• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 19 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Virus HMPV Masuk Kategori Safe Limited Disease, Apa Itu?

Editor
Jumat, 17 Januari 2025 - 08:19
meringankan sakit flu batuk,hmpv,virus

(pixabay)

BANDUNG – Virus HMPV masuk kategori safe limited disease atau penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya, kata Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Kedokteran Praklinis dan Klinis BRIN, Telly Purnamasari Agus.

Menurutnya, tingkat kematian virus HMPV lebih rendah dibandingkan dengan Covid-19. Hal itu disampaikannya dalam acara Media Lounge Discussion (MELODI) yang diadakan di Gedung BJ Habibie, Jakarta, Kamis (16/1).

RelatedPosts

Bobotoh, Saatnya Lengkapi Koleksi PERSIB! Ada Diskon Rp50 Ribu dari bank bjb

Nikmati Elegansi Prancis, Jiwa Indonesia di Swiss-Belresort Dago Heritage

Merdeka dalam Setiap Gerakan: Swiss-Belresort Dago Heritage Rayakan Hari Kemerdekaan melalui Wellness & Semangat Kebersamaan

“Sebenarnya ini (HMPV;red) termasuk safe limited disease atau penyakit yang bisa sembuh sendiri tergantung pada daya tahan tubuh kita. Tapi kalau covid datangnya sangat akut mendadak dengan gejala-gejala yang lebih berat. Nah ini juga yang menjadi salah satu pembeda, tingkat morbiditasnya. Jadi tingkat kematian HMPV ini lebih rendah dibandingkan covid,” sebutnya dikutip situs BRIN.

Namun demikian, Telly tetap meminta masyarakat waspada. Hal itu bisa dilakukan dengan melihat perbedaan gejala antara virus Human Metapneumovirus (HMPV), Influenza, dan COVID-19. Ia juga memberikan berbagai tips untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut.

Telly menjelaskan bahwa HMPV biasanya menunjukkan gejala ringan, seperti demam ringan (di bawah 40 derajat Celsius), batuk, dan pilek. Menurutnya, gejala HMPV berkembang secara bertahap, dimulai dari infeksi ringan yang bisa menjadi berat jika terlambat diobati atau daya tahan tubuh lemah.

Meskipun HMPV sering menyebabkan gejala ringan seperti flu biasa, Telly mengingatkan bahwa penyakit ini bisa menjadi serius jika tidak ditangani. Ia menambahkan bahwa kondisi ini dapat berujung fatal, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.

“Gejala awalnya seperti batuk, pilek, dan sakit tenggorokan. Namun, jika infeksi menyebar ke saluran pernapasan bawah, seperti bronkus atau paru-paru, itu bisa menyebabkan pneumonia atau bronkiolitis,” jelasnya.

Sementara itu, gejala influenza cenderung muncul tiba-tiba dengan demam tinggi dan nyeri otot. “Influenza sering kali membuat tubuh terasa sangat lelah, dan demam tinggi datang mendadak saat daya tahan tubuh menurun,” tambahnya.

Berbeda dengan HMPV dan influenza, COVID-19 memiliki gejala khas, seperti anosmia atau hilangnya kemampuan penciuman. “Gejala ini tidak ditemukan pada HMPV maupun influenza, sehingga dapat menjadi indikator awal COVID-19,” jelas Telly.

Selain perbedaan gejala, waktu munculnya penyakit juga menjadi pembeda. Masa inkubasi HMPV adalah 3-6 hari dan biasanya merupakan penyakit yang bisa sembuh sendiri jika daya tahan tubuh baik. Sedangkan COVID-19 cenderung muncul secara mendadak dengan gejala lebih berat dan tingkat kematian lebih tinggi dibandingkan HMPV.

“Sebenarnya ini (HMPV;red) safe limited disease atau penyakit yang bisa sembuh sendiri tergantung pada daya tahan tubuh kita. Tapi kalau covid datangnya sangat akut mendadak dengan gejala-gejala yang lebih berat. Nah ini juga yang menjadi salah satu pembeda, tingkat morbiditasnya. Jadi tingkat kematian HMPV ini lebih rendah dibandingkan covid,” sebutnya.

