• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 2 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

PMI Manufaktur Indonesia Naik, Masuk Fase Ekspansif di Akhir 2024

Editor
Jumat, 03 Januari 2025 - 06:31
Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (2/1). Dia menyebutkan PMI Manufaktur Indonesia naik dan masuk fase ekspansif di akhir 2024, ungkap survei yang dirilis oleh S&P Global.(Foto: Humas Kemenperin)

Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (2/1). Dia menyebutkan PMI Manufaktur Indonesia naik dan masuk fase ekspansif di akhir 2024, ungkap survei yang dirilis oleh S&P Global.(Foto: Humas Kemenperin)

BANDUNG – PMI Manufaktur Indonesia naik dan masuk fase ekspansif di akhir 2024, ungkap survei yang dirilis oleh S&P Global.

Survei mengungkapkan bahwa Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada bulan Desember mencapai 51,2, menandakan fase ekspansif.

RelatedPosts

Harga Referensi CPO Periode Pertama Agustus 2026 Turun

Harga Patokan Ekspor Emas Periode Pertama Agustus Turun Tipis

6 Pemuka Agama Pimpin Zikir dan Doa Kebangsaan 2026

Angka ini mengalami lonjakan signifikan dibandingkan dengan bulan November yang tercatat berada di level 49,6, yang menunjukkan kontraksi.

“Alhamdulillah, industri manufaktur kita kembali rebound setelah lima bulan berturut-turut mengalami kontraksi sejak Juli 2024. Hal ini sejalan dengan laporan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) bulan Desember 2024 yang dirilis oleh Kementerian Perindustrian, di mana IKI Desember masih bertahan pada posisi ekspansi, yakni sebesar 52,93,” kata Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif, dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (2/1).

Febri menjelaskan bahwa meskipun menghadapi dinamika politik dan ekonomi global yang tidak pasti, sektor industri manufaktur Indonesia tetap menunjukkan ketangguhannya. “PMI manufaktur yang ekspansif ini menunjukkan bahwa kepercayaan diri dan optimisme pelaku industri masih cukup tinggi. Hal ini didorong oleh kenaikan volume produksi dan pesanan baru,” tutur Febri.

Selain itu, terdapat juga faktor yang mempengaruhi lonjakan permintaan pada akhir tahun, di antaranya banyak pedagang yang membeli barang lebih banyak pada bulan Desember karena tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang masih berlaku sebesar 11 persen. Hal ini menyebabkan permintaan meningkat, dengan pedagang menyimpan stok untuk dijual di bulan Januari dengan tarif PPN 12 persen, memberikan keuntungan sekitar 1 persen.

Febri menambahkan bahwa selain terbukti mampu berdaya saing, industri manufaktur Indonesia juga membuktikan bahwa struktur industrinya cukup baik sehingga produktivitas dapat berjalan lancar dari hulu hingga hilir. “Tanpa dukungan regulasi yang tepat, industri kita sudah bisa ekspansif. Apalagi jika didukung regulasi yang tepat, seperti pengendalian barang-barang impor, tentunya manufaktur kita akan meroket lebih tinggi,” ujarnya.

Pada bulan Desember 2024, PMI manufaktur Indonesia juga mampu melampaui PMI manufaktur sejumlah negara besar, seperti China (50,5), Jerman (42,5), Rusia (50,8), Inggris (47,3), Amerika Serikat (48,3), Jepang (49,5), Korea Selatan (49,0), Vietnam (49,8), Malaysia (48,6), dan Myanmar (50,4), yang sebagian besar masih mengalami kontraksi.

Paul Smith, Economics Director S&P Global Market Intelligence, mengatakan bahwa perekonomian manufaktur Indonesia mengakhiri tahun 2024 dengan catatan positif. “Ekspansi ini terjadi untuk pertama kalinya sejak pertengahan tahun ini, menunjukkan bahwa penjualan dan output mengalami kenaikan. Kami sangat berharap tren positif ini dapat berlanjut,” ujarnya.

Menurut Paul, banyak perusahaan yang optimis tentang kenaikan produksi pada tahun mendatang, dengan harapan bahwa kondisi makro ekonomi akan tetap stabil dan daya beli di antara klien semakin membaik. “Ini akan berujung pada peningkatan lapangan kerja dan aktivitas pembelian,” tambahnya.

Tags: Juru Bicara KemenperinkemenperinMenperinPMI

Related Posts

Harga CPO atau minyak kelapa sawit,Indeks Harga Perdagangan Besar. Ekspor limbah,harga referensi cpo

Harga Referensi CPO Periode Pertama Agustus 2026 Turun

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perdagangan menetapkan Harga Referensi (HR) minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) untuk penetapan Bea Keluar...

bak emas,hilirisasi emas, bank emas ciptakan lapangan kerja,harga patokan ekspor

Harga Patokan Ekspor Emas Periode Pertama Agustus Turun Tipis

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perdagangan telah menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) untuk komoditas emas pada periode...

Enam pemuka agama pimpin Zikir dan Doa Kebangsaan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (01/08/2026).(Foto: Setneg)

6 Pemuka Agama Pimpin Zikir dan Doa Kebangsaan 2026

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Enam pemuka agama akan memimpin doa bersama pada acara Zikir dan Doa Kebangsaan yang diselenggarakan di kawasan...

Terminal BBM Pertamina.(Foto: Istimewa)

Harga BBM Pertamina Per 1 Agustus 2026 Area Jawa Barat

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga BBM atau bahan bakar minyak Pertamina area Jawa Barat per Sabtu 1 Agustus 2026 dikutip dari...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Sabtu 1/8/2026 Antam Rp 2.603.000 Per Gram

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Sabtu 1/8/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.603.000 per gram...

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya (kanan), berbincang dengan pendiri MS Glow, Gilang Widya Pramana (kiri) dan Shandy Purnamasari (tengah), saat kunjungan kerja ke kantor MS Glow, Malang, Jawa Timur, Kamis (30/07/2026).(Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif)

Menteri Ekraf Apresiasi Kontribusi MS Glow di Ekosistem Kreatif

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, MALANG - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya melakukan kunjungan kerja ke kantor MS Glow...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat