembang terus memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan...

Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (Ditjen PDASRH) resmi membuka Festival Mangrove Nasional (Mangrofest) 2026 di Nusantara, Kalimantan Timur.(Foto: Humas Kemenhut)

Kemenhut Buka Mangrofest 2026 di Kaltim

Editor
2 Agustus 2026

SATUJABAR, NUSANTARA - Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (Ditjen PDASRH) resmi membuka Festival...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat