• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 28 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

BRIN dan PT Intraco Agroindustry Kendalikan Penyakit Udang Vaname

Editor
Sabtu, 11 Januari 2025 - 07:42
Udang vaname. BRIN dan PT Intraco Agroindustry bekerja sama untuk mengendalikan penyakit pada udang vaname.

Udang vaname. BRIN dan PT Intraco Agroindustry bekerja sama untuk mengendalikan penyakit pada udang vaname.(Foto: Unair)

BANDUNG – BRIN dan PT Intraco Agroindustry bekerja sama untuk mengendalikan penyakit pada udang vaname.

Seperti diketahui komoditas udang Vaname (Litopenaeus vannamei) kini menjadi prioritas dalam sektor perikanan budidaya di Indonesia, mengingat nilai ekonominya yang tinggi dan permintaan internasional yang terus meningkat, terutama dari negara-negara seperti Amerika Serikat, Cina, dan Jepang.

RelatedPosts

Hadiri Kompetisi Pelaku Usaha Jagoan Pencari Cuan, Ini Pesan Wamendag

Siswa Diduga Keracunan, Pemkab Bogor Tanggung Biaya Pengobatan

Sinergi Menkomdigi dan Kapolri Perkuat Pemberantasan Judi Online Lintas Negara dan Penipuan Digital

Namun, produksi udang Vaname dihadapkan pada kendala serius akibat serangan bakteri Vibrio parahaemolyticus, yang menyebabkan penyakit akut Acute Hepatopancreas Necrosis Disease (AHPND) dan berdampak signifikan terhadap nilai ekonomi industri ini.

Untuk mengatasi isu tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Mikrobiologi Terapan (PRMT) menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Intraco Agroindustry. Kerja sama ini difokuskan pada riset dan inovasi dalam pengembangan aplikasi bakteriofag, khususnya Vibriofag, untuk mengendalikan bakteri penyebab AHPND pada udang Vaname. Penandatanganan PKS ini berlangsung di Gedung BNC KST Soekarno, Cibinong, Jawa Barat, pada Rabu, 8 Januari 2025.

Kepala Pusat Riset Mikrobiologi Terapan (PRMT) BRIN, Ahmad Fathoni, mengungkapkan bahwa tujuan utama kerja sama ini adalah untuk mengembangkan teknologi aplikasi bakteriofag yang dapat mencegah penyakit vibriosis AHPND pada berbagai tahapan budidaya udang Vaname, mulai dari pembibitan, hatchery, hingga pembesaran. “Kerja sama ini sudah dimulai pada tahap trial dengan aplikasi skala terbatas, dan hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan antara perlakuan dengan kontrol. Kami berharap, selain mengendalikan penyakit, ini juga akan meningkatkan produktivitas udang Vaname sesuai dengan program pemerintah untuk meningkatkan produktivitas udang sebesar 30%,” ujar Ahmad dikutip situs BRIN.

Selain itu, Novik Nurhidayat, Peneliti Ahli Madya PRMT BRIN, menjelaskan bahwa riset ini bertujuan untuk mengisolasi dan menyeleksi jenis Vibriofag yang paling efektif untuk mengendalikan Vibrio parahaemolyticus. “Metode yang kami gunakan melibatkan isolasi dan perbanyakan Vibriofag yang spesifik untuk target Vibrio yang paling virulen. Vibriofag ini kemudian dipanen dan diformulasikan untuk diaplikasikan pada proses produksi benur udang di hatchery,” jelas Novik.

Menurut Novik, Vibriofag yang telah diseleksi akan mencari dan menginfeksi bakteri Vibrio, mereplikasi diri menjadi ribuan Vibriofag baru, dan keluar untuk menghancurkan sel-sel bakteri Vibrio. Proses ini akan berlanjut secara dinamis, mengontrol jumlah bakteri Vibrio sehingga tidak mengganggu pertumbuhan benur menjadi udang yang sehat. “Hasilnya, udang akan tumbuh dengan baik dan bebas dari penyakit AHPND, bahkan lebih tahan terhadap serangan penyakit lainnya seperti Enterocytozoon hepatopenaei (EHP),” paparnya.

Ia juga menekankan bahwa metode ini memiliki keunggulan karena Vibriofag dapat berkembang biak lebih cepat daripada bakteri Vibrio, sehingga peluang resistensinya sangat kecil. Aplikasi Vibriofag ini sederhana, efisien, dan hanya memerlukan jumlah minimal serta tidak perlu diulang-ulang, karena Vibriofag akan terus bereplikasi dengan sendirinya.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan produksi udang Vaname dapat meningkat, mengatasi masalah penyakit yang mengancam industri perikanan budidaya Indonesia, dan secara signifikan meningkatkan produktivitas udang di tanah air.

Tags: BRINPT Intraco AgroindustryUdang Vaname

Related Posts

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti menjadi pembicara utama pada Kompetisi Pelaku Usaha Jagoan Pencari Cuan (PUJAAN) Vol. 5 yang diselenggarakan oleh BukaLapak di Jakarta, Selasa (27 Okt).(Foto: Dok. Kemendag)

Hadiri Kompetisi Pelaku Usaha Jagoan Pencari Cuan, Ini Pesan Wamendag

Editor
27 Oktober 2026

JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti menjadi pembicara utama pada Kompetisi Pelaku Usaha Jagoan Pencari Cuan (PUJAAN) Vol....

Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Forkopimda meninjau penanganan siswa SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Dramaga yang datang untuk mendapatkan pemeriksaan medis setelah mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan indikasi keracunan makanan atau minuman di Puskesmas Cangkurawok, Kecamatan Dramaga, Selasa (27/10/2026).(Foto: Diskominfo Kab. Bogor)

Siswa Diduga Keracunan, Pemkab Bogor Tanggung Biaya Pengobatan

Editor
27 Oktober 2026

DRAMAGA – Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Forkopimda meninjau penanganan siswa SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Dramaga yang...

Menkomdigi Meutya Hafid bersama Kapolri Suyudi Ario Seto menyampaikan keterangan kepada awak media usai melakukan audiensi di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2026). Foto: Anhar/Komdigi

Sinergi Menkomdigi dan Kapolri Perkuat Pemberantasan Judi Online Lintas Negara dan Penipuan Digital

Editor
27 Oktober 2026

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid bersama Kapolri, Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto memperkuat sinergi pemberantasan judi online...

Arief Rahman Kusuma (16), Bobotoh Persib Bandung.(Foto:Istimewa).

Pelaku Pembunuhan Bobotoh Usai Nonton Persib di Bogor Ditangkap

Editor
27 Oktober 2026

SATUJABAR, BOGOR--Polres Bogor, Jawa Barat, berhasil menangkap pelaku pembunuhan Arief Rahman Kusuma, supporter, atau bobotoh Persib Bandung. Remaja berusia 16...

Reruntuhan bangunan akibat diterjang puting beliung di Kabupaten Bandung Barat.(Foto:Istimewa).

520 Rumah dan 9 Fasum di Bandung Barat Rusak Diterjang Puting Beliung

Editor
27 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Angin puting beliung merusak sebanyak 520 rumah warga dan sembilan fasilitas umum (fasum) di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat....

Prakiraan cuaca.(Image: BMKG)

BMKG: Siklon Tropis ARNAB Tak Berdampak, Waspadai Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Sepekan ke Depan

Editor
27 Oktober 2026

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kejadian hujan berintensitas sedang hingga ekstrem yang mengguyur sejumlah wilayah di...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.