 

Pencegahan Virus dengan PHBS dan Vaksinasi

Dalam kesempatan itu, Telly menyebutkan bahwa penularan HMPV sama seperti halnya Covid-19 salah satunya melalui droplet atau percikan air liur yang terjadi saat berbicara pada jarak kurang dari dua meter. Selain itu, bisa juga melalui kontak langsung atau permukaan yang terkontaminasi, seperti gagang pintu atau barang yang sering disentuh.

Oleh karena itu, Telly mengingatkan masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Ia juga menekankan pentingnya menjaga pola makan seimbang, istirahat cukup, dan menghindari diet ketat yang bisa menurunkan daya tahan tubuh.

Telly menekankan bahwa gaya hidup yang diterapkan selama pandemi COVID-19 sebaiknya tetap dilanjutkan. “Memakai masker sebenarnya bukan hanya karena pandemi COVID-19, tapi itu adalah kebiasaan baik yang bisa melindungi kita dari berbagai virus,” jelas Telly.

Selain itu, vaksinasi juga menjadi langkah pencegahan yang penting. “Walaupun HMPV belum memiliki vaksin khusus, kita sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19, influenza, dan pneumokokus. Vaksinasi ini dapat membantu memperkuat imunitas dan mencegah penyakit yang lebih serius,” tambahnya.

Bagi kelompok rentan, seperti lansia atau orang dengan kondisi medis tertentu, Telly menyarankan agar interaksi dengan tamu dibatasi. “Usahakan tamu mencuci tangan atau memakai masker sebelum berinteraksi,” sarannya.

Tags: flusafe limited diseasevirus hmpv

Related Posts

bjb Goal Deal.(Image: Website bank bjb)

Bobotoh, Saatnya Lengkapi Koleksi PERSIB! Ada Diskon Rp50 Ribu dari bank bjb

Editor
18 September 2026

BANDUNG – Kabar gembira bagi Bobotoh yang ingin melengkapi koleksi jersey dan merchandise PERSIB musim 2026/2027. Memperkuat rangkaian kolaborasi bersama...

Swiss-Belresort Dago Heritage

Nikmati Elegansi Prancis, Jiwa Indonesia di Swiss-Belresort Dago Heritage

Editor
17 September 2026

Swiss-Belresort Dago Heritage hadirkan pengalaman kuliner spesial September dan paket kamar khusus dalam rangka Celebrating 39 Years of “Global Vision...

Merdeka dalam Setiap Gerakan: Swiss-Belresort Dago Heritage Rayakan Hari Kemerdekaan melalui Wellness & Semangat Kebersamaan

Merdeka dalam Setiap Gerakan: Swiss-Belresort Dago Heritage Rayakan Hari Kemerdekaan melalui Wellness & Semangat Kebersamaan

Editor
16 September 2026

Dari sesi Pilates yang penuh energi hingga permainan seru bersama karyawan, Swiss-Belresort Dago Heritage merayakan kemerdekaan melalui gerakan, kebersamaan, dan...

Kementerian Kebudayaan mendukung kolaborasi antara budaya Indonesia dan Pokemon, sebagai bentuk akulturasi yang mempertemukan warisan budaya Indonesia dengan budaya populer global. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan The Pokemon Company di Indonesia, yang disampaikan pada acara “Pokemon Press Conference: Future Plans for Indonesia 2026-2027,” di The St. Regis, Jakarta.(Foto: Dok. Humas Kemenbud)

Makin Mendunia, Menbud Dukung Akulturasi Pokemon dan Wayang

Editor
15 September 2026

JAKARTA - Kementerian Kebudayaan mendukung kolaborasi antara budaya Indonesia dan Pokemon, sebagai bentuk akulturasi yang mempertemukan warisan budaya Indonesia dengan...

Festival Ratu dan Raja Buah Kabupaten Bogor 2026.(Foto: Diskominfo Kab Bogor)

Festival Ratu dan Raja Buah Dorong Komoditas Bogor Mendunia

Editor
13 September 2026

CIBINONG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mendorong penguatan sektor pertanian, khususnya hortikultura, sebagai salah satu penggerak ekonomi kerakyatan. Upaya...

Virtual Run, konsep booth Pocari Sweat di Indonesia Sports Summit 2026. (Dok.Suci/Kemenpora)

Indonesia Sports Summit 2026: Virtual Run Beri Wawasan Baru Cara Olah Raga

Editor
13 September 2026

JAKARTA - Perkembangan teknologi turut membawa perubahan dalam cara masyarakat berolahraga. Salah satunya melalui virtual run, konsep lomba lari yang...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.